Beras merupakan bahan makanan pokok masyarakat asia. Khususnya di Indonesia dengan negara yang beriklim tropis sehingga pemanen padi menjadi beras sangat bergantung pada cuaca alamnya. Oleh karena itulah, beras Indonesia sangat terkenal pulen dan enaknya sebagai makanan pokok asia khususnya asia tenggara.
Dewasa ini, petani beras di Indonesia juga sudah banyak dibantu oleh pemerintah, swasta dan kelompok masyarakat sipil dalam mengembangkan usaha bisnis beras. Dengan adanya koperasi, adanya badan usaha milik desa (BUMdes) sesuai amanat UU No 6/2014 alias UU DESA, maka desa dengan sumberdaya alam dan penghasilan bertani mendapat angin segar kembali untuk bercocok tanam dengan gembira. Sehingga, pembangunan yang dimulai dari desa menjadi prioritas pemerintah. Kitapun, akan mendapatkan stok beras yang mencukupi, terlebih apabila swasembada pangan di masa panen.

Untuk memulai bisnis beras, perlu ada tipsnya juga, karena bisnis beras bukan sekedar memanen beras dari padi. Namun menjadikannya kegiatan ekonomi yang menguntungkan. Anda tak harus menjadi petani untuk berbisnis beras, karena dalam hal distribusi, bisnis beras juga menguntungkan, asal tidak melanggar peraturan, ya, ingat. Membuat toko menjual beras, dapat menjadi pertimbangan menarik karena beras bermacam harganya dan selalu dikonsumsi masyarakat.
Berikut ini tips memulai bisnis beras bagi pelaku usaha eceran beras (Warung/toko beras) yang dirangkum dari berbagai sumber.
- Memastikan pasokan supplier beras. Ketika Anda ingin membuka bisnis beras sebagai toko agen beras, maka pastikan darimana suplai beras akan Anda peroleh. Cari suplier, dari koperasi, BUMdes, maupun penyalur dari petani yang bisa memberikan harga dan pasokan yang kontinu.
- Menetapkan harga jual beras. Karena beras ada bermacam jenis, maka penetapan harga bisa dilakukan dengan benchmarking ke harga yang diterima dari suplier beras. Biasanya, ada range harga yang cocok sesuai dengan ketetapan pemerintah dan mekanisme pasar yang ada. Cari patokannya, dan samakan saja.
- Jangan mencampur beras dan membalik harga dengan beras lain. Walaupun sama-sama putih, rasa dan kualitas beras berbeda. Jangan sampai Anda salah memberikan label harga, untuk itu pisahkan jenis beras sesuai nama populernya. Siapkan kantong beras yang sesuai.
- Persiapkan modal paling tidak untuk operasional dan sewa toko jika bukan rumah sendiri. Operasional seperti gaji karyawan yang menjual, biasanya 1-2 atau diwarung sendiri. Juga penjemputan ton beras misalnya, harus perhitungkan ongkos sehingga tidak tekor.
- Belajar dari pebisnis beras lainnya yang senior. Belajar terus menerus, terutama dalam menjalankan bisnis yang mungkin sekali waktu pernah mengalami musibah dan bagaimana mengatasinya, menjadi pengetahuan berharga. Jangan jadikan pengusaha bisnis beras eceran dan suplai lain sebagai saingan. Sebaliknya, berpikir positif untuk kesejahteraan bersama-sama.
Semoga tips diatas bermanfaat, sehingga semakin sejahtera petani, semakin banyak beras yang kita bisa konsumsi dengan cukup, dan semakin meningkat perekonomian Indonesia. Yuk, yang minat, bisa bisnis beras untuk pemula.