Akhirnya, kiriman ASUS Zen Power saya tiba. Powerbank yang sempat heboh di jagat maya karena klaim kapasitas besar dengan ukuran yang “hanya sebesar kartu kredit” ini saya terima dengan packing kayu yang rapi. Ini menggambarkan keseriusan Asus menerobos pemasaran dengan mengirimkan powerbank ini ke blogger-blogger yang tentu, akan mereview dengan independen, suka-suka aja.
Dengan mode berbeda, saya coba dokumentasikan video gress, membuka (unboxing) powerbank keren ini dari packing nya. Berikut ini video nya yang sudah saya upload juga di channel UC di youtube.
Selain video diatas, saya review juga deh secara tertulis. Soalnya ngga semua sobat UC punya koneksi yang bagus untuk menonton, juga menghemat bandwidth alias UUD (Ujung Ujungnya Duit) yang dihemat hehe.
Baiklah, penampakannya seperti dibawah ini :
Kelengkapannya bagus, selain kotak yang simpel, di dalam kotak kecil ini sudah ada buku manual dan buku garansi. Dua hal yang seharusnya ada disetiap produk yang bagus. Karena manual merupakan standard produk resmi (manual berbahasa Indonesia malah, kalau Kementerian Perdagangan persyaratkan) dan kartu garansi yang bisa membuat kamu nyaman dalam memakainya. Garansi juga menjadi nilai tambah harga jual sebuah produk. Termasuk Powerbank, selain merk dan kapasitas.
Yang kurang dari produk ini dari sisi kelengkapan adalah colokan. Tidak disertakan, namun sudah ada 1 kabel colokan USB untuk mengisi daya ke gawai/gadget kamu terutama Handphone dan juga sebaliknya, colokan standard kecil untuk dihubungkan ke daya listrik, guna menge-cas si Powerbank. Ujung USB ini harus kamu colokkan ke steker yang ada.
Kebetulan, saya mempunyai smartpone ASUS ZenPhone sehingga cocok sekali. Kelemahan Asus untuk produk smartphone nya sebenarnya ada pada sulitnya mencolok ke dalam smartphone. Lobang yang ada perlu sedikit usaha untuk lebih memasukkan ujung koneksinya. Kadang, membuat kita was-was, takut rusak. Namun disisi lain, disitu juga amannya Asus. Tidak mudah goyang.
Penggunaan sembarang powerbank akan menimbulkan was-was karena banyak colokan yang menjadi goyang karena dihajar smartphone Asus yang harus dicolok lebih dalam dan pas.
Untuk dimensi, ternyata memang benar, seukuran kartu kredit or sembarang kartu yang kita punya. Hanya saja, tidak seringan kartu. Ketebalannya pun tak seperti kartu. Wajar, karena pada dasarnya ini adalah battery pack. Jadi ketebalan 1-2 cm ini menjadi hal yang sudah pasti, kecuali teknologi yang isinya bukan battery pack.
Dari hasil unboxing dan perbandingan di video lain, dengan Powerbank Samsung original dan Smartfren original, Powerbank Asus ini paling berat. Wajar, kapasitas ekstra besar, 10050 mAh menjadi faktornya.
Warnanya yang silver membuat PB ini elegan dan enak dibawa kemana-mana karena ukuran mini-nya. Asus mengklaim bahwa dengan kapasitas ini, pengisian daya tetap tidak lama. Dan mampu mengisi untuk beberapa kali isi ulang. Tentu, dengan 1050 mAh, kamu bisa isi daya baterai Smartphone beberapa kali.
Overall, produk ini recommended. Asus ZenPower ini memang cocok dengan namanya. Bertenaga, dan dengan desain yang simpel, kokoh dan “macho”. Kesan elegan ini melekat dari Powerbank yang masih hanya tersedia di toko online ini. Selain itu, ukurannya yang compact mudah dimasukkan ke kantong saku atau tas.
Bagi kamu yang mobilitasnya tinggi, membawa Zenpower ini membuat kamu merasa “aman” karena ngga perlu khawatir masalah colokan. Minimal, sampai malam pulang or pagi esok, kamu bisa andalkan si credit card-size ini. Apalagi, kapasitas 10050 mAh ini teruji, bukan sekedar klaim tulisan saja yang sering kita temui di pasar PB. Garansi produk juga menambah percaya diri untuk membeli produk PB ini.
Kelemahannya hanya di beratnya yang lumayan, sehingga rada merepotkan. Apalagi, apabila kamu mengecas sambil menggunakan Smartphone, tentu akan kesulitan dalam membawanya dengan satu tangan. Kecuali diletakkan di meja atau tempat yang landai. Untuk harga, wah, karena saya dapat gratisan, belum bisa memberikan informasi ya. Hehe..



