Semua perhelatan selalu meriah. Apalagi judul besarnya “tingkat nasional”, “regional” hingga “internasional”. Tak pula lepas tentu dari gelaran SEA games yan ke-26 ini. Palembang, sebagai kota ketiga selain dua kota di Thailand menjadi kota bersejarah sebagai bukan ibukota yang menjadi host. Pembukaan SEA Games pun dilaksanakan di kota yang terkenal dengan peradaban Sriwijaya di masa lampau ini.
Kemeriahan pesta pembukaan SEA Games ini tentu bisa kita saksikan bareng, baik langsung maupun dilayar kaca secara live. Sorotan grafis animasi bersentuhan teknologi digital 3D menjadi salah satu daya tarik bagi saya. Salut dengan pihak Event Organizer (EO) nya. Walau sempat diguyur hujan dan kesalahan teknis semisal mic yang tak nyala dan apa yang dibaca berbeda dengan teks, obor byarpet, semua tak mengurangi gempita.
Tapi, dibalik panggung, tentu pasti ada kekurangan. Yang miris adalah kabar mengenai tukang becak yang tak dibayar (dirapel gak jelas) sehingga mogok dan atau meminta tarif ke Atlit-atlit, kabar mengenai area bebas kendaraan bermotor tapi paspamres leluasa dengan kendaraannya, kabar panitia dan undangan yang terpaksa duduk ditangga-tangga karen kursinya “diambil” alih oleh para “wong gerot” di kota palembang maupun sumsel pada umumnya, dan seterusnya.
Capek, lelah, pasti. Gembira, tawa, bangga, juga. Itulah dinamikanya. Masih ada pesta penutupan, masih ada gelaran lain yang Indonesia bisa selenggarakan dengan lebih baik. Panitia lokal, masyarakat palembang pada khususnya, tak perlu saling salah menyalahkan, inilah event kita semua. Baik buruknya, kita berikan yang baik, yang buruk kita lupakan..
Semua pasti tak sempurna. Tak ada gading yang tak retak katanya. Biarlah, cerita dibalik panggung SEA Games ke-26 ini menjadi obrolan di warung-warung kopi. Bukan dimedia cetak, juga di blog. Kita sajikan keindahan, kesempurnaan untuk semua..
Iya Kang.. Kompas sempat menurunkan beritanya kemarin (Rabu, 15 Nov 2011). Sukaduka dan komplain dari delegasi dari negara lain. Ya, bisa juga ketika di event dinegara lain pun, kita merasa kurang puas. Itulah dinamikanya, berikan yng terbaik, dan semua menikmatinya..
.. tapi Indonesia pasti juara loh hehe
Wah ternyata banyak juga ya duka di balik panggung. Tapi bagaimana pun ini pesta kita, semoga kita bisa semua menikmatinya, juara atau pun tidak 🙂