Belakangan ini, saya sibuk cari kabel ini. Hal ini karena mulai dari laptop hingga beberapa gadget menyediakan slot HDMI
namun untuk menyambungkan ke TV jadul yang hanya punya colokan RCA atau AV yang berupa 3 colokan yaitu Kuning, Putih, dan Merah, perlu kabel kan?
Memang, kebanyakan laptop colokan yang ada adalah HDMI dan kebanyakan TV atau monitor lama adalah RCA ini. Pun juga berbagai console games biasanya kabelnya AV atau RCA yang biasanya kita kenali dengan tiga jack berwarna putih, merah, dan kuning ini.
Tak dinyana, banyak yang jual kabel yang pangkalnya ke HDMI dan ujungnya RCA atau biasa dikenal para gamers sebagai AV. Tentu dengan beredarnya kabel ini akan memudahkan pengguna. Wah, siapa yang ngga kepingin TV jadulnya tetiba menjadi TV yang pintar alias smart city dengan layar laptop disana, nonton film dengan layar lebar dan juga berbagai device yang bisa ditampilkan di monitor.
Tadinya saya tertarik, apalagi dijual di berbagai toko online dengan harga yang murah. Namun variasi harganya bikin curigation. Mulai Rp 30rb hingga Rp 100rb. Gambarnya sama semua, kurang lebih.
Tapi ternyata, semua hanya akal-akalan penjual. Bagaimana mengetahuinya? Saya melakukan sedikit riset kepuasan konsumen di internet untuk produk ini, hasilnya, semua tidak puas karena tak bisa digunakan. Di youtube, juga ada video hoax nya. Selain itu, mencarinya di toko pun sulit. Dan biasanya, penjual mengambil barang dari cina dan kemudian menjualnya.
Akhirnya setelah tanya sana sini dan juga googling, kabel beginian ternyata hoax. Gak berfungsi! Kenapa? karena HDMI untuk audio itu jenisnya Digital, sedangkan RCA di TV jenisnya Analog. Jadi, tidak akan bisa “nyambung” kalau sinyalnya tidak dikonversi. Artinya, kita butuh equipment DAC (digital to analog converter). Nah, kalau yang ini banyak yang jual. Harganya dari Rp 150ribu hingga Rp 250ribu.
Ada info lagi, jika ada jack 3.5mm di laptop, maka jack yang sinyalnya analog ini bisa tuh ke RCA. Tinggal cari kabel yang sesuai dengan ujung RCA.
So, jangan tertipu beli kabel yang ujungnya langsung RCA. Bukannya bisa, malah uang kamu hilang. Dan you know what? Para penjual toko online tetap menjualnya dengan alasan BANYAK YANG MAU BELI. Jadi demand nya tinggi, so penjual cari, kebetulan dari negeri tiongkok banyak yang jual. Bahkan di sebuah toko online, jelas-jelas disebutkan BARANG INI DIKIRIM DARI LUAR NEGERI (baca : dari Cina).
Dan pembeli pun, setelah saya cek, semuanya kecele, tidak bisa digunakan. Namun karena harga murah, maka mereka ‘ikhlas’. Penjual pun tidak merasa salah, karena memang sudah ada statement bahwa “kami hanya jual, tidak menge-test”. Jadi, kesimpulan saya, jangan coba-coba beli kabel ini!

Nah, kalau kamu jeli, sebenarnya seller ngga salah juga sih. Selain tidak mencoba, seller juga menjelaskan kalau fitur nya hanya transmit ANALOG ke ANALOG. Jadi device kamu ya analog pula. Walaupun rada absurd juga sih, setau saya HDMI digital, jadi nyarinya susah. Kalau emang punya koneksi yang tak perlu dikonversi, ya bisa sih logikanya. Tapi kebanyakan gagal! Okelah, mungkin di Cina sana berhasil kali ya, tapi faktanya di Indonesia 100% hasil riset online saya menyatakan gagal.
Namun kebanyakan memang tak ambil pusing karena harganya yang terbilang murah dan KERIBETAN transfer balik membuat pembeli “legowo”. Apalagi sudah disebutkan TIDAK ADA GARANSI. Disatu pihak, penjual tambah HAPPY. Karena barang kejual banyak, muter duit-nya. So, makin banyak juga penjual-penjual online yang menawarkan kabel HDMI to RCA atau kabel-kabel lain sejenis dengan harga kompetitif.


Solusinya, kamu perlu converter. Harganya sudah mulai murah. Serta beberapa desain yang outputnya pun bisa banyak. Ada yang benar-benar komplit box nya harganya lebih mahal. Kalau yang mini tentu lebih murah. Intinya, box converter HDMI to RCA atau AV2HDMI kamu perlukan.
Saya sendiri akhirnya beli converter mini yang warna putih, dan berhasil. Belinya ngga online, langsung di toko. Harganya ternyata lebih murah, Rp 150.000 sedangkan display price online mulai dari Rp 160.000 hingga Rp 550.000 belum ongkos kirim. Jadi, yuk cerdas dalam berbelanja!



Bermanfaat sekali informasinya. Terima kasih udah share
sama-sama. penting biar diketahui. soalnya karena “murah” jd banyak yg beli. Gak berhasil, yaudah iklasin aja. Padahal penjual liat peluang itu!
“kami menyediakan barang ini karena barang ini tersedia di pasaran dan karena permintaan pasar”
jujur ya 😀
hahaha.. iya disclaimer wkwkwk
Untung diingatkan. Kalo gak banyak yang ketipu nih. Eh jangan-jangan udah ada yang ketipu.
banyak pak alris yang ketipu. Tapi karena diawal penjual dah wanti-wanti trus ga ada garansi, jadi ya dianggap pembeli gak ketipu. hehehe..