Obama Tak Suka Ketupat Sayur Padang

http://www.unggulcenter.org/2010/11/10/obama-tak-suka-ketupat-sayur-padang/

Bukan, saya bukan pernah menanyakan atau mengetahui informasi ini dari Obama. Tapi cerita ini adalah sebuah sudut pandang berbeda mengenai kedatangan Obama ke UI untuk menyampaikan kuliah umum (Studium Generale).  Saya tergelitik untuk menjadikan cerita ini sebuah kisah untuk diangkat di blog Unggul Center.

Pagi ini, terkait dengan kedatangan Obama, jalanan Margonda Raya ditutup separuh. Tadinya macet abis karena kendaraan yang antri menuju Jakarta dari kawasan pinggiran ini, hari ini lengang. Setelah berjibaku dan cincai-cincai dengan Pak Brimob dipertigaan Juanda-Margonda,  saya berhasil memarkir motor tepat di kantor. Pak Tasril, penjual Ketupat Sayur Padang yang duhai enak, ini beneran promosi loh, sedang duduk-duduk ditengah jalan (bukan dipinggir jalan).

Saya tengok, ternyata jualannya memang belum habis, tumben. Biasanya Jam 8 pagi sudah ludes. Wajar, ketupat sayur ini selain gurih, banyak porsinya. Rasanya enak, sayur nangkanya khas Minang. Juga harganya murah. Goceng, lima ribu pas.  Kali ini, masih sekitar 20 porsi yang laku katanya. Biasanya sampai habis, itu 50 porsi. Wah bisa sampai jam 10-an nih saya pikir. Akhirnya, walau masih agak kenyang, saya beli lagi Ketupatnya, hitung-hitung nambahin rejeki Uda Tasril.

“Pak, tau mengapa jalan ditutup?” iseng saya bertanya.

“Iya, Obama datang ke UI.” jawabnya sambil menyiapkan pesanan.

“jadinya belum abis nih pak” saya memancing.

“Iya mas, baru separuh. ” beliau menjawab sambil memberikan sepiring ketupat sayur padang yang sudah dikasih sambal 4 sendok, sesuai selera saya.

“terus gimana?” saya masih belum puas.

“kemarin sih saya senang, karena mungkin ramai yang beli. Soalnya kabarnya mau ke UI. Biasanya kalau mau ada acara di UI, dagangan saya malah laris lebih cepat. Biasanya wisuda-wisuda itu. Enak bisa masuk dekat Balairung, biar bayar keamanan tapi untungnya banyak”.

“Lah, jadinya kebalikan dong pak”

“Iya.. malah rugi saya. Ini saja masih untung beberapa bis parkir dekat saya jadi sopirnya beberapa makan disini”.

Oh, benar, disamping gerobak pun ada bus yang parkir. Tulisan di depannya, “Invited Bus” No 69. Kira-kira Undangan-lah yaa maksudnya hehe..

Pak Tasril, Ketupat Sayur Padang dan Bis Undangan di bilangan Margonda (10/11/2010)

Saya pun melanjutkan makan. Setelah membayar, saya masuk ke kantor. Hmm.. hari yang sama, jam yang sama, tapi berbeda kejadiannya.  Sambil mendorong pintu kaca kantor, saya kembali berpikir, coba kalau Obama suka makan ketupat sayur padang, bukan cuma Bakso dan Nasi Goreng sebagaimana selama ini disebut, mungkin Pak Tasril bisa nongkrong di Balairung UI, dan membuatkan pesanan Obama, para undangan, yang mungkin, terinspirasi atau sok (biar Anda yang tentukan) ikut memakan lahap dagangan pak Tasril. Sebagaimana beliau sering nongkrong di balairung dalam kampus apabila ada acara Wisuda.

(cerita ini diinspirasi oleh kejadian nyata. Foto adalah riil dan diambil pagi ini, saat kedatangan Obama, 10/11/2010).

Comments

comments

9 thoughts on “Obama Tak Suka Ketupat Sayur Padang

  1. Yang penting tetep ada “presiden” (Presidennya Unggul Center) yang makan n jadi pelanggan ketupat sayur Pak Tasril :))

  2. uda Tasril ketiban popularitas Obama. Coba kalo presiden lain yg datang, pasti tetap laku seperti biasa 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.