Tiga Cara Mudik Asyik Bogor-Palembang-Bogor (1)

https://www.unggulcenter.org/tiga-cara-mudik-asyik-bogor-palembang-bogor-1/

Terkait dengan posting by topik atau tematik dari Blogor, saya ingin berbagi tiga cerita, mengenai perjalanan mudik. Tidak live report, hanya berdasarkan pengalaman. Saya akan mengajak pembaca menjadi bagian dari sejarah hidup saya (ceilee) dengan memberikan pengalaman berperjalanan jauh dari palembang dan ke palembang. Mohon maaf, karena keterbatasan, saya hanya bisa berbagi pengalaman seputar kota tersebut karena darisanalah saya berasal dan Insya Allah jika kondisi memungkinkan, akan selalu pulang ke sana, sungkem kepada orangtua dan meminta maaf secara langsung, tanpa perantara sms atau telepon.

Ada tiga cara yang lazim (ada yang nggak lazim ternyata hehe…) untuk mudik, yaitu dengan kendaraan pribadi atau ngeteng atau naik bus dan pesawat langsung ke Palembang. Tiga cara ini saya akan bahas sesuai pengalaman saya ya.. dan untuk tulisan pertama, saya akan cerita mengenai mudik aman dan nyaman dengan kendaraan pribadi.

Kendaraan pribadi menjadi alternatif pertama untuk mudik maupun balik. Namun dengan catatan Anda tidak sendirian. Sebab hitung-hitungan bensin, makan di perjalanan dan seterusnya lebih besar ketimbang sendirian naik pesawat pulang atau naik bus antar provinsi.

Usahakan Anda mempersiapkan kendaraan yang berkapasitas besar dan dengan model mini van, SUV/MPV sekelas Kijang, Panther, Avanza, Rush, Terios, Livina dst. Tidak juga disarankan kelas Terrano atau Fortuner karena kalau diitung, memang nyaman namun jika Anda keluarga kelas menengah, bisa tekor akibat sedotan bensin yang diatas rata-rata. Usahakan mobil dengan cc yang besar, walaupun kelas Avanza dengan cc 1000-an bisa juga karena kompresinya tinggi. Mobil sejenis Sedan kalau bisa hindari. Mengapa, karena kondisi luar kota apalagi jalanan di Sumatera berkelok dan sepi, kadang dengan sedan mobil tidak bisa terlalu ngebut dan kalau dipaksakan suka oleng/ngangkat.

Selain itu, jalanan di antar kota antar provinsi sumatera didominasi hutan tropis dan perkebunan, biasanya singkong juga pematang sawah dan semak belukar ilalang, dengan jarak rumah (pondok) yang berjauhan kecuali di area pedesaan yang sesekali ditemui. Juga kondisi berkelok yang mungkin rawan kecelakaan dan rawan kejahatan. Berbeda halnya di pulau Jawa yang lintas antar kotanya rata-rata penuh permukiman penduduk. Musim Hujan dan kondisi cuaca tidak menentu, menjadi salah satu faktor mengapa kendaraan kecil tidak dianjurkan. Terjebak lumpur, jalan rusak, kendaraan selip menjadi langganan. Jadi, mobil yang khusus untuk luar kota, mobil proyek dan seterusnya, idealnya SUV (Small Utility Vehicle)/MPV (Multi Purpose Vehicle) biasanya membuat lebih “aman” dan juga nyaman membawa barang yang banyak.

Mobil keluarga memang favorit dan mendominasi jalanan antar provinsi. Urusan menyalip dan ngebut dijalanan sepi, Anda sangat terbantu dengan mobil bermesin silinder besar. Apalagi kalau terpaksa melewati lokasi-lokasi rawan kejahatan, sedan dan sejenisnya mudah sekali dicegat oleh penjahat. Beberapa kali, aktivitas menjurus kejahatan memang terjadi. Minimal dengan mobil yang garang, bisa dihindari dan bisa langsung ngebut tanpa kompromi dengan penjahat yang mencoba membuka kaca atau menyetop mobil. Selain itu, tentu kapasitas mobil menjadi terbatas karena bagasi yang sempit. Padahal, saran saya, mudik bermobil ke Sumatera minimal di isi 4 orang biar BEP hehe..

Bawa barang-barang secukupnya. Kalau tidak perlu, jangan bawa barang diatas mobil. Jika Anda mudik sekeluarga, tempat duduk belakang bisa ditambahkan kasur diatas barang-barang (yang boleh diduduki misal pakaian) sehingga anak Anda bisa tidur dibelakang.

Karena mudik ini bulan puasa, dari Bogor Anda berangkat Jam tengah malam lebih baik, karena bisa mengejar sahur di jalan ke Merak dan bisa sholat subuh di dekat sana. Asumsinya naik kapal feri subuh atau paling telat pagi. Dengan demikian, tidur yang cukup. Jika sopir tanpa cadangan, 2 jam di kapal feri cukup untuk Anda rileks dan tidur. Ingat, harus tidur! Turun dari kapal bisa langsung lanjut. Skenario kedua, berangkat sore/setelah magrib agar tengah malam sudah sampai merak dan menyeberang. Nanti bisa sahur di sekitar Lampung.

Mengapa perlu berangkat tengah malam atau sore, karena relatif kita masih segar berkendara dari rumah. Dan ke pelabuhan merak bisa tol langsung. Sehingga risiko lebih kecil. Sedangkan apabila malam di Sumatera (lampung dan menuju palembang), lebih berbahaya karena jalanan antar kota yang rawan kecelakaan, kejahatan dan kondisi jalan yang tidak bisa diperkirakan kadang berlobang, berliku dan bisa-bisa salah jalan !

Pertimbangkan juga faktor kemacetan, biasanya antri masuk kapal di Merak karena mobil-mobil pribadi masuk ke kapal. Kadang masuk di perut kapal bersama bis-bis besar dan truk dan itu membuat frustasi. Penumpang mobil Anda langsung suruh naik ke atas dan sopir silakan tidur di mobil. Di atas, jika ingin nyaman, masuk ke ruangan VIP/Eksekutif tambah duit Rp 5000 kalau tidak berubah di tahun ini.

Kalau Anda mau usil, masuk ketika satu jam pertama berjalan di kapal sehingga bisa free hehe.. di dalam VIP lebih nyaman, AC dan ada televisi. Hanya saja, saya rasa di musim mudik saat ini, kondisi VIP sama dengan di luar. Santai saja di Kapal. Kalau perlu tidur silakan asal barang-barang diamankan. Kapal ferry biasanya 2 jam perjalanan. Kalau siang hari, Anda bisa menikmati laut dan pulau-pulau di setengah jam pertama dan setengah jam terakhir. Di tengah-tengah.. Anda akan merasa kapal ini sendirian di Lautan hehe..

Makanan dan minuman beli di minimarket yang ada sebelum tol. Atau keluar tol dan sudah menuju Pelabuhan Merak. Jangan membeli makanan dikapal karena harga bisa empat kali lipat. Angin malam bisa membuat masuk angin, jadi siapkan sweater atau jaket sebelum turun dari mobil dan menuju anjungan kapal.

Ketika terdengar bunyi terompet dari nakhoda kapal (kurangtau yang mencet klakson si nakhoda atau bukan hehe), siap-siap menuju mobil, jangan terlambat. Biasanya mobil pribadi diturunkan lebih awal dibandingkan mobil bis dan truk. Nyalakan AC mobil dan tutup semua jendela. Karena asap knalpot dan gerah sekali ketika menunggu antrian turun kapal yang dipandu petugas Pelabuhan Bakauheni. Lanjutkan perjalanan menuju Lampung.

Rekomendasi utk tempat mampir adalah restoran Simpang Raya atau restoran BEGADANG IV. Masakan padang disini benar-benar nikmat. Kemudian lanjutkan perjalanan ke Palembang. Anda perlu mampir satu kali lagi untuk sholat dhuhur dan ashar sekaligus di jamak. Lokasi paling enak adalah restoran Pagi-Sore, sudah masuk wilayah Sumatera Selatan. Biasanya sore atau paling lambat malam, Anda sudah masuk kota Palembang. Dengan mobil spesialis luar kota dan sopir yang menguasai jalan, biasanya sore bahkan siang sudah sampai dirumah.

Persiapan sebelum mudik dari sisi kendaraan perlu sebaik mungkin karena perjalanan yang lebih dari satu hari. Cek tekanan ban, kondisi mesin harus prima, dan rem juga diperiksa. Pendingin diperiksa dan diisi freonnya.

Jangan lupa siapkan lagu-lagu bernuansa ramadhan dan lebaran alias lagi rohani misalnya Opick atau album religi dari Ungu, ST12 atau GIGI agar perjalanan mudik menyenangkan dan benar-benar bersiap untuk berlebaran dengan keluarga besar di Palembang atau kampung halaman lainnya. Temani sopir mengobrol kalau kelihatan agak mengantuk. Ciri-cirinya jalan mobil tidak stabil antara ngebut dan tidak (ada rem-rem dikit atau gas kurang ditekan). Juga bisa dilihat kondisi mata sopir lewat kaca. Jika Anda sebagai sopir mengantuk, jangan malu-malu hehe.. istirahat sejenak sekitar 30 menit dan penumpang bisa memanfaatkan untuk ke toilet. Gunakan kesempatan utk melemaskan otot-otot dan kalau perlu tidur. Jangan telalu lama karena terkait dengan jadwal dan estimasi ke pelabuhan.

Selamat mudik dan selalulah hati-hati dijalan.

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

9 Comments

  1. selamat mudik yak kang… semoga mudik kali ini tidak ada pengalaman buruk dengan vendor bisnya..
    eh kali ini naik bis apa naik mobil pribadi..

  2. wah mudiknya lintas pulau ya…
    semoga lancar perjalanan mudiknya,
    bisa selamat sampai di kampung halaman,
    bisa berlebaran bersama keluarga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.