Pengalaman Mengganti Lampu dengan Bohlam Led Philips SceneSwitch

https://www.unggulcenter.org/pengalaman-mengganti-lampu-dengan-bohlam-led-philips-sceneswitch/

Saat ini, lampu memiliki bentuk dan jenis yang beragam. Dulu waktu saya kecil, lampu bentuknya neon panjang. Sekarang, hampir semua berbentuk tornado. Selain itu, bentuk lampu bohlam biasanya hanya untuk tempat-tempat sempit dan kecil yang minim penerangan. Sekarang, lampu bohlam bahkan dapat menerangi area yang luas, apalagi dengan teknologi LED.

Aha, bicara teknologi ini, pilihan saya dan keluarga, tentu Anda semua memang Lampu PHILIPS. Sejak dulu lampu-lampu philips sangat terang. Selain terang, tahan lama alias tidak mudah rusak. Bener kan? Tapi memang harga ngga semurah lampu lain. Apalagi lampu refurbish atau apa istilahnya, yang rusak, dibenerin, dijual lagi. Daya listriknya besar (tagihan akan besar) dan juga ngga tahan lama. Bahkan dibeberapa jenis lampu, rentan terbakar dan timbulkan kebakaran. Amit-amit.

Survey Alasan Memilih Lampu dari IPSOS
Ini nih, alasan orang Indonesia mengganti lampu menurut penelitian dari IPSOS Mei 2016 dari Philips Lighting Hue. Sebagian besar dikarenakan lampu pecah, dan tidak memiliki cahaya yang cukup. Masuk akal ya.

Sedangkan jika orang Indonesia membeli lampu, pertimbangan utamanya, sekitar 71% adalah konsumsi energi dari lampu. Yup, kita lihat berapa sih konsumsi watt lampu ini. Baru yang kedua soal teknologi yang digunakan lampu. Tentu, kita lihat, ini lampu energy save ngga, menghemat nggak, punya kemampuan seperti apa.

Nah, survey ketiga, soal lampu seperti apa yang ingin dibeli, selain fungsionalitas diatas. Jawaban responden untuk Ruang Keluarga adalah 70% membantu saya untuk merasa betah dirumah. Sedangkan untuk Kamar Tidur, 69% membantu saya untuk merasa dirumah. Ampir mirip ya?

Persis, kisah kami dengan Lampu Philips. Berdasarkan itu sih, tapi konsekuensinya, dibayar dengan tagihan yang mahal hihi. Loh bener. Lampu ruang tengah, 32 WATT Daylight Saving padahal. Lampu kamar, Philips 15 Watt. Semua lampu ini jarang dimatiin, karena kalau ruang tengah tanpa lampu, lumayan gelap. Kamar juga jadi ruang kerja sehari-hari jadi jarang banget dimatiin. Jadi dengan Philips saya merasa cocok untuk bekerja dirumah dan merasa betah dirumah. Lampunya cukup terang dengan watt yang pas.

Memasang Lampu Philips Bohlam LED

Alhamdulillah, pada 21 September lalu, Philips Lighting luncurkan rangkaian bohlam Philips LED yang unik, dirancang untuk membuat rumah serbaguna dan efisien.

Philips SceneSwitch menggoda saya untuk segera mengganti. Dulu, waktu awal-awal, nge-blog, karena ketetarikan dan pengalaman dengan Philips, saya nekad datang ke Ulang Tahun Philips tahun 2011. Alhamdulillah, diperbolehkan. Ini tulisannya yang saya suka sekali.

Lalu, beberapa tahun berikutnya, waktu anak saya lahir, dan sudah berumur 4 tahun, dan ada lampu philips “softpal” karakter disney, saya juga menulis tentang itu. Ini tulisannya, walau ngga sempat berkunjung ke launching-nya. Bahkan, kisah CSR Philips di Papua dengan teknologinya saya masukkan berita di situs UC ini sebagai wujud terimakasih Philips lindungi saya dan keluarga dari kegelapan, inspirasi kehidupan selama ini. For Free.

Saat ini, Philips SceneSwitch LED sebagai teknologi untuk bohlam LED sudah saya perhatikan untuk dipasang. Membuat adem, konsumsi listrik lebih hemat katanya. Unsur kekeluargaan yang harmonis dan hangat juga menjadi tema bohlam philips. Alhamdulillah, saya dikirimi contoh dua bohlam LED Philips. Jadi tulisan ini ngga berbayar loh ya. Ini pengalaman saya mengganti lampu Philips di rumah dengan Philips LED yang menjadi “komplimen” Philips.

Ruang keluarga yang diterangi oleh Philips 32 Watt. Yup. 32 Watt sis, gede ya. Saya ganti dengan Lampu Philips Led 9 watt. Jauh banget kan bedanya? Saya ingin tahu hasilnya seperti apa.

proses mengganti lampu philips, ini yang sebelumnya, 32 watt. Foto by Jessica ^^
proses mengganti lampu philips, ini yang sebelumnya, 32 watt. Foto by Jessica ^^
Lampu bohlam led philips dan lampu philips yang selama ini jadi tulang punggung cahaya ruang keluarga
Lampu bohlam led philips dan lampu philips yang selama ini jadi tulang punggung cahaya ruang keluarga. Sudah beberapa tahun loh! masih berperforma bagus.

Ternyata, lebih adem, dan ngga terlalu panas. Saya yakin tagihan listrik bakal menurun drastis. Karena yang lama ini, saya punya 32 Watt. Sangat besar. Namun sudah beberapa tahun tidak ganti. Kualitas yang oke banget sampe sekarang. Lampu ini saya akan pindahkan ke ruang lain yang tak memerlukan banyak energi, misalnya lampu di kamar tamu dan di ruang lain yang saya set up untuk saya kerja di rumah.

Proses pemasangan ini dibantu foto-foto oleh Jessica, anak saya yang suka banget dengan Disney hihi.. sayang lampu Philips Disney saya ngga punya. Hanya sempat menulis saja di blog, tak merasakan.

taraa! sudah diganti!
taraa! sudah diganti!

Oke, sekarang ruang kamar tidur. Ini penting, karena saya ada baby. Si Bayi yang lahir di hari kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 2016 lalu ini menjadi main concern saya. Jangan sampai lampu membuat dia terlalu panas, sehingga memerlukan AC yang rendah. Padahal, bayi ngga boleh juga kena dingin yang banyak.

Lalu, bohlam Philips LED kedua saya buka. Pas, ini untuk kamar karena intensitas Philips SceneSwitch warm white (kuning) ini sangat adem, Anak saya yang pertama, Jessica suka sekali.

Apalagi, dengan tiga kali tektok matiin dan hidupkan untuk menyetel terang ruangan. So, saat tidur lampu bisa lebih gelap dan saat tidak, bisa lebih terang. Teknologi yang keren!

ini malam sebelumnya. Jessica dan Jihan sudah lelap tidur. Lampunya philips tapi lum LED.
ini malam sebelumnya. Jessica dan Jihan sudah lelap tidur. Lampunya philips tapi lum LED.
Walau demikian adem, lampunya terang putih, jadi untuk tidur sebenarnya kurang pas. Biasanya saya pakai untuk bekerja menulis di dalam kamar.
Walau demikian adem, lampunya terang putih, jadi untuk tidur sebenarnya kurang pas. Biasanya saya pakai untuk bekerja menulis di dalam kamar.
ini tadi, setelah diganti Philips SceneSwitch warna kuning yang membuat Jessica suka banget. Untuk tidur pun enak.
ini tadi, setelah diganti Philips SceneSwitch warna kuning yang membuat Jessica suka banget. Untuk tidur pun enak. Kayaknya, Jihan juga suka banget ya?

Setelah diganti bohlam Led Kuning, saya akan bekerja di ruang bekerja yang akan saya pasang salah satu dari dua lampu Philips sebelumnya yang masih moncer kinerjanya. Tidur pun akan tenang. Kerja juga tenang di ruang lain. Hmm.. Thanks ya Philips, anak saya suka banget.

Adapun menurut informasi, Philips SceneSwitch Warm White (kuning) ini memiliki pengaturan cahaya yang berbeda. Ini bisa disetting dengan melakukan klik mati idup berulang. Keren!

1. Cahaya Terang. Cocok pada saat dimana kita melihat setiap detil, yaitu berdandan. Philips SceneSwitch pengaturan cahaya terang, pada 3.000K/800Lm, memberikan cahaya yang lebih terang, lebih intens untuk membantu Anda fokus dan mengamati setiap detil.

2. Cahaya Normal. Pengaturan yang meniru cahaya alami, sangat ideal untuk membaca buku. Pada 3.000K/320Lm, cahaya yang dihasilkan tidak menyilaukan dan alami, menciptakan suasana yang mendukung ntuk bersantai sambil membaca buku. Pengaturan alami ini mirip dengan lampu berdaya 40watt yang dapat ditemukan diantara dua pengaturan lainnya.

3. Cahaya Redup. Meningkatnya kegiatan menonton film dan TV kabel di rumah merupakan alasan lain bagi setiap rumah untuk beradaptasi dan memberikan ruang yang cocok untuk mendapatkan kenyamanan dalam menonton. Cahaya yang nyaman pada 3.000K/80Lm, sangat cocok untuk membantu Anda bersantai dan menikmati momen tersebut.

Aha, setelah terpasang, saya berharap tiga pengaturan berbeda ini menjadi sumber inspirasi baru bagi kami sekeluarga. Apalagi, Jessica, Jihan saya dan istri sudah kadung suka dengan Philips. Mengganti Philips biasa menjadi Philips bohlam LED apalagi berteknologi Philips SceneSwitch LED akan menjadi nuansa baru dan sumber kebahagian di dalam rumah yang baru. Amin. Terimakasih Philips dan tetap menjadi sumber inspirasi keluarga indonesia di rumah!

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.