Familia Urban merupakan dua kata yang agak asing, namun mudah sebenarnya kita coba artikan secara bebas. Familia tentu Family; Keluarga. Urban artinya Kota. Tidak salah memang, walaupun awalnya rada gimana gitu, mendengar kata ini, karena perumahan yang saya tahu biasanya bergaya-gaya nama “hill”, “bukit”, atau bunga-bungaan.
Itupun di Bekasi, sudah pasti harganya sangat mahal. Pilihan lain adalah apartemen yang memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri di dunia modern. Iya, kalau kita sebagai individu urban, single dan sibuk, apartemen mungkin cocok karena tak ada waktu untuk beres ini itu dan pekerjaan yang menumpuk.
Tapi kalau berkeluarga, punya anak, hmm, rumah tapak (landed house) adalah satu-satunya solusi deh. Sayangnya, di Bekasi yang merupakan tempat strategis bekerja di Jakarta dan sekitarnya, sulit mencari rumah tapak yang terjangkau.
Padahal, untuk tumbuh kembang anak, bermain dengan cara bergerak aktif seperti berlari mengejar bola, melompat, bermain layangan, dapat membantu mengoptimalkan fisik dan mental anak, terutama di usia balita. Suasana yang hijau, tempat untuk bersosialisasi seperti taman-taman sangat penting untuk melatih sosial-emosional anak. Juga sensorik dan motorik anak.
Inilah salah satu poin penting yang saya tangkap ketika berkunjung ke Marketing Gallery dari Familia Urban, perumahan yang berlokasi di Jalan Mandor Demang, Mustika Jaya, Bekasi ini. Pada kesempatan Blogger Gathering pada 18 Mei 2017 lalu, hadir narasumber Chrishandono Heswadhi, Manager Realty PT Timah Property dan Andris Sayoga, Sales Manager Familia Urban berdiskusi dan menjawab seputar Perumahan Familia Urban yang dikembangkan oleh PT Timah Property.
Ring a bell? Yup, Timah mungkin kita kenal sebagai perusahaan BUMN yang mengelola beberapa tambang timah terutama di Pulau Bangka dan Belitung. PT Timah Karya Persada Properti (Timah Properti) yang merupakan anak Perusahaan dari PT Timah (Persero) Tbk memanfaatkan lahan milik PT Timah (Persero) Tbk, menjadikan kawasan ini memiliki status tanah yang sangat clear.
Oleh karena itu, subsidiary dari PT Timah yang khusus mengembangkan perumahan ini memiliki senjata pamungkas. Yaitu tanah lahan untuk perumahan seluas 176 hektar dengan status paling hebat, milik sendiri! Penting, karena soal kepemilikan tanah memang masalah krusial dari pengembang (Developer). Oleh karena itu, seperti kata Pak Chris, dengan modal tanah milik sendiri, yang sudah dua puluh tahun menjadi tanah kosong di Bekasi ini, Familia Urban dapat dijual dengan harga terjangkau. Mulai dari Rp 385 juta saja. Ini rumah tapak loh, dan di Bekasi pula.

Selain itu, Pak Chris juga menambahkan, kalau konsep Familia Urban ini juga berbeda. Karena selama ini, pengembang perumahan “terpaksa” membuat konsep perumahan dengang lahan hijau untuk publik sekian persen atas tuntutan pemerintah. Timah Property, sebaliknya.
Mengembangkan Familia Urban, justru dengan senang hati menambah luas lahan hijau dan pepohonan. Pond alias danau buatan yang biasanya terletak “tersembunyi” dibelakang perumahan justru menjadi pusat di tengah-tengah perumahan. Akan pula dikembangkan berbagai wahana air untuk menstimulasi tumbuh kembang anak dan kegiatan sosial antar warga.

Omong-omong soal hijau, unik, peletakan batu pertama ngga ada loh di Familia Urban. Terus apa dong? “Penanaman Pohon Pertama” adanya. Jadi, setiap rumah wajib menanam pohon. Serta, pada 29 April lalu, bertepatan dengan Hari Bumi, PT Timah Property membuat gerakan menanam 1000 Pohon berjenis Trembesi di Bekasi.

Penanaman 1000 Pohon Trembesi ini dilakukan bertahap, dan kedepannya akan menjadi penanda penting kawasan hunian Familia Urban sebagai tempat yang adem, rindang dan hijau, ideal sebagai tempat terbaik tumbuh kembang anak. Mengelola keluarga dengan lingkungan yang bersahabat terhadap sosial lingkungan anak.
Dalam kesempatan itu, Pak Andris juga menambahkan mengenai fasilitas yang didapat dan tipe-tipe rumah dan harganya. Dengan sistem kluster, serta CCTV di tiap kluster, anak-anak juga aman bermain di lingkungan perumahan. Konsep green dari Familia Urban juga bukan pencitraan belaka. Sebab, bis komplek yang nanti akan ada, tidak masuk ke kluster yang hijau. Hanya berkeliling Jalan Utama perumahan.
Uniknya jalan utama ini melingkar di bagian luar, sehingga, kita disuguhkan konsep unik lain lagi. Familia Urban walaupun ada depan dan belakang rumah, semua ditata oleh pengembang PT Timah Property sehingga tidak ada istilah bagian belakang dan bagian depan, semua rapi dan enak dipandang.
Dengan harga mulai Rp 385 jutaan, masyarakat sudah bisa memiliki rumah berhalaman. Wajib itu sebagai syarat tumbuh kembang anak! Dari tipe yang ada, Timah Property menerapkan beberapa jenis transaksi pembelian. Mulai dari hard cash, cash bertahap, sampai dengan pola KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Untuk program KPR, Alhamdulillah Timah Properti telah berkerjasama dengan beberapa bank nasional dengan angsuran dan bunga yang terjangkau bagi masyarakat pekerja.

Pak Andris mencontohkan, misalnya untuk cluster Gayatri calon pembeli dapat membayar dengan cicilan selama 15 tahun sebesar Rp. 3.500.000 an/bulan. Untuk cluster Ganesha, dengan type 40 dengan harga mulai dari 460 jutaan, pembeli dapat menggunakan fasilitas KPR dengan cicilan 4.200.000 an/bulan selama 15 tahun.
Tipe yang selanjutnya dalah tipe 60 dan 69, tipe ini ada di cluster dharmawangsa dengan harga jual mulai dari 678 jutaan dengan pembayaran tunai. Sedangkan jika melalui program KPR untuk tipe ini harga dimulai dari 6.200.000 an/ bulan selama 15 tahun.
Saya dan yang hadir juga diberikan video informasi dimana ada anak yang sehari-hari di apartemen dengan menyiram pot kembang, ketika ayah ibunya pindah ke perumahan Familia Urban, dia bisa menyiram tanaman di halaman, bermain sepeda ke taman dan bermain sepuasnya di area hijau, tak terpatri di kamar tidur di dalam apartemen. Mengharukan loh video singkatnya.
Jadi, sebagai kawasan yang ideal untuk keluarga, Familia Urban sesuai dengan konsep hunian sebuah keluarga, terutama bagi ‘keluarga baru’ dimana membutuhkan tempat untuk anak bermain, berkembang, dan bersosialisasi.Sebuah konsep yang cocok dengan tagline Familia Urban yaitu back to “lovely house” yang mengingatkan kembali saat kita masih kecil, bertumbuh kembang di rumah tapak dengan segala kehidupan sosial bersama keluarga, tetangga dan seterusnya.
Selain soal perumahan dan kelengkapan fasilitas dan kehijauan lingkungannya, Familia Urban juga tentu “urban”. Dia strategis di dekat gerbang tol dapat diakses dari semua arah, bahkan 10 menit dari exit tol Bekasi Timur. Bukan hanya tol yang sudah ada saja, rencana tol Cimanggis-Cibitung juga dekat, juga pembangunan LRT Bekasi. Wah.

Akhir kata, kesimpulan saya dari informasi pada blogger gathering dengan Familia Urban ini, recommended! Ingat, seperti biasa pemasar property katakan di akhir acara, saya mau kutip juga, Buruan Beli sebelum SENIN harga naik!





