40 Tahun Berkarya, Kertas SIDU Luncurkan Produk Inovatif Baru

kertas sidu
http://www.unggulcenter.org/2017/03/28/kertas-sidu-luncurkan-produk-inovatif/

Siapa sih yang tak kenal SIDU. Sinar Dunia yang sering kita plesetkan dengan Sidu memang menemani hari-hari kita sejak kecil hingga dewasa. Yap, kertas buku tulis yang sering dibelikan ibu untuk buku sekolah, biasanya memang SIDU. Merk lain mah lewat, karena Sidu memang menguasai kepuasan pembeli. Beranjak kuliah, SIDU berubah, bukan lagi buku tulisnya yang kita sering pakai, tapi kertas A4 untuk ngeprint tugas-tugas kuliah hingga print skripsi.

Sudah lama banget ya? Jelas, ternyata SIDU sendiri sudah berkiprah selama 40 tahun hingga hari ini. Waw, bener-bener perjalanan panjang. Apalagi, kita bicara kertas. Benda yang sangat dibutuhkan, bahkan hingga saat ini.

Apa jadinya kalau kita ngga menuliskan sesuatu di kertas. Ide-ide tak akan bisa tertuang. Sejak jaman dulu kertas diciptakan di negeri Tiongkok, tak ada yang bisa hidup tanpa kertas dan tulisan, kecuali mau dihapus namanya dalam sejarah. Bayangkan, kalau Mozart yang tuna netra saja membuat lagu seindah not-not balok dengan coretan kertas, dan naskah proklamasi Republik Indonesia yang dicoret coret dan ditandatangani dan dibacakan oleh Soekarno dan Hatta sang dwitunggal.

kertas sidu
Menulis jaman dulu dengan tinta celup, kertas menjadi medium yang signifikan

Oleh karena itu, dalam helatan peluncuran produk inovasi baru SIDU pada 21 Maret 2017 lalu dilaksanakan di tempat yang cukup unik dan representatif. Yaitu Gedung Arsip Nasional, Jakarta dimana disana beragam dokumen yang sebagian kertas sebagai perjalanan bangsa Indonesia disimpan.

Disana juga, peluncuran produk terbaru inovasi dari SIDU, yaitu kertas baru dengan teknologi Trutone. Membuat kertas ini menjadi unggul dengan empat kelebihan dibanding kertas lain maupun kertas sidu pendahulunya. Yaitu lebih tebal, lebih putih, lebih cerah, lebih tajam.

Melalui inovasi ini, SIDU siap menjadi bagian dari “progress” kehidupan setiap umat manusia, khususnya di Indonesia. Karena SIDU merupakan brand Indonesia yang telah diakui dunia, dengan sumbangan kontribusi ekonomi yang besar dan telah dikenal dan dipakai di mancanegara.

Mr Sovan Ganguly, Head of Business Unit for Consumer Asia Pulp & Paper  mengatakan bahwa kertas telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Karena industri Pulp (bubur kertas) dan Kertas merupakan kontributor devisa terbesar ke-7 dari sektor non-migas di Indonesia. Pada tahun 2016 lalu, sebesar 3,79 miliar dolar AS disumbang industri ini. Sebagai bagian penting dari “progress” kehidupan masyarakat Indonesia, SIDU dengan antusias menyediakan dan terus berinovasi menghadirkan produk-produk berstandard internasional dengan kualitas tinggi.

Sovan Ganguly Membuka Acara

Sedangkan Martin Jimi, SIDU Consumer Business Head menambahkan jika inovasi kertas SIDU dengan TRUtone ini merupakan hasil dari riset yang mendalam dimana konsumen membutuhkan kertas yang lebih tebal, putih, dan cerah sehingga hasil cetak menjadi lebih tajam. Nah, Inovasi terbaru kertas SIDU pada hari itu-lah hasilnya.

kertas sidu
Okky Madasari (kiri), Sovan Ganguly (tengah) dan Martin Jimi (kanan) narasumber launching SIDU

Pada kesempatan peluncuran produk kertas SIDU terbaru ini, juga hadir penulis dan sastrawan, Okky Madasari yang mengatakan kalau kertas telah menjadi penanda banyak momen sejarah Indonesia, dan walaupun saat ini berkembang buku digital, tak akan kertas pudar. Sebab, dimilikinya buku digital tertentu ternyata tak serta merta seseorang berhenti mengoleksi buku. Kertas, ujar Okky, juga tak dapat dia bayangkan tak hadir dalam kehidupannya. Kertas tidak hanya memiliki peran secara fungsional, namun juga medium untuk mengekspresikan perasaan serta pikiran, tandasnya.

kertas sidu
Ini dia, kertas sidu baru hasil inovasi setelah 40 tahun. Empat keunggulan. Diluncurkan di Gedung Arsip Nasional RI, Jakarta

Jadi, mari kita sambut inovasi baru kertas SIDU yang berkualitas ini. Lebih putih, lebih tebal, lebih cerah dan hasil print menjadi lebih tajam. Sebagai pengguna SIDU, saya yakin, kertas SIDU semakin lekat di hati kita semua, sebagai medium mencurahkan ide, inspirasi, dan karya terbaik kita.

 

 

 

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.