Festival Budaya Dieng Culture Festival

festival budaya dieng
http://www.unggulcenter.org/2017/04/10/festival-budaya-dieng-culture-festival/

Festival Budaya Dieng atau bahasa inggrisnya Dieng Culture Festival pertama kali dilaksanakan pada tahun 2010, namun sebelumnya pernah diadakan acara serupa yang lebih dikenal dengan sebutan “Pekan Budaya Dieng”. Nah, pada tahun ketiga, Masyarakat lokal Dieng dan Kelompok Sadar Wisata berinisiatif untuk mengubah nama even tersebut menjadi Festival Budaya Dieng.

Tahun lalu,  Festival Budaya Dieng dilaksanakan pada 5-7 Agustus 2016 dan berlangsung sukses. Menurut Kompas, Hampir 100.000 manusia berjejal mengunjungi Negeri di Atas Awan itu baik dari dalam maupun luar negeri. Media lain memberitakan lebih dari itu, hingga 200.000 pengunjung. Semua terhipnotis antara kebudayaan dieng dengan mencukur rambut anak gimbal hingga kebudayaan modern Jazz dengan tema “Jazz diatas Awan”.

Semua homestay, penginapan, bahkan area camping ground di kawasan Candi Aruna habis di-book loh tahun lalu. Nah, tahun ini, jangan sampai ketinggalan.

Acara ini menarik, karena menghadirkan agenda seperti ini nih :

1.  Pemotongan Rambut Anak Gimbal
2. Festival Musik Jazz Negeri Atas Awan Dieng
3. Pesta 5000 Lampion Serentak
4. Pesta Kembang Api
5. Festival Film Dokumenter Dieng
6. Bakar Jagung
7. Minum Purwaceng Serentak
8. Acara Kesenian Adat Bumi Dieng
9. Pentas Seni dan Arak – Arakan
10. Pagelaran Wayang Kulit

Yup, pemotongan rambut gimbal. Ngga salah kok. Fenomena bocah berambut Gimbal sendiri merupakan sebuah fakta unik yang sudah lama di Dieng. Menjadi bagian dari budaya sekaligus “misteri”. Di Dieng, ada anak-anak tertentu yang berusia antara 40 hari hingga 6 tahun tumbuh rambut gimbal di kepalanya secara alami, dan ini perlu “ditebus” dengan dipotong rambutnya, untuk kemudian tidak lagi berambut gimbal.

festival budaya dieng

Masyarakat Dataran Tinggi Dieng percaya bahwa anak-anak berambut Gimbal tersebut merupakan titipan dari Kyai Kolo Dete. Kyai Kolo Dete merupakan salah seorang Pejabat / Punggawa di masa Mataram Islam (pada masa abad ke empatbelas)yang ditugaskan untuk mempersiapkan pemerintahan di wilayah Dataran Tinggi Dieng.

Tiba di Dataran Tinggi Dieng, Kyai Kolo Dete dan istrinya (Nini Roro Rence) mendapat wahyu dari Ratu Pantai Selatan. Pasangan ini ditugaskan membawa masyarakat Dieng menuju kesejahteraan. Tolak ukur sejahteranya masyarakat Dieng akan ditandai dengan keberadaan anak-anak berambut gimbal. Sejak itulah, muncul anak-anak berambut gimbal di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Bagi masyarakat Dataran Tinggi Dieng, jumlah anak berambut gimbal berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak jumlah anak berambut gimbal, masyarakat Dieng yakin kesejahteraan mereka akan semakin baik. Begitu pula sebaliknya.

Karena masyarakat Dieng bagian dari kearifan lokal leluhur, maka acara tersebut selalu diawali dengan ritual. Doa ritual dilakukan dibeberapa tempat, diantaranya adalah Candi Dwarawati, Komplek Candi Arjuna, Sendang Maerokoco, Candi Gatotkaca, Telaga Balaikambang, Candi Bima, Kawah Sikidang, Gua di Telaga Warna, Kali Pepek dan tempat pemakaman Dieng.

Festival buday dieng
Kemeriahan Dieng Culture Festival 2016 lalu (jualo.com)

Barulah pada esok harinya, dilakukan perjalanan (kirab) menuju tempat pencukuran. Berkelilingnya anak-anak berambut gimbal ini diikuti oleh para sesepuh, tokoh masyarakat, kelompok paguyuban seni tradisional, serta tak lupa masyarakat lokal. Tentu wisatawan seperti kita pun enjoy memfoto-foto dan mengikuti jalannya acara tersebut.

Dieng Culture Festival memang sentralnya sih soal pencukuran rambut gimbal. Namun rangkaian acara tiga hari ini dimeriahkan beragam pertunjukan seperti Jalan sehat di sekitar candi, dan meminum minuman khas Purwaceng. Beberapa gelaran seni tradisi, wayang kulit, sebagai seni tradisional, berpadu dengan pagelaran “Jazz Diatas Awan”. Wow asyik kan? Selain itu ada pula pemutaran nominator Festival Film Dieng loh!

Tahun 2017 ini, akan lebih seru kabarnya. Paling tidak, susunan acara diatas menjadi gambaran keseruan kalau kita berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng, pada momen Dieng Culture Festival atau Festival Budaya Dieng  ini. Kapan? Kapan? Yup, ini dia tanggalnya : 4-6 Agustus 2017.  Siap-siap yuk!

Comments

comments

One thought on “Festival Budaya Dieng Culture Festival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.