Cari di Mbah Gugel! Itu adalah salah satu cara kedua selain bertanya, atau cara pertama sebelum cara kedua yaitu bertanya tadi. Tanyanya ke Mbah gugle alias via search engine www.google.com yang sangat sangat familiar bagi kita semua. Lebih ngetop dari facebook yang paling ngetop. Makanya disebut mbah. Semua dia punya info. Facebook sendiri, menurut survey di kalangan pengguna di Indonesia, orang mengetik kata “facebook” dulu di google baru meng-klik link ke facebook, bukan mengetik kata “facebook.com” di browser, tapi “google.com” dulu.
Sebagai salah satu Relawan TIK, saya bukan dua-tiga kali ketemu bahwa Internet itu memudahkan, dan mencerahkan. Hampir semua. Ya tergantung apa yang ingin dicapai. Tergantung niat. Kalau mau cari esek-esek ya di-filter sebagaimanapun pasti bisa ketemu. Sebaliknya, kalau niatnya nge-net cari bahan belajar ya pasti ada. Walaupun kalau cari A ketemunya B dan yang dibaca kemudian C hehe.. (pengalaman relawan).
Bukan main pentingnya internet. Kami, Relawan TIK dan teman-teman guru, profesional, penggerak dan penggiat IT semacam komunitas-komunitas blogger, ICT Watch, Komunitas IT di daerah, Mahasiswa-mahasiswa penggiat IT, tak pernah habis energi untuk “blusukan” ke banyak tempat, menemukan rakyat Indonesia masih nggak Melek IT. Dan Internet, adalah cara untuk menggiatkan pengetahuan, bahkan hingga menggiatkan perekonomian dan meningkatkan taraf kehidupan loh! Benar. Banyak hal didapat dengan internet, asal, menggunakannya dengan baik dan tepat. Itulah bagaimana kita tak boleh gaptek dalam IT. Kalau ngga boleh bilang Wajib, ya Kudu dan Must loh ini. Hehe..
Lalu, sedemikian penting internet, apa jadinya kalau dunia tanpa internet. Ya gaptek. Ya nggak bisa maju. Makanya, tepat kalau banyak teman bilang #KiamatInternet sebab bisa disamakan dengan kiamat hehe.. mati total. Bisa-bisa besok-besok, bukan hanya Korean Wave yang melanda negeri ini, tapi African Wave kalau di Afrika sana koneksi internet makin cadas dan infrastruktur makin mantab. Sedangkan di Indonesia masih berkutat di masalah tuntut ini itu dan ijin ini itu dicabut. Kiamat!
Renungkan, apa jadinya kalau kasus yang dulu pertengahan Juli disebut Kiamat Internet karena adanya serangan virus yang berawal dari kasus DNSchanger yang katanya ulah pemuda-pemuda Estonia hehe.. (karena saya sedang berada di negeri ini dan disini memang merupakan birthplace dari Cyber Army Volunteer dan notabene didikan “barat” utk melawan “timur” –baca Sovyet dan hacker Rusia) walaupun itu bukan kiamat, hanya “kecil” dan hanya isu karena kalau anti virus update nggak begitu ngefek. Itu aja udah heboh padahal hanya 0,003% komputer yang bakal “kiamat” di Indonesia dan itu pun satu hari hehe..
Nah yang besar apa? Lah ini.. kalau beneran, buntut kasus Indosat M2 yang dianggap melakukan praktik “penyalahgunaan frekuensi” yang juga mungkin, skenario, dari pemerasan terhadap Indosat, dapat berakibat ditutupnya semua layanan operator karena menggunakan jaringan “ilegal” maka ini biasa kiamat beneran. Ya, Bukan virus dan bukan mati satu hari seperti isu Kiamat Internet di Juli 2012. Di awal tahun ini, 280 (dua ratus delapan puluh mas bro!) operator ISP (Internet Service Provider) yang bisa ikutan kena sanksi ditutup KALAU Indosat M2 kalah di pengadilan, karena semuanya menggunakan pola kerjasama seperti Indosat M2, yang dituntut itu! Kacau kan? Gelap total! hehe..
Saat saya menulis ini (21 Januari 2013), kabarnya sedang dilaksanakan sidang lanjutan pembacaan eksepsi kasus “frekuensi 2.1Ghz IM2” keadaan masih harap-harap cemas apa benar #KiamatInternet terjadi apabila hasil akhir persidangan, buntutnya IM2 Kalah dan.. 280 ISP terancam ditutup.
Balik lagi, bisa-bisa Indonesia dilanda African Wave tuambahh malu negara yang mau jadi pemimpin Asia Tenggara ini. Bisa-bisa balik ke jaman batu. Karena nanti kita semua mengisi waktu luang dengan ngelemparin batu kerikil ke tengah kali hehe..
Selain itu, gaptek makin menjadi dan nggak bisa lagi kita pintar dengan bertanya kepada Mbah Gugel, tapi bener-bener bertanya pada si Mbah yang lagi nyantai diatas kursi goyang dan paling jawabannya… “dulu.. waktu jaman mbah masih muda.. waktu itu masih penjajahan jepang.. mbah ingat-ingat lupa ya cu..” gubrak!
Jangan biarkan #KiamatInternet terjadi!
hmm ternyata ulah estonian yaah…
@pulsa : kiamat internetnya bukan, itu ulah CIA 🙂 yang bikin trojan nya iya
kalo gitu gw siap2 pindah ke Estonia deh #eh
yang tidak ilegal itu di prekuensi berapa pak?
kok ya 280 isp ikut ketutup juga ?
masih tanda kutip ilegalnya, karena masih dalam persidangan.. salaf tasir antara “frekuensi” dan “jaringan” oleh kejaksaan sepertinya. Saran saya, monggo yang kalimat trus ada link di klik dulu linknya karena penjelasannya ada di-link2 tersebut 🙂