Jatah PNS dan Jatah PTN

https://www.unggulcenter.org/jatah-pns-dan-jatah-ptn/

Ada informasi menarik di Wall Facebook (FB) saya beberapa hari yang lalu. Seorang kontak melampirkan gambar SK Pemberhentian yang bersangkutan dari menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sepertinya beliau benar-benar lega, puas dan “terbebas” hehehe..

Menarik, masih ada pro-kontra dari sharing Pak Khalid tersebut. Sebenarnya saya senyum-senyum saja, yang kontra saya CEK semuanya para PNS dan yang pro saya cek ada PNS ada yang bukan PNS alias swasta dan pengusaha.

Hmm menarik ada beberapa komentar tentang “membuang kesempatan” dan menyiakan kesempatan yang diberikan padahal jutaan orang mau jadi PNS.  Saya gak mau bahas ini, tapi saya jadi teringat kalimat yang kurang lebih sama, ketika saya memutuskan untuk UMPTN (sekarang namanya SPMB) pada tahun kedua, alias saya tidak menyerah tahun pertama gagal.

Masalah jatah. Katanya emang kalau udah masuk Kuliah di Negeri, nikmatin aja. Ngga usah SPMB lagi taun depan. Toh udah keterima. Jatah yg ada dan harusnya dimanfaatkan malah dibuang. Padahal harusnya ada orang lain yang menikmati. Ini suka ditekankan ke teman-teman yang tidak puas dengan jurusannya dan mau ujian lagi tahun depan. Atau tidak mengambil. Kebalikan sama saya yang sekali gagal masuk baru yang tahun kedua gol.

Well, menurut saya itu masalah rejeki. Bukan jatah-jatahan. Itulah namanya kompetisi. Sometimes you win sometimes you loose. Saya yang 2x ngikut ujian dan kali kedua berhasil, mungkin dianggap merasa kalau “jatah” saya dijurusan itu ternyata disia-siakan oleh yang masuk. Hmm ternyata saya ngga pernah kepikir itu. Ya ujian ujian aja. Masuk ngga ya dari kitanya. Kalau nilai tinggi, gak akan masuk dibarisan paling bawah ngantri orang lain ga daftar ulang, misalnya.

Kasus PNS ini juga sama. Toh kalau pak Khalid keluar, artinya ada jabatan yang kosong yang bisa diisi oleh orang lain kan? Jadi apa yang menyia-nyiakan “jatah”.  Kalau kebutuhan PNS di lingkungan tsb 100 orang, maka akan jadi 101 orang kalau ada 1 PNS Berhenti. Ya ditambahkan aja di lowongan CPNS berikutnya. Gitu aja kok repot.

Pusing deh kalau orang menghakimi orang lain atas keputusan yang saya yakin bukan main-main. Pasti konsekuensinya sangat berat dan yang bersangkutan paham itu.

Bagaimana menurut Anda?

 

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

1 Comment

  1. menurut saya keputusan pak Khalid itu udah tepat.
    Apalagi ngeliat keadaan jaman sekarang..
    biarin aja orang mau ngomong apa..yg penting hati tenang 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.