Hai! kali ini saya akan cerita soal kegiatan saya loh. Nah, inti dari pekerjaan saya adalah Memproduksi. Sebab, pekerjaan digital alias online saya berhubungan banget dengan produksi. Jangan pikirkan produksi barang ya, tapi ini produksi ide, dan menerapkannya di semua tulisan saya.
Yup, saya kan blogger, dan jurnalis lepas di beberapa media online. Jadi saya menggunakan dua otak, yaitu otak kita sendiri yang punya kemampuan beyond dan akan kreatif jika di-trigger oleh sebuah suasana (akan saya jelaskan lagi ya) dan otak “senjata pendukung” saya, yaitu Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor dari sebuah laptop. Mesti itu. Ini nih ceritanya.
Memproduksi dan Kreativitas
Soal Produksi, saat ini kita sudah masuk ke era Prosumer. Artinya, kita, nggak hanya mengkonsumsi media, namun juga memproduksinya, sekaligus. Era ini memang erat kaitannya dengan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ya. Internet. Jadi, ketika kamu browsing ke Internet, alangkah baiknya dibarengi dengan aktivitas memproduksi. Mencari informasi, sekaligus memproduksi informasi.

Ya, prosumer ini memang bukan pekerjaan, namun bagi saya, jadi pekerjaan. Karena ini terkait dengan kreativitas seseorang. Soal kreativitas, memang tak ada pakem yang pasti, saklek. Itu semua dipelajari melalui beragam metode, cara dan pengalaman. Artinya, kamu bisa kreatif, asalkan kamu MAU kreatif. As Simple As That.
“Tipsnya bagaimana kakaa.. saya masih bingung”
Hmm.. kalau teorinya, menurut ahli seperti Zimmerer (1996: 53) ada tujuh langkah. Mulai dari (1) persiapan, (2) penyelidikan, (3) transformasi, (4) penetasan, (5) penerangan, (6) pengujian, dan (7) implementasi. Beda lagi dengan proses kreatif yang dirumuskan Wallas, yaitu yang mengatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap yaitu: (1) persiapan, (2) inkubasi, (3) iluminasi, (4) verifikasi.
Praktiknya, bisa berbeda-beda, dan kasuistik.
Maksudnya, kamu akan melakukan alur tersebut, tanpa kamu sadari. Dalam bentuk berbeda-beda. Ya, basis teori memang ngga bisa kamu remehkan ya. Karena itu alur berpikir dan berdasarkan pengalaman yang ngga singkat dalam memahami fenomena kreativitas. Lalu, kamu tinggal lakukan cara kamu. Ya, cara kamu. Itu praktiknya.
Saya punya proses kreatif yang mungkin beda dengan kamu, misalnya, saya mencari sebuah “Suasana”.
Suasana yang bagaimana? Yang nyaman, dan enak agar otak kita bekerja untuk memproduksi ide-ide dan menuliskannya (blogger dan jurnalis gitu loh). Mungkin berbeda, kamu bisa brainstorming bareng orang-orang yang kamu anggap bisa memberi masukan, untuk, misalnya, proyek sosial kamu. Prosesnya bisa beda kan?
Kalau saya, mempunyai tahap seperti ini nih. Formulasi ide melalui penciptaaan suasana yang menunjang, dengan ditunjang sarana prasarana yang mendukung. Itu aja. Satu baris kalimat yang menggambarkan proses kreatif saya. Setelah itu “dapat” tinggal action. Mengalirlah produksi tulisan itu.
Senjata Kreativitas dan Produktivitas
Kira-kira begini. Sesuai tagline diatas. Saya akan cari waktu terbaik untuk memproduksi (sederhananya, ngeblog.) Kamu bisa ke-Kafe, bisa mengurung diri di kamar, atau bahkan mengetik di keramaian. Yang mana yang membuat kamu bisa menumpahkan ide di kepala dengan lancar. Saya, ketika bertemu dan mengasuh dengan ke-dua bocah perempuan ini. Anak-anak, di rumah.
Contohnya ini, waktu itu saya sedang ada pekerjaan untuk sebuah brand cokelat. Eh, Jessica yang belum berumur satu tahun ikutan “membantu” sehingga saya malah bisa kreatif, memanfaatkan apa yang dia kerjakan sebagai bahan tulisan.

Bahkan, saat bersama Jessica, antara saya dan laptop sudah jadi permainan kami sehari-hari. Jessica ikutan bermain laptop dan melancarkan ide-ide saya. Sejak beragam jenis laptop, hingga yang kecantol dari tahun 2013 hingga sekarang, si ASUS X201 EP . Laptop proletar tapi kemampuan lumayan dengan Intel Celeronnya.

Saking eratnya hubungan Jessica dengan (laptop) ayahnya, ketika di sebuah pusat perbelanjaan, dia langsung menuju barisan laptop dan mencoba keyboardnya. Semua ga puas katanya. Entah, apa kekuatan keyboard ASUS, karena Jessica sepertinya tau karakter keyboard ASUS. Lebih enak gimana gitu. Jarinya sudah terbiasa.
Jadi, dengan senjata saya tadi yang “menunjang”, yaitu laptop dan smartphone, mulailah saya mencari tahu soal apa yang ingin saya tulis. Browsing, buka Youtube. Nonton sambil cari ide. Tak jarang, ide itu muncul dari si Jessica. Dia menggambar sesuatu, dan menjadi ide gambar. Bahkan, sebagai inspirasi, ada loh Ayah yang membuat animasi dari coretan gambar anaknya!
Ini yang akan saya lakukan kemudian. Sudah banyak gambar Jessica yang jadi inspirasi. Bahkan sudah ditempel di dinding. Saya membutuhkan memang, prosesor Intel yang paling rendah Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 untuk mewujudkan semuanya. Ulang tahunnya yang ke 6, baru saja di Januari ini, menjadi inspirasi kreativitas saya.

Aktivitas berikutnya, mengedit, dan meng-upload hasilnya. Ke Youtube, untuk menjadi inspirasi orang lain. Timbal balik kan? Itu prosumer namanya. Tak jarang, kita perlu mengedit dengan software trial yang cukup rumit, untuk membuat video blogging. Semua membutuhkan kecepatan otak dari laptop. Intel Core paling tidak i3 yang harus dipunyai. Plus, RAM, menjadi salah satu daya dukung prosesor si otak ini.
Inilah pentingnya prosesor si otak kedua dalam proses kreatif.
Yang paling mumpuni, tentu Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor. Sebab, tak seperti otak manusia yang meng-upgrade sendiri setiap kali bertemu pengalaman, komputer membutuhkan upgrade “manual” dari kita untuk laptop kita. So, cari yang terbaik dan latest technology.
Kreativitas dan Produktivitas : Antara Dua Otak
Memang, Saya dengan laptop ASUS X201 EP selama ini memang bermanfaat. Ini versi murah meriah dari ASUS. Prosesornya Intel, walaupun masih Celeron. Minim banget. Gapapa, yang penting bisa dipake, nggak berat, dan bisa saya bawa bolak-balik.
Soalnya kadang saya harus menemani anak main, pas ibunya belum pulang. Lalu, bisa balik lagi ke meja kerja jika ada yang perlu diperdalam. Bolak-balik. Namun selain saya menikmati sebagai proses kreatif, juga dengan dukungan laptop ASUS ini saya dapat menjalankan semua dengan lancar.
Kadang, langsung on-the-spot saya memfoto dua bocah ini. Satu lagi ketawa, satu dengan gaya “model majalah sampul” malah saya jepret-jepret. Malah bikin tulisan saya makin “hidup” loh. Hmm mungkin kalau kamu, punya adik kecil, ibu, hewan peliharaan, bahkan benda favorit yang bisa merangsang kreativitas. Misalnya memfoto mereka, dengan produk yang kamu sedang ingin ulas. Menarik kan?
Tuh kan? Kreatif bisa dimana aja tergantung kamu. Tinggal, mengolahnya nih. Laptop ASUS saya, memang pantas jadi pahlawan selama ini. Selain mobilitas tadi, juga daya jelajahnya baik, ketika kita browsing.
Saya 80% browsing di Internet, mencari gambar-gambar, kemudian kalau sedang ada keinginan membuat video blogging, juga membutuhkan laptop yang mumpuni. Sekarang, otaknya harus di-upgrade. Nah, ini, menurut saya, kelemahan dari laptop ASUS saya yang sekarang. Apa daya, untuk meng-upgrade Laptop saya masih perlu mengumpulkan uang.
Memangnya, seperti apa yang saya butuhkan?
Konektivitas, portabilitas yang lebih baik, aplikasi dan sistem operasi legal, prosesor dan RAM yang mumpuni untuk aplikasi yang berat, kapasitas penyimpanan yang besar. Kesemuanya itu, dengan harga yang terjangkau dan masuk akal.
Nah, punya saya saat ini, dulu, lumayan cukup. Sekarang sih sudah agak ngos-ngosan. Apalagi intensitas ngeblog, ngevlog dan membuat konten yang mulai ribet dan banyak. Untuk itu, saya mestinya upgrade senjata ini. Yup, saya bilang upgrade, karena masih ke merk yang saya selalu pakai. ASUS.
Memangnya kenapa dengan otak Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor ?
Ketiga Prosesor andalan Intel ini memang adalah generasi terbaru. Terutama pada Core i5 dan Core i7 yang sudah memiliki teknologi Intel® Turbo Boost Technology 2.0 . Sedangkan perbedaannya, gampangnya sih Core i3 untuk segmen pemula, Core i5 untuk menengah dan Core i7 untuk kelas atas dengan harga yang juga berbanding lurus. Intinya, untuk performa prima, gunakan minimal Core i3 dan kalau bisa (dan punya bujet lebih) langsung aja ke Core i7 yang paling canggih diantara tiga bersaudara ini.

Spesifikasi ini, menurut saya dimiliki oleh ASUS. Teknologi yang ciamik dengan pengalaman pengguna seperti saya yang dari dulu puas. Mengapa harus pindah? Setelah mencari tau sana sini dan menyesuaikan, salah satunya yang pas sebagai replacement untuk laptop saya adalah ASUSPRO B8230. More or less, karena beberapa spek sangat cocok untuk aktivitas saya. Terutama untuk otaknya, minimal Core i5.
Otak si ASUSPRO B8230
Coba tengok, ini apa yang ada saat ini, dan perbandingannya dengan ASUSPRO B8230 yang saya pilih setelah mempertimbangkan macam-macam. Terutama apa yang saya butuhkan “minimal” dan bujet yang saya punya “maksimal”.
Tampilan Fisik ASUSPRO B8320 ini sudah cocok sebagai pengganti. Kokoh sekaligus elegan. Bentang layarnya 12 inch. Cocok dengan keinginan saya. Laptop yang sekarang sama, 12 inch dan cocok dengan mata saya. Tambahan menarik, sudah dengan OS Microsoft Windows 10 yang terbukti andal.
Laptop sekarang sih masih Windows 7. Itu pun melalui skema I-MOVSES (IPB Microsoft Open Value Subscription) yang saya peroleh dengan harga Rp 50 ribu rupiah saja. Khusus mahasiswa. Karena, ASUS X201 saya ini ketika dibeli, memang hanya menyediakan sistem operasi DOS saja. Intinya, harus menginstall OS sendiri dan beragam aplikasi.
Portabilitas, bagus.
Ringan dan saya yang bolak-balik nenteng laptop dari main sama anak, balik ke meja depan kemudian bawa ke kasur untuk menyelesaikan pekerjaan bisa dengan mudah.
ASUS Business Manager
menambah kemudahan bagi saya melakukan beragam setelan seperti memperbarui BIOS, melakukan backup dan recovery file, menghidupkan fitur HDD protection dan lainnya. Sebelumnya, rada repot, musti restart, recovery mode, setting bios manual kalau ada yang ngga ke-detect dan sebagainya.
Nah ini yang paling penting. Prosesor.
ASUS x201 saya sih sudah Intel, keluarga prosesor tercerdas saat ini. Tapi masih Celeron, karena memang dulu saya tak punya cukup uang. ASUSPRO B8230 dilengkapi dengan prosesor dan kartu grafis terbaru yakni Intel® Core™ i7-6500 Processor atau seperti Intel® Core™ i5-6200 yang merupakan generasi keenam atau yang disebut dengan Intel Skylake. Mantab. Gak bakalan nge-lag nih atau kesal menunggu upload dan transfer data, atau rendering video lagi.
Mengganti dengan ASUSPRO B8230 ini adalah proses saya meng-upgrade. Jadi ASUS yang sekarang mestinya dijual, beli baru. Ganti otak, ganti pula laptop. Nah, untungnya, ASUSPRO B8320 ini memiliki fitur penting bagi saya. Kemudahan upgrade!
Wow. Ini namanya cerdas bisa belajar terus. Yup, kompartemen di bawah bodi mudah dibuka, dan kita dapat mengganti kapasitas hardisk, memperbesar RAM dan mengganti batere!


Soal batere, saat ini laptop saya paling tahan 1 jam lebih sedikit. Sudah mulai tua. Nah, ASUSPRO B8230 ini memiliki batere 3 cell berjenis Li-Polymer yang membuat daya tahan penggunaan tanpa listrik lebih lama.
Storage berkapasitas SSD (Solid State Drive) yang tidak rentan benturan dan bad sector sudah terpasang sempurna pula. SSD juga memroses Read dan Write dengan cepat. Ditambah RAM 4GB yang sekarang saya juga sama, maka performa ini akan ciamik banget. Yakin saya!
Oke, itu kebutuhan “Senjata” ASUS saya. Belum lagi, kebetulan saya ASUS banget sih, Smartphone pun memakai merk ASUS hehe. So kombinasi dua gawai ini menjadi senjata untuk saya beraktivitas membuat kreasi dan produksi konten dengan baik.

Kreativitas Ala Kamu
Ingat, dukungan senjata ini memang mutlak, namun seperti tips saya, masalah kreativitas masalah bagaimana kamu membuat suasana menjadi kreatif dan produktif. Proses penalaran yang dibantu dengan laptop sambil dua otak berpikir.
Bagi saya, kreatif itu sama dengan menalar semua kejadian dan menjadikannya bagian dari input untuk produktif.
Ini terkait dengan momen, lingkungan, keadaan yang kita lihat. Bisa kita kreasikan dari sana. Nggak melulu harus desain grafis yang cantik. Kalau itu kriteria kreatif, Saya, kamu, yang walaupun laptopnya sudah sangat-sangat baik dalam kecepatan produksi dengan otak Intel yang sangat cadas, akan terhambat.
Belajar desain grafis memang perlu. Namun juga diingat, Software desain grafis kamu haruslah bebas bajakan. Coba deh cek. Berapa harga kamu beli beragam software Adobe, Corel dan lain-lain itu. Laptop saya, Alhamdulillah sistem operasinya legal. Laptop baru saya, mesti dengan sistem operasi nih kayaknya, karena dengan demikian saya bisa lega berkreasi tanpa takut. Lagi-lagi, itu ada di ASUSPRO B8320 ini yang telah dilengkapi Microsoft Windows 10 yang terbukti andal.
Mari berkreativitas, ala kamu sendiri.
Nggak usah memusingkan dan “pundung” apabila hasil “kreasi” orang lain penuh grafis yang menawan. Mereka memang punya gaya sendiri. Pun sudah biasa menang lomba blog atau pembuatan project grafis dari klien dan seterusnya. Their style, their rizqy kok.
Saya, lihat saja tulisan ini, ngga dibekali “senjata” grafis. Hanya sekadarnya. Konten yang bercerita. Namun amunisi saya, konten yang saya dapat melalui kreativitas “lingkungan” dan eksplorasi pengalaman. Dengan melihat aktivitas anak-anak saya, dengan menonton video youtube, dengan membaca situasi.
Sedikit edit dengan tools yang ada di laptop. Tergantung audiensnya, grafis dan animasi bisa menghambat malah, kalau membaca di mobile device kok. Kisah yang dicari kadang inspirasional bukan animated dengan laptop. Kalau audiens kamu seperti saya, pengguna perangkat mobile, well, cukup edit sedikit aja ya grafisnya. Perkuatlah dikonten video yang bagus n simpel. Mungkin beda-beda sih, seperti saya bilang, ini semua ala kamu kok.
Terakhir, saran saya, soal laptop tadi, saya percaya ASUS sejak lama. Dengan dukungan laptop yang dari keuangan yang saya mampu, yaitu minimal dapat meng-upgrade ke ASUSPRO B8230 (atau tipe lain jika bujet saya ternyata ngga cukup, yang penting ASUS berotak INTEL Core) maka proses kreasi dan produksi saya akan semakin sempurna. Dukungan lain, adalah dua anak saya yang senantiasa di dekat saya ketika proses kreasi itu dimulai. Kalau dukungan kamu?

—–
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.
Lengkap banget nih Papa Jessica, sayangnya saya mungkin yg termasuk kurang kreatif. Xixixiix saya punya laptop asus tp ga inget type dan spechnya apa aja. Main pake pake aja sih. . coba kalau paham. . pasti lebih kreatif dunk ya. .
coba iseng-iseng mba klik ikon Windows, cari tulisan COMPUTER, klik kanan, paling bawah ada PROPERTIES nah klik. Tada! keliatan spek Laptopnya mba loh. Liat otaknya Intel Core apa bukan ^^
Saya suka “like father like daughter”. Kalau mau upgrade saya boleh nih konsultasi sama mas hehe
hihi.. boleh mas!
jadi tambah loyal aja sama asus,
yess!
weew, inspirasi baru dan dari baca sub bab tulisannya ajha udah termotivasi untuk jadi kreatif. semoga
amin mas theo!
Cuma notebook asus nih yang blm saya punya. Mudah2an nanti bisa kesampaian ya dpt notebooknya. Biar ngeblognya tambah kreatif.
Dulu saya pakai notebook Asus buat menemani proses perkuliahan, buat bikin tugas dan tentunya skripsi. Mantap kerjanya. Meski masih versi jadul, tidak secanggih Asus Pro yang Mas Unggul review ini.
iya yang ini canggih, otaknya cerdas
Foto dedeknya sama kardus coklat bikin salah fokus, lucuuuuu bangeettttt! Dedeknya menginspirasi ya 🙂
Emang bener sih inspirasi sebenarnya selalu ada di sekitar kita, hal-hal yang dekat dengan kita. Ditunjang dengan alat yang memiliki performa bagus tentunya akan menghasilkan sesuatu yang sangat wow. Penjabaran proses kreatif yang asyik!
iya dari dulu sampe skrng jadi sumber inspirasi hehe
Wah… informasi komplit dan membuat mata terbuka. Jadi memang perlu perjuangan memadukan antara alat dan otak. Keren mas
trimss mas eko
Wuih keren..smartphone dan laptopnya ASUS semua 😀
BTW, ini Jessica eksis nemenin ngeblog dari masih kecil sampai udah bisa ngelaptop sendiri ya~
hihi iya, dari laptop2an sampe ngelaptop bekas Ayahnya hehe.. ke Mal juga paling suka nyobain laptop (ngetik2 keyboardnya)
Kalau saya gak bisa bngeblog kalau pas sama krucil mas hehe
Gud lak lombanya mas 😀
haha.. saya bolak balik bawa bawa laptop hihi
Tulisanya lengkap banget. Setuju kalau kreatitivitas juga harus ditemani gadget yang mumpuni ya, Mas.
Aku betah banget pake ASUS.
hooh sama mba Dian hehe
sy jg ngefans sm asus dr dl..bahkan cukup fanatik klo soal handphone..merek taiwan yg serius klo bicara fitur sesuai kenyataannya..sesuai hrga ngasihnya pun serius kualitasnya n no tipu2, beda dgn produk china kbanyakan yg cm mntingin spek lbh tinggi tuk mnarik konsumen tp kualitasnya minim..slh satunya bs trlihat dr kualitas kameranya. nice article..nice sharing..bravo UC!
bravo UC hihi
Sebagai blogger punya laptop yang mumpuni itu harus Kalau tak boleh dibilang kewajiban. Dengan Asus banyak pekerjaan yang bisa diringankan. Selamat Mas
Lengkap banget ulasannya, memang untuk bisa menghasilkan sesuatu yang kreatif harus didukung oleh ide dan cara berpikir yang kreatif juga. Dan khusus untuk kebutuhan hardware, ASUS telah memiliki standar khusus sehingga bisa digunakan oleh siapa saja termasuk para Blogger Indonesia. Semoga sukses Bro, semoga menang ya. Amin… 🙂
Tulisan yang keren
Istilah ProSumer baru saya baca dan tau dari artikel ini
Good luck Mas Unggul
trims smoga terinspirasi mas agung ^^
Yup. Setuju nih mas unggul. Proses kreatif itu dari banyak sisi ya, momen dan lingkungan. Ga melulu tentang desain grafis… dan untuk kreatif bisa dapat dari mana saja. Kalau ditunjang senjata canggih seperti ASUs ya pasti hasilnya jadi makin kreatif ya..
sepakaaat!
Setuju nih mas unggul. Proses kreatif itu dari banyak sisi ya, momen dan lingkungan. Ga melulu tentang desain grafis… dan untuk kreatif bisa dapat dari mana saja. Kalau ditunjang senjata canggih seperti ASUs ya pasti hasilnya jadi makin kreatif ya..
yuuup smangaaat!
Informatif banget bahasanny , thanks
makasih mba raaaaiii
Wow ! Pemaparan yg mengesankan. Asus bagus. Saya pakai Asus sampai sekarang masih awet
mantap, keren
Gw kok ngak paham antara core – core itu, dulu beli laptop cuman ngepasin budget aja hehehe. Btw tapi kalo ram dah 4 G mah manja yaaa, gw dulu pake ram 1 G trus lemot dah akhir nya nambah 2 G jadi total 3 G alhamdulillah lancar jaya
Wow, keluarga ASUS banget bro hehe
Mantap mas bro… kereeennn
Wow keren ya asus, ga salah pilih produk asus dr kmrn pake laptopnya skrg hp jg pake asus!