Muhasabah Introspeksi Minus Lebay

Bukan hal yang sengaja, apabila tulisan kali ini juga diikutkan dalam sebuah kontes dari sahabat dan guru, pakde cholik. Sebab, memang saya ingin menulis tentang 2 hal mengenai “renungan akhir tahun” karena hari ini, tahun ini, spesial sekali, sebab ada dua akhir tahun yang mesti kita renungi, yaitu tahun masehi, dan tahun hijriah yang hampir berbarengan!

Memang, masalah akhir tahun selalu dikaitkan dengan tema Evaluasi, Introspeksi  atau bahasa islami nya Muhasabah. Muhasabah lebih dari sekedar melamun. Ia renungan akhir tahun. Refleksi. Mencari sesuatu yang dicapai, tak tercapai, pencapaian sejauh mana dan menganalisa apabila tak tercapai. Lepas dari itu, juga mencari strategi untuk pencapaian di tahun depan, selain membuat target-target baru.  Dan jika terkait muhasabah, banyak yang bisa kita renungkan. Bisa terkait pribadi antar-manusia, dengan tuhan, juga lingkungan.

Istimewanya, kali ini muhasabah akhir tahun 2010 juga terikat erat dengan muhasabah akhir tahun Hijriyah. Ya, tepat esok hari, kita sudah bertahun baru, songsong 1 Muharram 1432 H. Jadi, hari ini hari terakhir bermuhasabah akhir tahun, sebab muhasabah erat kaitannya dengan islam. Kebayang ‘kan, pada hari ini, ratusan tahun lalu, Rasulullah dan para sahabat telah bermukim di Madinah, sebagai kota kebebasan, kota pengetahuan dan sekaligus ibukota pemerintahan Islam yang terusir dari Makkah yang diduduki Kafir Quraysi.

Jika pada saat itu, mereka bermuhasabah, terhadap diri sendiri dan terhadap perjuangan Islam dan cita-cita masa depan. Dengan ibadah, dengan menangis dan bertekad. Bukan dengan foya-foya dan kembang api. Mereka, tidak “lebay” (berlebih-lebihan) dalam bermuhasabah. Sebab muhasabah dalam sekali, bukan sekedar introspeksi.

Lalu, disinilah saya ingin ikut bermuhasabah. Ingin introspeksi minus lebay. Terkait dengan kehidupan sehari-hari. Dan muhasabah ini untuk dilaksankaan segera. Besok. Ya, sebab besok sudah tahun baru.. 7 Desember 2010, sudah 1 muharram 1432 H!

Tahun ini, waktu itu, saya berdoa, segala yang saya lakukan, semoga saya tidak lebay. Itu keyword-nya.

Dalam ngeblog, tidak lebay. Cukup mencapai 3 tulisan perpekan. Tak lebay langsung  3 tulisan perhari tapi baru menulis lagi sebulan kemudian. Lalu, pencapaiannya? Alhamdulillah, November jadi bulan target terpenuhi. Cukup banyak tulisan saya buat. Tahun depan akan menjaga konsistensi. Mulai besok juga nih..

Dalam berbuat, tidak lebay. Setiap Jumat mewajibkan diri untuk bersedekah di celengan masjid, dan kuantitas uang yang disumbangkan harus lebih banyak dari tahun lalu. Lebih banyak tapi tidak lebay banyaknya. Tidak lebay sehingga jumat saya tak perlu puasa karena lapar semua duit masuk celengan masjid. Tidak selebay itu. Alhamdulillah, meningkat. Tahun depan harus meningkat lagi (mulai besok sudah tahun baru nih).

Dalam bekerja, tidak lebay. Sehingga semua pekerjaan dibawa kerumah, diselesaikan dikantor sampai malam, dan menzalimi hak istri dan anak untuk bersama-sama. Lebay bekerja adalah bahasa saya untuk workaholic hehe.. Alhamdulillah, belum ada komplain dari dua cinta saya tersebut. Besok, akan lebih baik lagi memanajemen waktu antara pekerjaan dan keluarga.

Dalam berkata-kata dan berkomunikasi tidak lebay, agar tidak menimbulkan kebencian orang lain kepada saya. Mengurangi pahala dan menambah dosa. Mudah-mudahan segala salah dosa diampuni dan dimaafkan. Semoga tak ada hal-hal lebay yang muncul dari diri saya dan membuat orang lain marah, benci, dan kecewa.

Introspeksi diri, jikalau ternyata menyakiti orang lain, lebay berkata, lebay berbuat, lebay berpikir. Yang akhirnya membuat akhir tahun tidak lebih baik dari awal tahun.. padahal,  jelas “…sungguh merugi jika hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin..”

Terakhir, tanpa berniat untuk lebay, saya juga mendoakan para pemimpin bangsa ini untuk tidak lebay. Hidup biasa-biasa saja, tidak lebay agar tidak korupsi. Bekerja dengan normal-normal saja, tidak lebay sehingga omongannya seakan-akan melebay-lebaykan suara rakyat, padahal ketika duduk jadi anggota dewan yang terhormat, rakyat tidak digubris.

Pak  Presiden juga saya doakan dan harapkan jangan lebay, terlalu lebay dalam mencitrakan diri sebagai pemimpin yang dizolimi, disakiti dan mengeluh dimana-mana. Dalam kesempatan lain, dengan lebaynya mengucapkan kata-kata yang tidak tepat (dan lebay) mengenai keistimewaan Yogyakarta yang bertentangan dengan “demokrasi”. Disaat yang lebay, yaitu recovery bencana. Disaat masyarakat secara psikologis sedang down. Hal ini tentu memicu emosional. Pak, plis deh, jangan lebay! Atau memang disengaja?

Nah, disisi yang lain, bencana pun jangan dilebaykan, anggap saja cobaan bagi hamba-Nya yang beriman. Sebuah teguran, sunatullah dan hal yang wajib kita muhasabahkan dengan berdoa dan introspeksi diri. Bencana menjadi cobaan, hanya bagi orang-orang beriman. Dia akan menjadi penguji kesabaran, peningkat pahala dengan cepat, pengingat kematian dan pengingat akan Diri-Nya.

Banyaknya bencana hari ini di negeri ini merupakan tulah puluhan tahun dan ratusan tahun tanpa manajemen dengan Alam. Perilaku-perilaku manusia kerdil yang merusak alam. Merusak bumi titipan-Nya. Jadi, selayaknya kita introspeksi, apa yang telah kita lakukan. Dus, juga introspeksi, menyadari benar, jika harta benda adalah semu, tak abadi dan tak dibawa bersama kita sampai akhir hayat. Nyawa dalam genggaman Sang Khalik. Dengan demikian, tidak akan korupsi, Tak akan iri dengan Gayus Tambunan dan 100 Milyar uang haram di rekening bank-nya.

Mudah-mudahan segala evaluasi diri, introspeksi, review, renungan akhir tahun ini bukan muhasabah yang terlalu lebay, sehingga saya sebagai yang bermuhasabah malah terjebak dengan “lebayisme”, melebih-lebihkan segala sesuatu.

Akhir kata, mudah-mudahan tidak lebay, artikel ini diikutsertakan juga pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1432 H!

Selamat Tahun Baru 2011!

Apa Pendapatmu?

14 Comments

  1. Sugeng says:

    Semoga bisa memaknia muhasabah ini dengan tidak melebay-lebaykan hal-hal yang sudah seharusnya kita kerjakan ;)
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. Asop says:

    Normal kok, sepekan tiga tulisan. :)
    Saya aja tiga hari satu posting-an, lebih banyak UC. :)

  3. julie says:

    kang unggul, susah bener ini bisa masuk ke blognya
    mana postingannya ? :D

  4. chocoVanilla says:

    Setuju, selamat tahun baru dan semoga tidak lebay :D

    Semoga menang yaaa…..

  5. BundanyaKaka says:

    Selamat tahun baru 1432H Ayaaah..*Kaka mode on

  6. Terima kasih atas partisipasi sahabat, Artikelnya sudah saya catat
    Salam hangat dari Markas Yuri KUMAT di Soppeng

  7. MT says:

    haha aku senang dg istilah lebayisme. ada-ada aja gagasannya kang Unggul!

  8. fikrie says:

    selamat tahun baru Hijriyah :D
    salam kenal :)

  9. indobrad says:

    Amin! Semoga postingan ini juga gak lebay.
    wakakakakak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kompetisi Blog dan Jurnalistik Taman Mini Indonesia Indah

Intellectuals Networked

Iseng Dijual by UC

Fast & Most Reliable Domain Hosting Services!
Toko Online Gratis

My Books

Intellectual Visits

free counters

free web counter

Tweet with UC

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Switch to our mobile site