Pesantren Teknologi Informasi Khusus Dhuafa, PERTAMA di Dunia Dibangun dari Zakat Infaq Sedekah (ZIS)!

Anda mungkin sudah familiar dengan yang namanya pesantren. Pondok pesantren, atau sering disingkat pesantren saja, pada dasarnya adalah sekolah Islam yang berbasis asrama. Istilah pesantren merujuk kepada pe-santri-an dimana anak-anak murid atau siswa yang “mondok” disebut sebagai santri.

Belakangan, istilah pesantren agak lebih luas sebagai tempat/wadah untuk menimba ilmu yang erat dengan nilai-nilai keislaman saja. Misalnya Pesantren Ramadhan yang dibuka hanya 1 bulan dan diikuti oleh siswa-siswi sekolah umum, sebagai bagian dari program kerohanian Islam sekolah bersangkutan. Juga istilah-istilah “pesantren kilat” yang merujuk kepada pendidikan non-formal dan jangka waktu yang tak lama. Biasanya tak lebih dari satu bulan.

Apa yang dipelajari di pesantren? Tentunya pendidikan formal yang berlandaskan nilai-nilai agama Islam. Nah, yang unik, belakangan ini tersiar kabar gembira bahwa telah dikukuhkan program Pesantren Teknologi Informasi yang berupa pendidikan dengan jenjang setara diploma 1 (D1) dan diploma 2 (D2) dan terakreditasi. Walau tak besar dan hanya mencakup jenjang pendidikan profesi, namun ini hal yang membanggakan sekaligus tonggak bagi pengembangan Sumber daya manusia berwawasan teknologi sekaligus berkarakter Islami, sesuatu yang ideal. Terutama untuk masa depan peradaban negeri ini.

Menurut saya, setidaknya ada tiga hal yang membuat pesantren TI ini unik dan berani menyebutnya yang “pertama di Dunia”.  Satu, kurikulumnya mencakup teknologi, kewirausahaan/kepemimpinan, dan akhlak mulia. Kedua, perangkat lunak yang digunakan dalam proses belajar-mengajar di bidang teknologi informasi ini berbasis Open Source (teknologi yang populer saat ini), dan Ketiga, semua santrinya berasal dari kalangan fakir-miskin alias keluarga dhuafa. Orangtua para santri ini antara lain juru parkir, tukang bakso, tukang gorengan, pedagang asongan dst.

Berita Harian Republika, Sabtu, 14 Mei 2011, seperti dikutip pada situs Nurul Fikri sebagai partner pengelola, bahwa Pesantren yang didirikan di belakang perumahan marinir, di dekat masjid Dian Al Mahri, sebuah  masjid Kubah Emas yang populer dengan wisata religinya di Cinere Depok ini dikelola bersama oleh Yayasan LAZIS PT PLN dengan Yayasan Profesi Terpadu Nurul Fikri.  Menarik sekali, selain berwawasan teknologi yang pada umumnya membutuhkan biaya investasi yang besar untuk menempuh pendidikan di bidang tersebut, pesantren TI ini dikelola melalui dana Zakat Infak dan Sedekah yang dihimpun dari masyarakat, khususnya karyawan PT PLN.  Jadi pesantren TI ini dana operasionalnya full dari ZIS. Keren kan?

 

Pesantren IT untuk Dhuafa yang pertama di Dunia

Mudah-mudahan model pesantren ini dapat menghasilkan tiga hal, yaitu pemimpin yang memiliki wawasan IPTEK sekaligus berakhlak Mulia, teknolog dan teknokrat yang ahli dibidang TI, dan yang ketiga, bahwa bangsa ini dapat mencetak teknolog dan teknokrat yang ahli ini dari kalangan dhuafa yang secara umum sulit mendapatkan kesempatan untuk belajar teknologi, apalagi kalau bukan masalah biaya. Sebuah kondisi yang memilukan, padahal urgensi penguasaan IPTEK sangat penting agar bangsa ini bisa berdiri maju dan sejajar dengan bangsa lain di Dunia.

Ayo kita dukung kiprah Pesantren TIK yang mungkin, dengan konsep TIK dan konsep Dhuafa menjadi yang satu-satunya di dunia ini, dengan senantiasa memberikan doa, serta menyisihkan penghasilan kita dimana ada hak orang-orang tak mampu didalamnya. Mudah-mudahan model Pesantren TI ini dapat berkembang dan semakin banyak pesantren TI yang menghasilkan tenaga ahli TI berakhlak mulia bagi negeri yang kita cintai. Amin!

Apa Pendapatmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Intellectuals Networked

Iseng Dijual by UC

Fast & Most Reliable Domain Hosting Services!
Toko Online Gratis

My Books

Intellectual Visits

free counters

free web counter

Tweet with UC

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Switch to our mobile site