Mangkuk (Super) Besar di Ta Wan Restaurant

Cabang ke dua puluh lima tanpa sistem franchise. Inilah hebatnya Ta Wan Restaurant. Sebuah family resto dengan keunggulan sekaligus diferensiasi paling jelas di resto family sejenis, yaitu spesialis bubur (porridge). Ada 20 jenis bubur disini dan percayalah, ini bukan sembarang bubur :) Misalnya Bubur “Phitan” yang merupakan Telur Ayam “seratus tahun”  (lihat dimenu dibawah) yaitu telor ayam rebus yang “dikristalisasi” jadi seperti agar-agar. Menarik bukan?

Saya berkesempatan mencicipi menu-menu spesial resto ini di Botani Square, sebuah Mal megah di bogor. Ta Wan membuka cabang 25 nya di mal yang tak pernah sepi pengunjung ini. Dengan promo buy 1 get 1 khusus untuk bubur serta undangan opening dari manajemen Ta Wan, Alhamdulillah, saya dan beberapa teman pers dan pencinta kuliner mencicipi hidangan khas resto yang berawal dari Pluit Village, Jakarta Utara ini.

Ini Dia Bubur Legendaris Ta Wan sejak 15 tahun yang lalu

Ta Wan adalah resto dengan konsep “modern chinese resto” yang ciamik. Lengkap dengan nuansa merah, huruf-huruf kanji cina, dan tak lupa, suasana interior yang bak toko obat “Po Chi Lam” nya Suhu Wong Fei Hung. Aksesori model lemari dengan laci-laci persegi yang banyak adalah visualisasi yang terlihat. Juga batu-batu bata yang “tak diplester” sehingga mengesankan bangunan rumahan tempo doeloe.

Ta Wan Resto di Botani Square Bogor

Potret Kesibukan Pelayanan di Ta Wan Resto

Mangkuk Besar

Jika Anda membayangkan bubur di Ta Wan adalah bubur yang “biasa” dinikmati tiap pagi, Anda salah. Dengan porsi super-besar, satu mangkok bisa dinikmati 2-3 orang sekaligus. Konsep buburnya juga unik, beda-beda-tipis ukuran Medium sama Large, jadi saya rekomendasikan Large. Cuma beda Rp 500 atau Rp 1000.

Bubur Khas Ta Wan Restoran.. Tiga Rasa

Besarnya mangkuk bubur ini sesuai dengan arti Ta Wan sendiri, yaitu “Mangkok Besar”. Tak perlu khawatir tak kehabisan, Anda juga bisa pakai mangkuk-mangkuk kecil utk berbagi porsi. Ditambah sambal merah dan sambal hijau yang spesial, dengan kecap asin yang menambah gurih, bubur ini enak sekali.

Bumbu Cabai Pelengkap Bubur Ta Wan

Walaupun bubur-buburan ini menjadi keunggulan Ta Wan, namun favorit pengunjung ternyata nggak hanya bubur. Menu-menu pilihan lainnya membuat lidah bergoyang.  Coba tengok menu “gorengan” di Ta Wan. Cumi crispy, Lumpia Sea Food maupun Jamur gorengnya begitu gurih. Apalagi, ditambah bumbu-bumbu rempah yang khas negeri tirai bambu yang berbau harum dan enak dikunyah.

Jamur Enoki, Rasa dan Penampilan Seperti French Fries, malah lebih Kriuuk!

Gorengan Lumpia dan Cumi Crispy ala Ta Wan

Rempah-rempah negeri cina, bumbu "gorengan" Ta Wan yang enak dikunyah dan wangi

Untuk minuman, memang tak banyak variasi. Hanya seputar jus, teh dan softdrink. Namun demikian, rasa teh misalnya Sweet Ice Tea dari Ta Wan juga khas, mengingatkan saya dengan teh-teh khas dan premium seperti Tong Tji, Cap Botol dan seterusnya yang bernuansa Tiongkok.

Favorit Pengunjung Ta Wan lainnya, Sapi Lada Hitam dan Sapo Tahu. Lihat Bumbu-bumbu Sapi Lada Hitam yang nikmat

Sepadan

Memang harga di Ta Wan tak sangat murah.  Namun sebagai resto keluarga, sajian dan harga relatif sepadan. Menu-menu kisaran dua puluhan ribu hingga enam puluhan memang agak mahal, tapi rasa dan sajian cukup membuat pemesan mengangguk-angguk.

Menu Manis gurih Scallop dan pedas nikmat buncis

Terkecuali menu-menu bubur yang menurut hemat kami, sangat sesuai. Harga Rp 15.000 sampai Rp 17.000, –memang, seporsinya. Tapi bisa dinikmati 4 orang, ditambah jaminan kualitas bubur dari resto ini, hmm, sebuah nilai yang perfecto.

Bocah Makan Bubur Ta Wan di mangkuk kecil

Jangan Salah, itu Mangkuk kecil yang merupakan 1/10 dari Mangkuk Bubur Ta Wan.. Wow!

Kritik? Pasti ada. Selain perlu mempertahankan kisaran harga ekonomis di paket bubur2nya, saya sepertinya lebih senang memakai Sendok plastik daripada sendok keramik bubur. Karena sering belepotan hehe.. Jadinya saya kasih si bocah didepan yang bapaknya sibuk foto sana sini itu sendok plastik. Lebih tidak belepotan ketimbang sendok keramik bubur yang tiba-tiba bisa tenggelam didasar mangkuk besar-nya Ta Wan dan jemari yang lengket akibat “bersentuhan” dengan adukan bubur.

Selamat nge-bubur di Ta Wan!

Subscribe / Share

[email protected] tagged this post with: , , , Read 345 articles by

Apa Pendapatmu?

7 Comments

  1. Jual Tanah says:

    kalo di jaksel, ta wan ada di mana?

  2. Rudi says:

    Kalau ketemu manajernya ajak makan bubur saja berani makan apa tdk ?????? Buburnya

  3. dian says:

    huehuehue…. yg doyan kaka apo ayahnyo? amik kan penggemar bubur . Favoritnyo bubur pake abon. Caknyo kalo ke bogor wajib nyicip bubur ini. biar oomnyo yang traktir :D

  4. Aditya Eka P says:

    Favorit saya cumi yang ada brokolinya. Buburnya kurang sreg, enakan bubur barito :D

    Bener, mas, memang harganya tidak murah.. Tapi sesuailah. Harga ga bisa bohong

  5. melly says:

    Jadi pengen nyobain…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Intellectuals Networked

Iseng Dijual by UC

Fast & Most Reliable Domain Hosting Services!
Toko Online Gratis

My Books

Intellectual Visits

free counters

free web counter

Tweet with UC

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Switch to our mobile site