7 Hari. 3 Kota. 99 Cinta. Diary Seru Sehat Bersama Sunpride.

https://www.unggulcenter.org/7-hari-3-kota-99-cinta-diary-seru-sehat-bersama-sunpride/

 [MY 7-DAYS FRUITS DIARY].

Tantangan tujuh (7) hari mengonsumsi buah. Hmm.. sebelumnya tak ada niat untuk dilombakan, hanya kebetulan, setelah ada event Sunpride beberapa kali dan banyak teman yang ikut dan share di sosial media mereka, saya jadi “ngeh” mengenai Sunpride. Walaupun tetap saya ada info yang salah tentang Sunpride!

Sebelumnya, saya pikir ini buah impor, secara yang banyak dilihat di supermarket adalah produk Pisang. Dan saya sudah meyakinkan diri untuk menghindari konsumsi buah impor. Bukan karena saya kebetulan adalah mahasiswa IPB tapi karena saya memang tahu bahwa buah impor tak menguntungkan petani lokal.

Niat baik berbalas dengan cepat, kalau kata orang bijak.

Mudik Lebaran tahun 2015 ini saya kira akan dihabiskan di Bogor, kota tercinta. Namun rejeki tidak kemana, ujug-ujug saya, ada sedikit rejeki untuk membeli tiket pesawat. Akhirnya, setelah ber-lebaran di Bogor, dua hari kemudian saya mudik. Ke Palembang, tempat kelahiran sekaligus keluarga besar ada disana. Juga kota tercinta bagi saya. Walau demikian, hanya beroleh tiket di Hari H Lebaran plus dua, alias hari Senin, 20 Juli 2015.

Tak mengapa, yang penting, bersilaturahmi, membuka pintu rejeki dan panjang umur. Kata orang bijak lagi. Apalagi orangtua saya juga kangen sekali. Terlebih saya, sungkem dan membelikan berbagai perlengkapan untuk oleh-oleh kepada mereka.

Hari ke-0 Diary Sunpride

Setelah beberapa hari di Palembang, saya menerapkan diet dan gaya hidup sehat. Mencoba. Apalagi, momennya tepat, lagi pengen diet, sudah mulai banyak keringat berlebih nih dan gerakan saya terasa semakin ‘lamban’. Menu apalagi, yang paling dapat membuat tubuh ini senantiasa berenergi, selain Pisang yang berkualitas dan buah segar dari pasar sekitar rumah.

Beberapa sumber di Internet yang saya browse, maupun nanya ke beberapa orang yang saya anggap kompeten, termasuk Kakak tercinta di rumah yang seorang dokter, ternyata memang pisang bagus pilihannya untuk membantu diet. Melancarkan tapi yaaa.. bukan sajian utama dan nggak cukup itu aja.

Misalnya mengenai pisang yang punya 16 manfaat, termasuk turunkan berat badan dengan cepat, pisang yang menjadi diet populer sejak suksesnya Wanita Jepang, Sumiko Watanabe dengan MBD (Morning Banana Diet) nya, dan, utamanya, dari situs Sunpride mengenai Manfaat Pisang untuk diet yang mudah, aman dan efektif.  Jadi, saya mau ikuti langkah-langkah dan tips nya.

Urusan buah, selain pisang, mudah saya dapatkan dengan kualitas bagus di pasaran. Apalagi Duren dan Duku palembang yang selain murah, jumlahnya melimpah. Tapi untuk diet, kata beberapa pakar, perlunya pisang. Untuk pisang, saya teringat Sunpride lagi!

Jadi, saya mulai saja diet sehat (bukan diet ketat) dan menjaga kondisi tubuh ini. Di tiga kota, berarti, jika ingin genapkan tantangan tujuh hari dengan buah lokal sunpride. Bismillah, semoga memberi hikmah. Saya mulai di Palembang, beberapa hari kemudian. Dua hari sebelum balik lagi ke Bogor, tempat tinggal sekarang.

Hari Pertama, di Kota Palembang.

Yup, kota ini perhentian pertama saya untuk memulai. Di pinggiran kota, persisnya daerah 4 Ulu Kertapati, Palembang, adalah rumah dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Bekal pisang saya beli di sebuah supermarket di kota pempek ini menjadi menu andalan di pagi hari dan malam hari. Siang, wisata kuliner seperti biasa hehe.. Ada pempek, Martabak HAR, Mie Celor 26 Ilir, semuanya deh santap.

Haha.. maaf, itu menu-menu yang saya santap di siang hari hihi.. Nah, ini menu yang saya beli di supermarket :

Ini nih ketemu juga di supermarket
Ini nih ketemu juga di supermarket

Hari Kedua, masih di Kota yang Sama.

Pisang yang saya beli kebetulan berjumlah 6 buah dalam satu tandan. Harganya tak mahal, kurang dari Rp 20.000. Menu di hari kedua, perut saya sih menjadi enak, berasa ringan. Walau aktivitas tetap berjalan, berkunjung ke sanak saudara, menu pisang ini cukup memuaskan. Aha, Orangtua saya memerhatikan ternyata. Dua pisang sisa saya berikan kepada mereka, jadi di hari kedua ini, tuntas enam pisang Sunpride masuk ke perut.

Ini pisang yang saya beli untuk menu
Ini pisang yang saya beli untuk menu dan sudah habis dimakan bareng ortu

Hari Ketiga, sudah kembali di Bogor.

Pagi sebelumnya, masih di Palembang sih, dengan menyantap satu pisang yang saya beli lagi setandan di toko buah lokal. Di bawa ke bandara, makan disana sebelum jam 6 pagi pesawat berangkat. Cukuplah mengganjal. Tiba di Bogor, makan siang seperti biasa dan sorenya kembali satu pisang saya kunyah lagi.  Malamnya, beli dulu di Giant Botani Square untuk dimasukkan ke Kulkas.

jejeran pisang cavendis sunpride yang saya foto dan beli tentunya di supermarket
jejeran pisang cavendis sunpride yang saya foto dan beli tentunya di supermarket

 

Hari keempat cukup unik. Tekape nya di Jakarta.

Pagi itu ngga sempat ber-pisang ria. Kelupaan karena subuh sudah harus menuju medan perang di Jakarta. Kegiatan mendadak. Ya, kalau dari Bogor dan harus ada di Jakarta jam 8, maka hal yang mustahal pergi jam 6 pagi apalagi jam 7. Sehingga, rutinitas diawali dengan bangun jam 4 pagi, mandi, sholat, hidupkan motor, berangkat ke stasiun Bogor ngejar kereta jam setengah 6.

Ada yang klupaan, memang, makan pisang Sunpride di kulkas. Di dalam kereta, nge-cek isi tas, ada air minum. Alhamdulillah. Eit, baru ingat, walau tanpa sarapan, ternyata grasak grusuk pagi subuh itu kok enteng aja ya. Saya rasakan hal yang berbeda. Gerakan lumayan lincah dari biasanya. Haqul Yakin saya ini efek Sunpride.

OK, pas selesai miting, siang, segera ke stasiun Sudirman lagi, naik Kopaja 19 dari Ratu Plaza. Eh, alhamdulillah, baru lihat ternyata ada yang jual Sunpride di jalan tangga turun dari flyover Sudirman menuju Stasiun!

Yup ini nih pedagang bua Sunpride di tangga turun ke stasiun Sudirman dari Flyover!
Yup ini nih pedagang bua Sunpride di tangga turun ke stasiun Sudirman dari Flyover!

 

Beliau jual produk Guava dan Pisang. Horas bah, kita beli dulu. Sembari mastiin ke penjual ini pisang Sunpride. Yup, Sunpride asli, sodara-sodara. Masih ingat kan alasan saya, kenapa harus Sunpride?

Seorang ibu didepan saya juga ikut mau beli. Masih ditawar pula hiks hiks.. itu pisang udah mau abis, jadi degdegan mudah-mudahan ngga diborong sama dia soalnya pake acara nawar segala. Alhamdulillah, masih kebagian.

Nah, kita beli pisangnya aja dulu yaaa
Nah, kita beli pisangnya aja dulu yaaa. Si Ibu didepan saya pake nawar hihi..  Udah bu gapapa ga mahal kok.

Lumayan, hari ini dapat pisang. Selesai ngemil pisang, rasa lapar pun rada hilang. Nah, sore di rumah, langsung santap yang dikulkas. Mesti istirahat, karena saya subuh esok harus ke luar kota, tepatnya ke luar negeri. Jadinya, pisang di Kulkas akan saya masukkan ke tas backpack yang akan dibawa besok. Harus lanjut niiih, 7 hari dengan Sunpride!

Hari Kelima, Singapura!

Selamat datang di siang menjelang sore di Bandara Changi, Singapura. Pagi sebelum berangkat ke Soekarno-Hatta, seperti biasa, satu pisang ditelan. Siang pesawat berangkat, pisang disisipkan di tas tangan agar mudah dimakan pas di Singapura. Untuk sore hari, sebelum mengisi perut makan buah dulu.

Selamat Datang di Changi Airport, Singapore. Selfie Pisang hihihi..
Selamat Datang di Changi Airport, Singapore. Selfie Pisang hihihi..

Yuuup, mestinya selfie tapi saya emang ngga demen selfie, jadi Fruit-fie aja deh. Pisang yang jadi bukti kalau udah tiba di Changi hari itu. Trip ini singkat aja, ada acara. Nggak perlu dijelaskan juga sih di-marih. Yang penting Pisang tetap eksis hehe.

Hari keenam, masih di Kota Singa.

Perjuangan pisang masih berlanjut, disela acara dan jalan-jalan. Just enjoy the Lion City. Efek terbaru, jalan kaki muter-muter lumayan berenergi, ngga gampang lelah. Pisang, pagi sore, minum air putih, dan makan siang di Kampung Glam dengan menu Halal jadi agenda. Beli oleh-oleh di Mustafa Center, kemudian istirahat di Hostel Plush Pod. Esok pagi kembali ke Jakarta.

Sebelum terbang, jalan-jalan dulu di Changi, ngadem di Fish Pond terminal dua sambil Fruit-fie pisang dulu hehe.. Enak banget suasananya Cozy. Setelah beberapa menit, lanjut deh ke Gate yang tertera di boarding pass.

Ini nih, kolam ikan di tengah-tengah Terminal 2 Bandara Changi
Ini nih, kolam ikan di tengah-tengah Terminal 2 Bandara Changi
Taman-taman di tengah terminal bikin cantik bandara ini
Taman-taman di tengah terminal bikin cantik bandara ini
Tak lupa, Fruit-fie dulu sama si Sunpride Banana di Kolam Ikan Koi
Tak lupa, Fruit-fie dulu sama si Sunpride Banana di Kolam Ikan Koi

Hari ketujuh, Getaway House di Semplak, Bogor.

Nah, rumah mungil di kawasan Semplak ini memang sejatinya dikontrakkan, tapi karena saya suka ingin membuat semacam meja bar dan lampu dim yang temaram untuk menemani mengetik jika ada deadline, jadinya saya biarkan saja untuk disambangi ketika Weekend. Atau ketika butuh keheningan menulis.

Menikmati mengetik tak lupa sama Sunpride Banana sambil bikin kopi racikan sendiri, di bar kafe di rumah sendiri
Menikmati mengetik tak lupa sama Sunpride Banana sambil bikin kopi racikan sendiri, di bar kafe di rumah sendiri

Sambil mengetik, ditemani segelas Cappucino Cincau dan sebuah pisang Sunpride, suasana yang enak segera saya dapat. Lampu gantung bar menambah suasana cozy. Sengaja, berbagai brosur wisata dunia saya pajangkan untuk menjaga mimpi agar bisa melihat dunia lebih jauh. Amin..

Hari-hari berikutnya.

Hari berikutnya, masih berlanjut tentunya. Bogor dengan pola yang sama. Hingga saat mengetik tulisan ini masih tersedia ‘diet pisang’ di kulkas rumah. Dampaknya, menurut saya adalah kondisi stamina tubuh yang stabil. Dengan suasana hectic wara-wiri dan banyak mikir sana sini urusan kerjaan, pisang jadi relaksasi.

Saat ini, kadang saya kombinasikan dengan celupan pisang ke cokelat cair yang memikat. Ngga boleh sering-sering, kalau ngga ya dietnya gagal total. Hehe.. tapi karena katanya cokelat adalah relaksasi, maka kombinasinya menurut saya energetic dan sekaligus menenangkan jiwa. Why not? Perut buncit agak berkurang sih, walau masih juga gendut. Mungkin dari sisi enerjik-nya masuk. Berat berkurang sedikit sepertinya. Akan saya coba timbang deh. Yang pasti, saya yakin manfaatnya akan berasa dalam jangka panjang. Karena semua ini ngga instan.

99 Cinta.

Mengapa ada istilah ini saya ambil ditulisan ringkas ini? Itu simbolisasi bahwa tak pernah cukup kita mencinta. Beberapa bentuk cinta ini saya deskripsikan kira-kira begini.

Pertama, cintai tubuhmu. Dengan konsumsi asupan sehat dan olahraga teratur (ini ni belum hehe) saya yakin akan semakin sehat. Relaksasi hindari stres dari pekerjaan, dan menurunkan berat badan bisa menambah kesehatan.

Kedua, cintai produk lokal. Sunpride adalah merk lokal loh. Jangan salah! Memang karena reputasinya dan peredarannya di banyak toko buah dan supermarket, maka orang salah kaprah, Sunpride berasal dari negeri tirai bambu, atau bahkan negeri samba.

Ketiga, cintai keluarga. Berikan yang terbaik untuk mereka. Sepanjang yang kita bisa. Menyenangkan orangtua, menurut saya, paling tidak berada di dekatnya ketika mereka merasa kangen dan butuh. Berikan oleh-oleh seadanya.

Waktu mudik, Ayah saya baru selesai operasi, kakinya kena pecahan kaca, dan karena beliau Diabetes, maka bertambah parah. Untuk itu, sendal lembut yang tertutup merupakan barang oleh-oleh yang saya bawa agar dapat beliau pakai sehari-hari dan terhindar risiko luka lagi di telapak kaki.

Keempat, cintai Tuhan melalui ciptaannya yang Indah. Dengan berjalan ke tempat yang baru, menemukan berbagai macam hal, adalah juga sarana tafakur diri, mengenal diri, memuji keindahan ciptaan-Nya dan bersyukur atas segala yang diberikan-Nya, termasuk alam budaya Indonesia.

Banyak lagi, cerita hikmah cinta dalam balutan tujuh hari, di tiga kota ditemani dengan Sunpride ini . Walau tak semua dapat terdeskripsikan, semua dapat dirasakan.

 

Sunpride, buah sehat dari kebun Indonesia. Wajib dikonsumsi! (foto: web sunpride)
Sunpride, merk buah sehat dari kebun Indonesia. Wajib dikonsumsi! (foto: web sunpride)

 

Nah, itulah, cerita 7 Hari di 3 Kota untuk 99 Cinta yang tak terbatas. Cerita My 7 Days Fruit Diary, dan Beyond!

Mudah-mudahan, tulisan ini berbalas dengan pahala, juga menginspirasi orang lain. Yang jelas, melegakan bagi saya, menjadi seorang ‘fruit-holic’ terutama pisang hehe.. di ujung Sumatra sana, setau saya, kebun Sunpride memanen pisang berkualitas baik. Di sini, buah lokal kita sendiri, kita rasakan kenikmatan sehat, juga kenikmatan bagaimana produk ini dapat memenuhi kebutuhan gizi juga diekspor ke negara lain sebagai komoditi.

Saat ini, rutinitas nikmati Internet, mengetik di meja dengan ditemani pisang Sunpride. Diet must go on!
Saat ini, rutinitas nikmati Internet, mengetik di meja dengan ditemani pisang Sunpride. Diet must go on!

Bravo Sunpride, dan Semangat terus untuk kehidupan yang lebih baik! Menjadikan kita selalu merasa, enteng, sehat, gesit, pokoknya Fresh Everyday dengan produk yang juga Fresh Everyday!

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.