Harus, Benahi Ciliwung Bersama-sama! (Catatan Gathering Media & Komunitas)

https://www.unggulcenter.org/benahi-ciliwung-bersama-sama/

Ciliwung yang Legendaris

Kali Ciliwung adalah sungai yang legendaris di Jakarta. Saking legendarisnya, semua orang pasti ingat dengan.. sampah. Ya, Ciliwung adalah sungai yang membelah Jakarta dari hulu mulai Bogor hingga ke hilir mengalir ke Lautan. Ciliwung sudah ratusan tahun menjadi tempat warga jakarta beraktivitas. Foto dibawah ini adalah gambar keadaan Ciliwung di abad 19, dengan latar belakang gunung Salak di Bogor.

Ciliwung, Abad 19..

Nah dalam belasan tahun terakhir ini, banyaknya warga yang membuang sampah ke Kali dan minimnya pengetahuan warga akan pentingnya sungai bersih menyebabkan Ciliwung semakin kotor.  Juga perusahaan-perusahaan dan pabrik yang membuang limbah ke sungai ini. Ini perlu segera ditanggulangi.

Lalu Salah Siapa?

Apa perlu mencari? Apa salah bang Kumis? Salah warga yang mana? Oh, sudah bukan jamannya lagi saling menyalahkan. Yang perlu dilakukan saat ini adalah melakukan perbaikan. Dalam hal ini istilah kerennya “konservasi”. Bahasa umumnya, ya bersihin tu kali, jaga dengan segenap raga. Karena Ciliwung adalah sumber kehidupan, tak hanya bagi warga sekitar bantaran kali, tapi keseluruhan Jakarta!

Bogor 60km, Katulampa 45km… Anda berada di Ciliwung 🙂

Kalau ada ungkapan “Bogor ngirim Banjir ke Jakarta”, hmmm.. sejak ratusan tahun air dari Bogor memang mengalir sampai jauh. Saya rasa, istilah itu juga kurang tepat. Walau Jakarta secara geografis lebih rendah, siklus banjir tahunan sebenarnya sudah jadi kebiasaan kok. Artinya tak sampai menjadi banjir besar dan genangan dimana-mana. Secara alami, air itu menuju laut saja. Dan sudah ratusan tahun begitu!

Susur Ciliwung, Benahi Ciliwung

Dalam gathering media dan komunitas, tanggal 14 Juli 2012 yang lalu, para wartawan dan blogger diundang oleh Blue Bird, top of minds taxi di Indonesia untuk berkumpul ke Condet dan menyaksikan langsung usaha konservasi Ciliwung. Dalam hal ini, komunitas Ciliwung yang ada bahu-membahu dengan bermacam elemen masyarakat pecinta lingkungan, juga masyarakat sekitar kali yang peduli dengan masa depan mereka.

Tulisannya : Gathering Media dan Komunitas Blue Bird Group 2012 di Condet Balekambang, 14 Juli 2012 😀

Wartawan dan Blogger yang hadir langsung disuguhi minuman dan kue camilan khas Betawi. Kemudian ada gelak tawa dari para undangan yang menyaksikan “drama” Silat ala betawi dengan mengambil tema “jangan membuang sampah di Kali”. Lucu sekali dan menghibur para pengunjung. Yang tak kalah penting, sarat makna bahwa mereka siap untuk menjaga dan melestarikan Ciliwung.

Suasana di lokasi gathering di kawasan Condet.. Wuih di dekat Kali, kalau dirawat, udara aja udah enak ya padahal ini masih Jakarta loh!
Pertunjukan Silat Betawi yang Sarat Makna

Dari pemaparan Bang Kodir, penggiat Komunitas Ciliwung, mereka ternyata dengan ikhlas, tanpa kenal lelah mengajak jangan membuang sampah dari kali, mengedukasi masyarakat agar tak membuang sampah sembarangan. Mengadvokasi keadaan lingkungan ke pabrik-pabrik yang sembarangan. Juga menguruk dan menanam pepohonan disekitar kali. Misalnya dengan pohon dukuh (duku) dan rambutan condet yang sudah langka. Jadi, Ciliwung bisa dimanfaatkan menjadi tempat Eko-wisata.

Blue Bird menjelaskan bahwa tanpa Media dan Komunitas, maka gaungnya kurang terdengar.. jadi mari kita tuliskan! demi Ciliwung!

Kami sempat diajak menyusuri Ciliwung dengan boat dan rakit. Ternyata, Ciliwung masih ada harapan, masih bisa dibenahi. Dan itu dimulai dari diri sendiri. Selain itu, dukungan CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan misalnya Blue Bird ini patut diacungi jempol. Apalagi, bantuan blue bird kepada komunitas Ciliwung bukan “ujug-ujug” tapi memang sudah terjalin bertahun-tahun. Yang saat ini juga, adanya Wi Fi adalah fasilitas dari Blue Bird. Selain itu, saya melihat ada juga dukungan Kementrian Lingkungan Hidup (terlihat pada beberapa spanduk) dan memang, kita semua perlu bersama-sama menjaga dan merawatnya.

Menyusuri Ciliwung, Merasakan denyut nadi kehidupan di Sungai ini..

Komunitas Ciliwung sendiri semakin berkembang, semakin banyak jejaringnya. Mereka bergerak pun tak menunggu wangsit maupun dana biaya. Melakukan sendiri, merelakan lahan tanah milik mereka di dekat kali untuk dijadikan kawasan eko-wisata. Untuk menarik pengunjung dan semakin banyak orang lagi untuk menjadi peduli dan melakukan sesuatu untuk sungai ini.

Anak-anak sudah bisa mandi di Ciliwung yang saya lihat. Kata salah seorang tokoh masyarakat disana, itu bukti Ciliwung masih bisa dibenahi. Anak-anak tak gatal-gatal, karena dikawasan ini sudah mulai banyak pembersihan. Kedepannya, perlu semakin diperluas gerakan ini, agar Ciliwung kembali seperti semula!

Anak-anak Berenang di Ciliwung.. Mudah-mudahan airnya semakin bersih! amin!

Ikan-ikan yang melompat-lompat tinggal ikan sapu-sapu. Populasi ikan sudah kering, dan hanya ikan pemakan lumut dan dapat hidup ditempat “kotor” seperti ikan tersebut yang survive. Dan malah menjadi wabah. Nah, ini juga salah satu peer bagi komunitas Ciliwung. Menjadikan Ciliwung hunian bagi spesies ikan-ikan yang dapat dimakan. Hmm.. ayo kita bersama berjuang!

Selain itu, saya mendapati juga adanya CIKIBER, yaitu karang taruna sekitar yang mengajak warga untuk kreatif dengan lingkungan. Membuat anyam-anyaman dari kertas menjadi keranjang-keranjang yang selain sangat berguna, juga kuat loh. Aktivitas ini mereka lakukan dibalai-balai sambil ditemani angin sepoi-sepoi.. hmmm.. kebayang kalau di aliran Ciliwung ini dijadikan tempat yang sejuk, nyaman dan enak untuk beraktivitas..

Karang Taruna CIKIBER mengajarkan masyarakat untuk berkreasi dengan kertas koran bekas, menghasilkan anyaman yang kuat dan mudah dibuat.. sambil lesehan, angin sepoi-sepoi dan gemericik Ciliwung.. hmm..

Saya sangat berterimakasih sekali dapat ikut di acara ini. Demi hajat hidup kita bersama, mari benahi Ciliwung sekarang juga. Walaupun, mungkin, hasil dari yang kita tanam tak bisa kita nikmati dalam waktu dekat. Seperti kata Pak Haji yang kami temui di Ciliwung, kakeknya menanam pohon agar cucunya (beliau) bisa bermain-main di bawah rindang pohon. Itulah prinsip keikhlasan dan kerelaan.. spirit tersebut yang harus kita bangun, karena anak cucu kita memerlukan sungai ini, dan Jakarta akan lebih baik, dengan Ciliwung yang lebih baik!

PS : Bedanya Wartawan (foto) dan blogger.. adalah pasti ada episode narsis di setiap ulasan hehe.. enjoy my narsis pose dibawah

Menyusuri Ciliwung bersama Wartawan dan Blogger

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.