(Mungkin) Ini Cara Maskapai Akali Kompensasi Telat!

https://www.unggulcenter.org/begini-cara-maskapai-mengakali-kompensasi-telat/

Pengalaman dua kali PP naik pesawat dengan logo singa merah membuat saya ingin tumpahkan sedikit pada tulisan ringan ini. Tujuannya, agar “maklum” mungkin, hehe.

Soalnya, pembaca seharusnya sudah mulai tahu mengenai beragam kompensasi yang harus diberikan maskapai kepada penumpang apabila terjadi keterlambatan maupun batal berangkat.

Ini dia kompensasinya, silakan pelajari dan save ya!

Kompenasi keterlambatan penerbangan delay

Kecuali force majeure, maka penumpang berhak atas itu semua diatas. Perhatikan soal menit keterlambatan ya. Juga ada info hotline email  jika mau komplain.

Nah untuk praktik dilapangannya, ini dia.  Dari hasil pengalaman beberapa hari lalu, saya sebenarnya lupa, kalau maskapai ini lekat dengan performa suka telat. Ada ungkapannya, Late is Our Nature. Singkatannya tau lah.

Lupa, dengan demikian saya buru-buru berangkat dari Bogor dengan Bus Damri Royal Class yang bertarif Rp 75rb karena ketinggalan Bus yang standard dengan tarif Rp 55rb. Setelah Royal Class akan ada lagi dalam rentang waktu 20 menit, bus Damri lain yang berangkat.

Namun karena pertimbangan macet dan pesawat saya, tujuan Palembang berangkat 17.50 sedangkan jam menunjukkan Jam 2 lewat, saya naik langsung. Biasa, dari Bogor waktu harus sekitar 2,5 jam dialokasikan untuk ke Bandara Soekarno Hatta.

Tiba di check-in counter, pukul 16.30 WIB, petugas mengatakan ke saya, “sudah diberitahu ‘kan pak? Kalau ada perubahan jadwal? Jadi pukul 18.50 ”

“Hah? Nggak. Ngga ada.” Saya kaget. Saya cek SMS dan email di handphone, juga misscall siapa tau ada, nihil.

Oke, saya mengutuk sendiri saja. Sudah buru-buru naik Royal Class, beli oleh-oleh pun tak sempat (disempatin juga sih tanpa nawar ini itu langsung ambil-beli) sambil ngos-ngosan ngejar Damri reguler yang ternyata sudah pula meninggalkan saya. Walau saya yakin bahwa saya tak terima telepon, email, maupun SMS sama sekali!

Artinya, ada kecurigaan saya dengan mengatakan perubahan jadwal terbang, maka yang seharusnya delay menjadi tidak delay. Karena memang jadwal berubah!

Itu hal pertama. Masuk ke dalam, banyak sekali saya lihat penumpukan penumpang. Bahkan sampai duduk di jalan-jalan yang seharusnya dilarang duduk. Selain Maskapai yang jadwalnya acak-acakan di Terminal 1 B ini (maskapai apa coba yang ada disini hehe), pihak bandara juga hanya bisa memberi perintah tak boleh ini itu, sementara memang tak ada tempat duduk di lorong ini. Ada di dalam ruang tunggu dan di tengah-tengah yang jauh sebelum arah ke Gate.

Hingga lewat Magrib, belum ada pengumuman, kemudian muncul 15 menit kemudian. Alhasil, saya boarding ke pesawat pukul 19.30. Belum ini itu hingga berangkat sekitar pukul 20.00 WIB. Artinya, sudah 90 hingga 120 menit terlambat dari ketentuan awal pada tiket yang saya beli.  Tak ada kompensasi.

Akibat banyak delay oleh maskapai yang menghuni Terminal 1B maka banyak penumpang lesehan dijalanan padahal dilarang duduk
Akibat banyak delay oleh maskapai yang menghuni Terminal 1B maka banyak penumpang lesehan dijalanan padahal dilarang duduk

Oke, saya tiba di Palembang pukul 21.00 dan segera melakukan aktivitas selama beberapa hari di kota Pempek ini.

Pulangnya, tiga hari kemudian, makin aneh. Jadwal saya Jam 10.55 dari Palembang. Untuk itu saya jam 8.30 sudah berangkat menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Tak dinyana, setelah masuk ke dalam, dengan tulisan di tiket boarding pass pesawat akan ada di Gate 2. Segera duduk disekitar Gate 2, saya menunggu hingga jam 10.30 tak ada tanda-tanda panggilan untuk boarding. Bahkan di display tak ada info dimana pesawat saya mendarat, di gate berapa.

Saya bertanya ke petugas gate 2 dan katanya ini maskapai lain, yang maskapai saya di Gate 3. Saya ke gate 3 yang saya perhatikan dari tadi ramai rusuh. Ternyata mereka adalah penumpang tujuan Batam yang berangkat jam 7.30 WIB dan delay hingga sekarang!

Perhatikan monitor display. Itu tidak update, atau terlalu update, karena kami tujuan jakarta dan yang sedang ramai demo tujuan batam adalah maskapai berbeda dari yang ada di display!
Perhatikan monitor display. Itu tidak update, atau terlalu update, karena kami tujuan jakarta dan yang sedang ramai demo tujuan batam adalah maskapai berbeda dari yang ada di display!

Beberapa penumpang sudah mulai kesal apalagi beberapa dari mereka warga etnik keturunan tionghoa yang akan rayakan imlek di Batam.

Monitor display di Gate 3 masih tunjukkan jadwal Mskapai lain berangkat. Ditengah kerumunan orang protes, saya bertanya, untuk ke Jakarta kapan kok ngga ada pemberitahuan. Di Display di Gate 3 ini pun ada maskapai lain dengan jadwal yang juga sudah lewat, sudah ngga jelas! Mereka bilang ditunggu saja pengumumannya.

Jadi, saya harus menajamkan telinga mendengar jika dipanggil bergegas ke Pesawat. Udah, itu aja!

Sementara itu, penumpang Batam sudah ada ternyata pesawatnya, namun mereka menuntut maskapai meminta maaf melalui corong pengeras suara. Petugas di gate rada-rada enggan dan tak ikhlas kalau menurut saya. Walaupun ditambah oleh petugas, “Gong Xi Fatchai untuk yang merayakan” dan “tersedia makan di dekat gate”.

Kalau tak dipaksa dan ada yang tau soal kompensasi, penumpang dicuekin. Sebab, setelah tuntutan penumpang lah maskapai memberikan kompensasi. Bahkan sudah lewat dari 120 menit alias lebih dari 2 jam mereka terkatung-katung.

Akhirnya saya dan yang ke Jakarta duluan, mereka yang ke Batam sedang proses surat pernyataan dll gitu deh kayaknya. Tetap, perhatikan display di monitor atas, itu maskapai n jadwal ngaco!
Akhirnya saya dan yang ke Jakarta duluan, mereka yang ke Batam sedang proses surat pernyataan dll gitu deh kayaknya. Mungkin beberapa minta ganti refund sesuai ketentuan kompensasi. Tetap, perhatikan display di monitor atas, itu maskapai n jadwal ngaco!

Saya, juga terkatung-katung. Menunggu panggilan. Dan ketika panggilan datang, jarum jam sudah hampir jam 12 siang. Dari Jadwal jam 10.55 Lewat 1 jam. Tak ada apa-apa. Minta maaf, atau apapun.

Penumpang juga mungkin sudah capek, atau sudah biasa, ketika diumumkan pesawat dengan nomor penerbangan sekian tujuan Jakarta sudah mendarat dan penumpang dipersilahkan naik, dengan tertib kita semua ikut. Soal komplain, ngga tau juga berapa diantara kita yang komplain dan tau mau komplain kemana.

Jadi, itulah pengalaman saya naik maskapai satu itu. “Modus-modusnya” dimainkan, karena terbiasa telat, maka banyak delay-delay yang disamarkan, dan berdiam diri saja. Bahkan minta maaf pun susah.  Terkecuali penumpang proaktif dan tahu mengenai kompensasi sebagai hak mereka. Yach begitulah! Harap maklum!

 

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.