Negara Gagal Ketika Masyarakat Masih Punya Rasa Tak Aman di Jalanan

Bukan hal yang tak lazim ketika kita selalu berdoa saat mau keluar rumah. Berhati-hati dijalan. Ucapan saudara, ibu, ayah, teman, tetangga, kenalan yang berkata “hati-hati dijalan” adalah ucapan yang lazim juga.

Saya pernah ngetwit mengenai “Negara Gagal ketika kita merasa masih tidak aman berjalan-jalan”. Banyak yang mengamini. Karena itu tugas negara utk melindungi seluruh warganya.

Saya juga berandai-andai, mendengar bagaimana di Singapura rasa aman (ada jaminan keamanan) dari pelbagai kejahatan, pencopetan, jambret, pemalakan, ditabrak motor, kecelakaan yang sangat kecil. Saya tertari ke negeri itu, mungkin sebentar saja, hanya ingin merasakan bagaimana sih, kalau berjalan-jalan itu tas ransel tetap berada di punggung? Tas belanjaan tak perlu dipeluk-peluk hingga basah berkeringat..

Ingin merasakan 5 menit saja saya tidak merasa was was, tidak menajamkan telinga, memicingkan mata, pandangan fokus dan selalu curiga kepada orang asing.

Di twit kemarin, ada juga, beberapa (satu orang sih) yang me-reply kalau “ah saya aman-aman saja malam2 lewat terminal Senen. Yang penting tak berpakaian yang mencolok dan mewah”. Nah! apakah benar? Jaminan negara atas keamanan warga juga menjamin kalau mau pake pakaian mewah kek, mau pakaian kumel, mau pake perhiasan mau tidak, semua merasa aman. Bisakah itu? Saya yakin si penjawab juga merasa was was lewat terminal Senen, kalau saya minta dia malam-malam, sambil melintas sambil ngetwit dengan iPad hehehe.. dan lakukan dalam tiga malam berurutan. Berani?

Saya sempat balas, kalau merasa aman, ga ada sedikitpun di inner circle keluarga seseorang, entah adik, kakak, ibu, ayah, kakek, tante, tetangga, teman, tukang kebun, pembantu, kolega bisnis yang tak tersangkut sebuah (upaya) kejahatan, maka orang itu seumur hidupnya pasti tak pernah keluar rumah! hehe..

Akhir kata, selalu berdoa akan keselamatan kita, karena negara belum memberikan jaminan itu. Selain itu waspada selalu dijalanan. Saya kemarin ada kejadian di tenga siang bolong kota Jakarta. Alhamdulillah masih “hampir” tak kurang suatu apapun. Si Penjahat (komplotan tiga orang) melenggang kangkung cari korban lain akhirnya.  Itupun saya dengan kondisi siap sedia menghadapi kejahatan di KRL. Eh ada kejahatan di jalanan.

Nah, untuk itu, mari kita semua berdoa “Lindungi Aku dari Kejahatan Jin dan Manusia yang Terkutuk.. Di Jakarta!”

 

Apa Pendapatmu?

4 Comments

  1. numpang mampir mbak….salm kenal …

  2. kalau aku jika keluar rumah di perjalanan aku usahakan baca shalawat dulu 3 kali… :)

    salam kenal dari blogger banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Intellectuals Networked

Iseng Dijual by UC

Fast & Most Reliable Domain Hosting Services!
Toko Online Gratis

My Books

Intellectual Visits

free counters

free web counter

Tweet with UC

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Switch to our mobile site