Perpanjang SIM di Bogor tahun 2019 ini merupakan perpanjangan SIM A dan SIM C saya sekaligus, untuk yang ketiga kalinya sejak 15 tahun lalu.
Tidak banyak perubahan, mungkin soal harga perpanjangan SIM di Bogor yang ada perubahannya. Untuk prosedurnya, masih sama, artinya tidak banyak peningkatan. Sudah lima tahun gitu loh.
Masih saja saya dan pemohon perpanjangan SIM di Bogor harus menuju ke samping Polresta Bogor yang terletak di Jalan Raya Kedung halang ini.
Tujuannya, melakukan tes kesehatan dan membuat asuransi. Harga tes berikut asuransi ini 30 ribu rupiah per-SIM. Uniknya, kita ditanya juga, apakah dua-duanya mau berasuransi atau harus pilih, antara asuransi motor atau asuransi mobil.
Sebenarnya sih, ini metode untuk mendapatkan tambahan penghasilan mungkin ya dari Polres tapi ya sudah, dimaklumi, karena memang prosesnya juga cepat kok.
Surat Keterangan Sehat, mungkin bisa juga kamu bawa dari rumah dari dokter setempat, tapi dengan ke dokter “khusus” di samping Polres ini pun ngga masalah, cepat kok hanya formalitas.
Beda dengan di tempat lain mungkin, ada asuransi yang bisa kita dapatkan disana sekaligus. Asuransi motor maupun asuransi mobil yang salah satunya harus kita bayar kalau dua-duanya (SIM A dan SIM C) kita ingin perpanjang.
Syarat perpanjang SIM di Bogor ini tentu SIM lama yang ada harus dibawa. Kedua, fotokopi KTP jadi siapkan saja dari rumah ya agar tidak repot. Andainya mau fotokopi pun, dekat, disamping praktik dokter tersebut.
Setelah proses selesai, berkas akan diberikan dan kamu baru deh ke kantor Polresta Bogor ke ujung, ada tempat pembuatan SIM.
Jika belum ada surat kesehatan dari dokter, pasti kamu diarahkan ke dokter di samping Polresta. Prosesnya sudah saya jelaskan.
Masuk ke dalam, kamu langsung setor berkas ke loket pertama. Ini jangan ragu dan bimbang, langsung saja berkas ditaruh disana agar tidak disalip orang lain.
Yup, warga endonesia memang masih demen nikung antrian, so langsung gercep saja taroh berkas. Bahkan si petugas dibalik loket pun akan ngambil ngasal, jadi lihat berkas kamu jangan sampai keselip.
Kemudian kita menunggu. Agak lama, pasang telinga dengan baik. Soalnya sistemnya masih jadul. Ngga ada speaker jadi petugas akan berteriak di depan pintu memanggil sekitar 20 nama. Kan cepat tuh dia manggil nama-nama hingga dua puluh jadi dengarkan dengan khushu ya hehe.

Setelah dipanggil, masuk ke dalam ruangan dan menunggu dipanggil ke meja-meja yang ada untuk verifikasi data. Ikuti prosesnya, dengan melakukan verifikasi data dan sidik jari dipandu petugas.
Kemudian kamu akan menunggu lagi di loket belakang untuk pemotretan. Disini tidak terlalu lama. Setelah pemotretan, akan diminta untuk mengisi berkas-berkas diluar. Kalau bisa sediakan pulpen dari rumah.
UC kurang paham fungsi nulis ulang berkas-berkas ini soalnya kan harusnya sudah ada data yang elektronik dan
“online”. Menulis ini seperti mengulang saja.

Setelah tulis berkas selesai, masukkan berkas ke pintu didekatnya. Disitu kamu juga berkerumun nunggu di depan pintu ya gais. Seperti sebelumnya, sistemnya “teriakan” petugas karena ngga ada speaker, teknologi yang memudahkan sebenarnya haha..
Tunggu di pintu, dan kamu akan dipanggil ke dalam oleh pemeriksa berkas-berkas dan diminta membayar. Harga perpanjangan SIM di Bogor ini saya aga lupa, namun kemarin karena SIM A dan SIM C, saya bayar 155ribu rupiah. Ngga tau itu untuk komponen apa saja karena tidak ada kuitansinya cuma catat nama saja.

Setelah itu, proses tinggal menunggu SIM Selesai. Tunggu saja di ruangan terakhir. Disitu berkas-berkas tadi yang diisi dan distempel SIM lama juga kamu serahkan ke meja di depan.
Sekali lagi, ini random kayaknya. Jadi kamu taruh dimeja dan akan ada petugas honorer gitu yang mengambil berkas dan kemudian memanggil nama kita untuk mengambil SIM baru.

SIM sudah jadi, dan kamu bisa pulang. Jangan lupa pencet tombol kepuasan layanan. Saya sih ngga puas karena berkas saya sempat keselip dikarenakan sistem masuk berkas yang tidak berdasarkan antrian, asal comot dari loket oleh petugas.
Beberapa orang setelah saya pas antri di dokter dan masukin berkas ke loket malah sudah dipanggil duluan saya belum. Padahal, apa susahnya ya pakai nomer antrian misalnya kayak di Bank.
Oke itu saja pengalaman saya, total jenderal waktu yang dibutuhkan sih setengah hari. Harusnya bisa lebih cepat karena seperti saya yang datang pagi banget sempat disela orang dan juga lama menunggu proses, padahal kita kan perpanjang. Harusnya mudah.
Alhamdulillah saya sempat ngetwit mengenai layanan agar nanti ada perbaikan bahkan mensyen pak Walikota tapi sayang, sepertinya Walikota sudah ngga merasa perlu lagi memantau sosmed seperti saat kampanye. Jadi sudah lama dia ngga ngetwit sejak dilantik di masa jabatan walikota Bogor yang kedua. Jangan ditiru ya.
Eniwei, semoga perbaikan layanan dilakukan oleh Polresta Bogor ya untuk kedepannya. Lima tahun lagi saya akan kembali pastinya untuk perpanjang SIM di Bogor lagi hehe..
Sekarang sudah gampang banget. Asal ngikutin prosedur maka semuanya lancar. ngga perlu calo lagi deh. DI POntianak sekarang sudah one stop sevice. Jadi pelayanan satu atap. mulai dari daftar, bayar, test sampai cetak. Semuanya mudah, paling males cumanngantrinya doang sih ya. apalagi kalau rame hehehe
Hampir sama ya cara perpanjangan SIM di kota-kota lainnya juga..
Insya Allah tahun ini saya juga harus memperpanjang SIM saya Thanks infonya
suara pelanggan utk layanan publik memang harus direspon cepat, jgn hanya pas kampanye aja
Kalau sudah ada yang lupa memang saatnya untuk diingatkan, dan yang lupa jangan marah kalau diingatkan
Semoga kinerja si Polresta Bogor semakin membaik ya, aamiin
Iya buat apa ktp elektronik (katanya) serba online ya kalau buat SIM aja masih harus manual gitu.
(Oknum) Pejabat mah kaya gitu orangnya apalagi udah dua periode. Selamat tinggal masalah, boro2 mau tahu masalah “kecil2an” yang ada mikir setelah masa jabatan habis bisa jadi pejabat apa lagi ya?