Novel Surat Kecil Untuk Tuhan : Bahwa Dalam Kehidupan Selalu ada Kebaikan

https://www.unggulcenter.org/review-novel-surat-kecil-untuk-tuhan/

Buku novel fiksi setebal 214 halaman ini merupakan versi lengkap karya cerita pendek (cerpen) dari duo kakak adik teddy dan agnes yang mengambil nama pena “gabungan” Agnes Davonar.  Bertutur tentang pengalaman kehidupan seorang gadis kecil bernama Angel. Cerita yang berunut mulai dari kecil hingga remaja, dengan tokoh sentral kakak/abangnya, Anton yang tak sempat mengecap kedewasaan akibat ulah jahat tokoh antagonis, Om Rudy.

Kedua insan ini menjadi salah satu komponen penting dalam penulisan cerita Surat Kecil Untuk Tuhan. Karena menurut saya, pengalaman Anton dan Angel ini sangat menarik karena ditulis oleh kakak adik, yang dalam bayangan saya menghayati peran seorang Angel dan seorang Anton dalam kolaborasinya dalam setiap bab dalam novel ini.

Tutur kalimat dan cara penulisannya memang tak sangat “Wah”, tapi cukup apik untuk cerpen yang berlanjut menjadi sebuah novel. Beberapa paragraf terkesan simpel, bahkan “terburu-buru”, jadi pembaca belum dapat “Feel”nya ini seperti dikejar deadline. Namun diparagraf lain yang juga simpel, penulis mampu mengajak imajinasi pembaca berada diantara Angel dan Anton pada setiap bab yang dibaca. Kontras, paragraf lain terkesan terkesan panjang dan cukup mengulas latar kondisi yang membuat pembaca merasa berada di lampu merah, bersama Anton dan Angel, atau di dalam mobil yang dingin nyaman tapi terasa suram seperti Wira.

Jika ada beberapa tempat yang menurut anak-anak jaman sekarang “instagram-able”, artinya bukan berarti tempat yang sempurna dan spot yang menarik wisatawan. Namun hanya sekedar tempat-tempat yang enak dilihat, difoto dan di-upload. Unsur “renyah” dan “menggugah” dari tempat tersebut dalam balutan gambar foto, merupakan hal yang utama.

Pun demikian dengan novel ini. Bukan novel yang menarik kritik dan ulasan sastrawan. Ia adalah novel biasa, cerita keseharian yang mungkin bisa kita temukan, dalam arti luas. Sebab, disekitar kita maupun pengalaman kita, ada kalanya kita pun “marah” pada Tuhan karena merasa hidup yang tidak adil, kekecewaan tertentu dan sebagainya. Novel ini mengajarkan bahwa semua itu ada kebaikan di dalamnya, dan semua itu adalah rencana Tuhan yang kita tak pernah tahu. Tugas kita, hanya menjalankan kehidupan dan melanjutkannya dengan optimis, keluar dari masalah yang ada.

Novel ini, sebaliknya, menjadi “film-able” dan segera difilmkan. Tema, alur cerita, dan akhir cerita ini memang menggugah rasa, dan cocok untuk menjadi sebuah film atau mini seri yang dapat menguras air mata, terutama apabila didukung peran aktor dan aktris yang menghayati peran dengan baik. Tak salah apabila Falcon Publishing, penerbit novel Surat Kecil Untuk Tuhan ini siap mem-fimkan-nya pula, sesuai label di cover-nya.

surat kecil untuk tuhan
Novel Surat Kecil Untuk Tuhan yang akan segera difilmkan

Agnes Davonar menjadikan tokoh Angel dan Anton sebagai korban ketidak adilan yang menemukan saluran “berkomunikasi” dengan tuhan dengan cara yang “unik”. Doa-doa dan harapan yang mereka inginkan untuk kehidupan mereka diterbangkan bersama balon-balon ke udara. Melalui surat kecil untuk tuhan. Sebuah narasi doa dari Angel. Anak-anak dengan tulisan anak-anak yang jujur. Walau demikian, sebagai bocah, sepertinya prosa puisi ala Angel terlalu “ciamik”. Namun ya, bisa saja, asal dikuatkan karakter Angel yang memang suka menulis, berpuisi dan menyukai dunia sastra misalnya, despite of dirinya yang mungil. Saya rasa beberapa fragmen soal Angel menulis, membaca dan kreatif mungkin baik apabila banyak dimunculkan. Jadi karakternya berasa banget. Bukan hanya “little sister” yang ngga bisa apa-apa. Pada novel, hanya ada cerita Angel yang suka membaca buku. Akan lebih menggugah bila beberapa kali digambarkan upaya Angel untuk membaca buku, menulis dst yang sulit, bahkan terkena hukuman, dikarenakan ketatnya Om Rudy dalam mengawasi.

Namun demikian, novel ini tak lantas membuat surat itu menjadi penutup happy ending. Tidak. Cobaan kehidupan dilalui mereka, yang menerbangkan surat yaitu Angel dan Anton, juga Wira, yang mengalami juga kesedihan hidup dengan sudut pandang berbeda.

Hingga akhirnya, episode-episode kehidupan melahirkan jawaban atas surat itu. Menghadirkan Anton yang tak akan berpisah dengan Angel, dan menghadirkan Wira untuk Angel dikemudian hari. Semuanya, dari momen surat kecil untuk tuhan. Surat yang dijawab bukan pada saat itu, namun pada saat yang tepat.

Pesan moral berbalut religi memang cukup kental. Namun bukan halangan untuk setiap khalayak membacanya. Karena Novel ini dikemas dengan nilai-nilai yang universal seperti kasih sayang, optimisme, perjuangan hidup dan bagaimana kita semua percaya kepada Tuhan, selayaknya bangsa Indonesia dengan sila pertama Pancasila-nya, membawa hal-hal yang kita tak tahu namun sudah menjadi “Rencana Tuhan” dan ketetapan-Nya. Dalam bahasa agama saya, yang berbeda dengan penulis, adalah “Qada dan Qadar”.

Novel yang menyentuh relung sanubari ini layak untuk dibaca, terlebih jika Anda sudah menonton filmnya kelak, tentu penasaran bagaimana versi novel yang telah terlebih dahulu diterima masyarakat luas ini. Beberapa kekurangan dari novel ini, selain disebutkan diatas yaitu kesan yang terburu-buru, naik turun mood yang tergambar dari untaian kata yang ditulis, dan koherensi antar bab yang mungkin beberapa kali ada kurang “konek”, juga soal penokohan yang kurang detil. Tokoh Om Rudy, istrinya, bahkan orangtua angkat Angel dan “orangtua angkat” Anton (dalam tandapetik, karakter penjahat) belum ditampilkan dengan utuh. Jadi film, sebagaimana ranah visual, akan lebih apik dalam hal penokohan pastinya. Mudah-mudahan pemain-pemain filmnya merupakan aktris dan aktor yang kompeten, itu sih harapan saya.

Lebih baik, jika Anda membaca novel ini terlebih dahulu dan menangkap perjuangan Angel dan Anton mengarungi pahitnya kehidupan hingga diberikan jawaban lugas dan tuntas atas doa dan harapan mereka melalui surat untuk tuhan yang mereka “kirimkan”. Inspiratif dan menguras emosi, serta sarat makna bahwa disetiap kehidupan selalu ada kebaikan. Jangan sampai kita melupakannya.

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.