Salah satu tips untuk bisa menjelajah suatu kota atau daerah tertentu adalah penguasaan medan. Halah, berat banget ya bahasanya. Tapi kita mulai dengan simpel step, yaitu baca peta sebelum berangkat. Artinya kalau teman-teman mau travel ke sebuah kota or negara, mbok ya setelah itinerary kelar, semua siap dan tiket sudah dibeli, bacalah peta. Kalau belum punya alias emang belum berangkat dan biasanya peta bisa kita minta di Tourism Information Office, tidak ada salahnya kita belajar dari Mbah Gugel. Ya, google maps bisa dimanfaatkan untuk sekedar mengerti “medan” tadi.
Selain itu, kita bisa browse kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, terutama masalah transportasi. Benar, kita ke suatu tempat dengan pesawat or bus. Tapi keliling kota, biasanya salah satu isu tersendiri. Bisa via subway, trem, kombinasi, dan bahkan sebenarnya bisa dengan berjalan kaki. Biar kita tak “terjebak” taksi yang mungkin harganya ga masuk bujet backpacking kita.
Nah, kembali omong-omong tentang peta. Menguasai peta bukan berarti kita 100% hafal dan mengerti. Dan kadang, kita bahkan gak perlu sambil berjalan, sambil baca peta. Kadang malu juga hihi.. intinya kita mesti tahu arah. Mana utara-selatan-barat-timur sehingga misalnya, kita tahu, jika saat ini kita berjalan di jalan X ini kita akan paralel dengan jalan Y jadi kalau ada “pengkolan” ke kiri kita ketemu jalan Y. Kita juga bisa menghafal ikon dan bangunan. Jika Katedral A ini disini, berarti kita musti ke arah utara dst.
Peta sendiri tak berarti secarik kertas yang kita bawa kemana-mana atau aplikasi smartphone berbasis GPS. Bisa jadi petunjuk jalan dan peta lokasi wisata yang tertempel disebuah dinding tempat tertentu. Misalnya pintu masuk areal wisata yang agak luas. Kita bisa pelajari dengan cepat. Kalau perlu tulis sedikit di notes yang kita bawa, mengenai jalan-jalan utama dan namanya serta ikon (bangunan, patung, kafe dst yg kita ingat).
Ya, paling tidak, dengan mengetahui peta, kita juga mengetahui jarak. Kapan kita mesti istirahat, kapan kita terus jalan. Kita pun bisa memutuskan kapan kita harus muter balik arah kalau kejauhan, maupun keukeuh jalan kaki walau Taksi ada disekeling kita.
Selamat membaca peta dan menguasai medan!