Es Batu di Warteg. Hmm.. Tau kan? Dari BALOK BATU ES yang dipecah-pecah yang kualitasnya kita tahu seperti apa. Yup, es balok besar yang biasanya dipakai untuk es batu ikan segar. Memakai air mentah, dan pengemasannya pun gak jelas. Digancu disana sini, dengan tanpa bungkus.
Walau begitu, biasanya di Warteg tau sama tau aja. Biasanya memakai es batu tersebut yang dipecah dalam bentuk kecil-kecil sebelum dimasukkan ke gelas pelanggan yang meminta es teh dan sejenisnya. Tidak higienis pastinya. Berbeda dengan restoran Fast Food misalnya. Mereka memiliki jenis es batu layak minum yang biasanya berbentuk silinder dengan tengahnya kosong. Jenis ini yang layak.
Di India, hmm, mungkin sama ya. hehe.. Secara India itu ya ngga jauh beda dengan di Indonesia. Tapi saya ngga bahas India gais. Yang dekat aja, di Indonesia, di Jakarta, di daerah Senayan. Tepatnya di Jalan New Delhi. Jalan kecil persis disamping Kemdikbud dan FX Sudirman, berjejer pula pedagang kaki lima. Biasanya kan kita asumsinya es batu model ini yang dijual. Namun kali ini, berbeda. Saya melihat es batu restoran loh yang mereka pakai.


Selain bersih, mungkin karena ada aturan tertentu, maka penjual kaki lima berbagai minuman ringan dan makanan ini juga memiliki kantong sendiri untuk sampah.

Nongkrong bersama para supir taksi, Office Boy, Sales man, Gojek dan satpam dengan menu murah meriah. Bersih pula. Apabila mencari tempat sekedar minum atau membeli penganan kecil, dan berada disekitar Sudirman, maka tempat ini cukup lah untuk sekedar duduk di trotoar melepas lelah.