Sepatu Wanita Indonesia. Itu yang pertama kali saya tangkap dari desain logo dan jenis-jenis sepatu merk Ranah Mba. Hmm dari namanya aja “Mba” mungkin untuk mbak-mbak kali ya. Memang benar! dan Menariknya lagi, sepatu-sepatu yang diproduksi lokal oleh salah seorang wanita pemberani, teman saya ini, sudah berdiri sejak 3 September 2015 dan masih bertahan dan ingin melaju kencang bersama semua perempuan Indonesia.
Ya, berani karena di tengah persaingan alas kaki murah terutama impor dari negeri tiongkok sana, Ranah Mba berani bersaing. Tentu bukan tanpa sebab. Selain karena berkualitas baik, juga memiliki keunggulan dibanding merk lain terutama yang diproduksi massal dan dari pabrikan besar.
Contohnya, sepatu Kets/Docmart (Unisex alias bisa untuk laki dan perempuan). Produk ini berbahan kanvas, dan menggunakan kertas kaku agar sepatu tetap “firm” dan tahan lama. Biasanya dilakukan pada sepatu flatrom, flat, kets hingga docmart. Tidak hanya itu, menurut Mbak Arlina Widowati, pemilik merk ini, beliau dan tim selalu melihat kesesuaian saat memilih tapak karet atau tapak plastik yang akan dikenakan dalam alas kaki sepatu, itu sebabnya mereka memilih alas plastik dibanding karet. Beberapa produk Ranah Mba adalah Flat Shoes, Heels/Wedges, Sepatu Sendal, Sendal, Boots/Ankle Boots.
Tapi kadang juga tidak menggunakan kertas kaku ketika ada pilihan design lain, jadi opsi itu hanya terdapat dengan pilihan dari imaji Ranah Mba sendiri yang ingin memberikan yang terbaik. Tidak hanya itu, mulai dari proses desain hingga selesai, dijahit dengan sangat rapi. Begitupun ketika proses pengeleman ataupun saat melakukan pengepresan untuk sepatu.

Kata Perempuan berjilbab yang juga ibu rumah tangga ini, desain yang dipilih memang berlatar etnik dan corak motif karena mengesankan produk Indonesia banget. Terutama corak batik yang khas Indonesia. Desain yang bercorak ini memang memanjakan mata kita kan, dan membuat tambah pede dengan ke-Indonesia-an kita semua. Dan memang iya!
Namun jangan khawatir, bagi yang ngga suka motif-motif, tentu Ranah Mba memiliki desain sepatu polos juga. Docmart berbahan kulit. Docmart ini dari Canvas yang dari awalnya sudah berdesign sesuai dengan apa yang menjadi semangat dan mimpi Ranah Mba yang menginginkan wanita Indonesia, utamanya, tampil elegan namun cantik simpel dan luwes. Sesuai karakter wanita Indonesia. “For Our Pleasure” kata Mba Arlina yang tercermin dalam tagline sepatu ini. Untuk kepuasan wanita Indonesia.

Info penting nih, bahwa seluruh produk yang diciptakan dan didesain oleh Ranah Mba 100% Indonesia loh. Jangan salah, banyak UMKM yang ternyata nggak menggunakan bahan Indonesia. Iya, membuat merk sepatu Indonesia, namun bahan-bahannya diimpor dari luar negeri misalnya Tiongkok. Pun juga sepatu dan sendal yang memang benar-benar menggunakan dan memakai “nama luar negeri”.
Mbak Arlina dengan optimis mengatakan, bahwa “saya ingin membanggakan Indonesia, dengan nama tersebut yang memang benar-benar asli tidak dicampur dengan nama luar negeri”. Salut mba!

Kisah Ranah Mba juga tidak mulus. Selama perjalanannya Ranah MBa dibangun dengan keadaan terbatas dan sangat pelan-pelan bahkan bisa dibilang dari titik nol. Kantor utama produksi adalah rumah sendiri yang berdomisili di daerah Tangerang, Jl. Kano 15 No. 31. Mbak Arlina membuat beragam desain sepatu, cover dus, paper bag hingga mencari bahan untuk produk sendiri. Semua demi kepuasan batin dan tekad untuk memajukan industri dalam negeri dan perempuan Indonesia menggunakan alas yang keren namun mendukung Indonesia.
Untuk workshop, adanya di Bandung. Berada pada rekanan bisnis Ranah Mba. Selama perjalanan tersebut juga Ranah Mba sudah memproduksi 100 pasang lebih sepatu yang sudah terpajang di tokonya, yang berada di Mall Season City lt UG Blok D3/5, Jalan Prof. Latumenten No.33, Jakarta Barat. Dan juga tersedia di Galery Indonesia Wow-SMESCO, Jalan Gatot Subroto Kav. 94, Jakarta Selatan.
Hmmm perjuangan yang panjang ya mba Arlina. 100 pasang sepatu bukan hal luar biasa bagi pabrikan, namun bagi seorang Arlina yang juga blogger ini, 100 pasang merupakan pencapaian yang membuat beliau termotivasi untuk memproduksi terus menerus sepatu ini.
Lalu, bagaimana dengan Anda? Mendukung UMKM Dalam Negeri dan memajukan perekonomian lokal, tentu tertarik bukan, membeli sepatu yang “limited edition” namun tak mahal dari Ranah Mba.
Yuk sis!
Ceritanya memotivasi, aku juga ingin punya usaha dengan brand sendiri nanti. Semoga terwujudkan, amin