IPDN.. Atau Hitler Youth?
25/01/2009 By [email protected]
EDUCATION
Berita ini dulu pernah ditulis UC beberapa tahun yang lalu di Harian online Kabar Indonesia dalam rangka menyikapi tindak kekerasan yang sudah kesekian kalinya di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang pada sebenarnya sudah coba di-reformasi. Kegagalan ini bisa jadi dikarenakan faktor yang sangat sederhana. Menurut UC, disebabkan karena beberapa, termasuk ketua tim investigasi adalah alumnus STPDN dan atau IIP (Institut Ilmu Pemerintahan) yang akhirnya dimerger menjadi IPDN. Simpel, dan memang secara logis sulit mereka untuk merekomendasikan ke pemerintah untuk TUTUP saja institusi tidak berguna ini. Selidik punya selidik, dan dari pengetahuan dan tanya sana-sini, UC menyimpulkan ini memang dibentuk ala FASIS. Ya, Kalau pernah tahu Hitler Youth, inilah model IPDN/STPDN kala dibentuk pada pertamakali. Loyalis. Kepada penguasa. Bukan Negara. Sebagaimana Hitler Youth (Hitle Jugend) loyalis Hitler, bukan kepada bangsa dan negara Jerman. Ini sangat berbeda. Berikut beritanya.
Semoga berkenan, dan semoga IPDN yang akhirnya ganti nama lagi jadi IIP saja, bisa membuktikan revolusi yg katanya sudah terjadi di tubuhnya.

berita terkait : Korsa, Semangat Korps dan Ultra-Institusionalis

Apa Pendapatmu?

Write your comment here ...

Leave a Reply

5 comments

  1. The Unggul Center

    Ohya kalau memang ada informasi yang saya kurang tau, silakan saja tulis, saya tidak “saklek” dengan sesuatu hal, namanya juga pendapat dan kesimpulan pribadi. Dan menulisnya juga di blog saya sendiri. Tentu sudutpandang alumnus (apalagi bukan angkatan yg baru = IPDN) bisa jadi sangat defensive. Belum tentu personal di angkatan yg “kasus” sependapat dgn Anda 100%. Silakan tanya sama Dosen Anda dulu, Inu Kencana Syafei. :)

    Oranglain boleh jadi tidak setuju, dan sah-sah saja asal jgn menyerang personal. Itu bukan diskusi yang baik. Kalau saya berpendapat lebih baik ditutup, tentu Anda yg alumnus pasti tidak sependapat. simpel saja.

    Ada kalimat yg bisa menjadi inspirasi, yaitu
    “I don’t like your statement, but I will defend your right to say it”

    Reply Edit
  2. The Unggul Center

    Jawab opini dengan opini, tulisan dengan tulisan. seperti itulah adanya. Tulisan ini bukan karya ilmiah, blog yg ditulis di blog saya dan opini yg ditulis di media online.

    Tidak perlu menyinggung masalah agama dan masalah fitnah. Apa jaminan Anda juga “tidak memfitnah aya bahwa saya memfitnah”. Dan prasangka dan fitnah bukan hanya monopoli suatu agama tertentu. Anda berbicara mengenai sistem pendidikan, mengenai loyalitas. Apa yang berbeda, Jelaskan dengan bahasa yg lugas dan bernilai akademis dan bahkan “valid” menurut Anda. Jangan menyerang PERSONAL. Tulis di blog Anda, link kan kesini atau tulis di media cetak yg Ada.

    Saya menulis masalah “Korsa” di catatan yang lain. Silakan Anda baca dulu tulisan Korsa dan berikan opini Anda dengan bijak Sesuai statement Anda yang maaf kalau salah, “bersih dari berbagai prasangka”.

    Saya juga bisa menebak “berasal” dari mana Anda.

    Trims. Salam damai juga.

    Reply Edit
  3. SUGENG P. SIREGAR SSTP

    Korsa adalah semangat dan jiwa esprit d’corps. Merasa senasib, sepenanggungan dan siap berkorban.
    Apa yang saudara kemukakan berbeda dengan Hitler Youth.. Sangat berbeda sekali.. Saudara membuat tulisan yang saya rasa batin saudara belum bersih dengan berbagai prasangka. Saudara mengatakan agama saudara Islam tetapi membuat tulisan yang bisa dikatakan “fitnah”.
    Sistem Pendidikan di STPDN/IPDN berbeda dengan yang anda bayangkan selama ini. Didalamnya ditanamkan sifat kesatria, loyal pada NKRI.
    Saya harap apabila saudara membuat tulisan carilah data yang valid. Bandingkan apa yang telah dilakukan purna/alumni STPDN/IPDN dengan kesalahan yang mereka lakukan. Dan apakah universitas/perguruan tinggi lain juga melakukan kesalahan yang sama (tindak kekerasan)??
    Salam damai

    Reply Edit
  4. The Unggul Center

    Wah Mas Enal, trims atas informasinya, saya baru tau “korsa” dan ternyata sepertinya adalah pengejewantahan atau bisa disebut juga “penyelewengan” espit d’corps. Saya akan tulis juga mengenai ini.

    Reply Edit
  5. Enal Farid

    Semangat yang disebut korsa. Itulah yang ditanamkan sehingga memang sulit untuk dirubah selama orang-orang hasil bentukan sistem ini yang menangani.. Just my opinion..

    Reply Edit