Written by

Samsara

Samsara. Hidup adalah Penderitaan. Gayung setengah air Biduk setengah air Dimanakah ku kan berlabuh? damiano unggulo (c) 1998

June 5, 2010 3
Written by

Sebuah Pantun

Biar Lacur Asal Makmur. damiano unggulo (c) 1997

June 4, 2010 0
Written by

Buat yang Satu

Buat yang Satu (kau yang tahu, kapan, dimana, pada tahun 2003) Romansa kan berlalu Manakala lirih, luruh dari bibirmu Kuberpaling pada hilang bayang satu lesung pipitku Pada satu, lirik terlirih yang akan kudengar Buatlah kuterpasung Pada hayatmu Buatlah satu kata dengan pensil udara Dingin, namun yang menghangatkan Kata itu akan menjadi helium balon gas ku, [...]

June 3, 2010 0
Written by

Aku Tidak Sanggup Lagi

Kadang kala aku akut Dalam ruang-ruang lorong relung Kadang malah aku lemas Dalam remas paru, hati, nurani, panas Merutin dan membatin Pada satu dua larik senyum Dengan sentuhan manis aksara Padaku, tentu saja Lalu ku tak sanggup lagi Tidak sanggup, sesanggupnya, sesungguhnya Tidak Kuharus, seharusnya Wajib Pantas Mampu Menjadi paduanmu, keperaduanmu. damiano unggulo (c) 2003

June 1, 2010 0
Written by

Aku Rasa, Aku Perlu

aku rasa aku perlu mata untuk memandang aku perlu cahaya untuk melihat lebih terang aku perlu nadi untuk menatapmu kupikir, aku perlu gerak bibir itu dengan sayup kata cinta tanpa terucap kurasa, aku perlu matamu untuk melihat mataku dan ia harus bicara kuperlu, aku rasa, aku perlu damiano unggulo (c) 2003

May 29, 2010 0
Written by

Mencari Tumpukan Cinta

Tumpukan cinta itu adalah puisi-puisi seorang pujangga sejak SMA.. Puisi dan sajak asal-asalan yang membuatnya disebut “norak” dan “edan”.. serta mengorbankan ratusan lembar kertas, meja kursi, bahkan dinding (maaf) toilet disebuah SMA nun jauh di sumatera. Tak terasa, lama sudah dia menghilangkan dengan paksa derita cintanya untuk diungkapkan lewat kata-kata bermakna ganda. Namun dirinya tergoda [...]

May 27, 2010 0
Written by

Apakah Aku Sampai

Apakah aku sampai Menurutmu Apakah aku sampai Dan berbaur dengan rasa Dan berpeluh gairah Apakah aku tiba Kepada cahaya temaram Yang redup itu Yang menari hati-hati bersama hembusan angin Kepada ujung labirin itu Yang berputar-putar bersama geraian gerakan Menurutmu Apakah aku sampai Pada kehendak hati Pada pergulatan akhir Dan ku tak menemukanmu Dan ku tak [...]

May 27, 2010 1

Switch to our mobile site