Melancong ke Davao, ada lagi hal yang bikin surprise. Apalagi kalau gerbang kota yang biasanya ada Lambang Durian berukuran segede gaban.
Nggak hanya itu, diperjalanan, saya juga beberapa kali menemukan orang-orang yang membawa durian ini. Misalnya pengendara motor di depan mobil travel yang saya tumpangi ini. Wow, semakin ngiler!

Tanya sana-sini, ternyata memang Davao memiliki produksi Durian yang tinggi, dan menjadi ikon kuliner buah yang populer. Bahkan, beberapa mercandise yang saya dapatkan juga berkarakter durian, misalnya kaos-kaos.
Seperti apa sih, Durian Davao?
Untuk itu, saya sengaja mencari waktu untuk mencicipi Raja-nya Buah ini.
Melihat bentuknya, wah, lumayan besar. Tapi memang nyaris sama dengan Durian yang Indonesia punya, misalnya dari Sumatra, Kalimantan. Bedanya, saya melihat durian-durian ini memiliki keseragaman secara fisik. Artinya sepertinya nggak banyak variasi antara ukuran dan juga isi-nya.

Berbeda dengan Durian Parung atau Durian Lampung/Palembang yang sering saya temui di truk pickup dan dijual pada saat musim durian, dimana kita harus jeli memilih, dan harganya pun berbeda, tergantung kualitas, disini tak banyak durian yang rada jelek. Harganya standard saja. Murah. Kualitas isi durian ini lumayan baik, walau bentuknya tak sebesar Durian Montong nya Thailand. Hampir sama dengan Durian-durian terbaik dari Indonesia.
Setelah di-buka, isinya juga padat, tidak banyak yang busuk. Semua terisi. Rasanya juga enak, maknyuss. Kombinasi antara kulit keemasannya yang padat kering, dengan dagingnya yang empuk. Bijinya pun tak besar, sedang lah ya sehingga dagingnya banyak. Komposisi yang pas kalau menurut saya. Semua isi dari durian ketika kita belah, padat dan standard semuanya pas bentuk dan ukurannya.

Walau kalau dibandingkan sih, soal rasa, tak se-prima Durian Montong. Mungkin kurang lebih rasanya, sama dengan durian Indonesia, bahkan kadang saya mendapati Durian Indonesia lebih baik.Tapi ingat, kita kadang dapat sial kalau beli durian di Indonesia. Ngga semua dapat yang bagus. Faktor keberuntungan tinggi, komendan!
Menurut saya, dari hasil icip-icip dan menganalisa #halah ada tiga kelebihan Durian Davao.
Pertama, persentase Durian yang baik sangat tinggi, jadi standard nya bagus. Tidak seperti kita yang kalau beli pun ada yang Rp 10ribu yang kecil dan gak jelas, beli-nya gambling, ada pula yang Rp 30ribu yang –juga gambling kalau beli. Sedangkan durian ini harganya sekitar 25 Ribu rupiah, karena seharga kurang dari 100 PHP.
Kedua, melakukan branding dengan kota-nya. Kalau di Indonesia, hanya mulut ke mulut deh, IMHO, ngga jadi bener-bener ikon buah. Harusnya sih bisa dioptimalkan kayak gini nih di Indonesia. Branding sebagai Capital City of Durian (in the Philippines), woh, siapa yang nyangka?
Ketiga, rasanya enak. Dengan bentuk dan komposisi yang bagus. Ini penting untuk pasar internasional sebenarnya. Jadi ukuran dan bentuk baik bentuk fisik luar maupun bentuk buah dagingnya shape-nya bagus. Warnanya juga keemasan yang mencerminkan rasanya yang gurih empuk manis khas durian.

Nah, nanti pulang ngantor atau ngampus, segera cari durian, karena kamu pastinya sudah nge-ces abis baca artikel ini! Hehehe..
1 Comment