Prof Sjafri : Rona Wajah Blogger Senior Ahli SDM
Rona Wajah. Ini blog langganan saya sejak dulu. Paling tidak, sejak mengenal beliau di komunitas Blogger Bogor (Blogor) sekitar empat tahun lalu. Walau jarang berkomentar, isinya sangat bernas. Bercerita masalah sumber daya manusia, kepakaran yang dimiliki Prof Sjafri Mangkuprawira, “Profesor Blogger” yang tak hanya milik komunitas Blogor tapi juga semua blogger Indonesia.
Blog beliau kembali saya buka, satu hari setelah berita mengejutkan perihal meninggalnya sesepuh Blogor yang paling kami rindukan ini. Blog ini saya buka, dan membaca satu demi satu karya-karya yang tertulis di dalamnya. Sungguh menghadirkan bayangan beliau kembali di benak. Apalagi, foto beliau ada di sidebar kanan, dan lengkap, dengan kata-kata mutiara yang saya yakin, merupakan balasan pahala tiada habis bagi Prof Sjafri, yaitu “ Syiarkanlah kebajikan walau cuma satu kata, semata-mata karena Allah”.

Ya, itulah pesan yang selalu kita baca sembari melahap semua materi blog beliau. Catatan tentang Manajemen SDM dan Mutu SDM. Mudah-mudahan, sumbangsih pena beliau, maupun segala pengajaran dan pendidikan beliau bertahun-tahun di Institut Pertanian Bogor (IPB) maupun segala pembinaan dan wejangan, pengalaman serta dukungan terhadap komunitas blogger bogor pada khususnya, menjadi penambah amal dan pemberat timbangan beliau.
Pun, dalam realita, semoga SDM Indonesia menjadi semakin baik, dan SDM Blogor juga semakin bermutu! Tentu, ini terkait dengan suri tauladan yang beliau berikan dengan konsistensi menulis di blog, mulai mulai dari setiap hari hingga hanya jeda paling lama satu minggu, dengan artikel SDM yang tentu gak gampang, konsisten sepanjang tahun! Hal yang bahkan saya sendiri sangat malu dibuatnya, lantaran intensitas blogging saya yang naik turun.
Setiap kali teringat Rona Wajah, saya selalu teringat rona wajah Prof Syafri yang teduh, dan blog Rona Wajah yang penuh ilmu. Juga diskusi terakhir saya tentang pendidikan, di Kopdar Mancing, sebuah ajang pertemuan tiap tahun dari Blogor yang menurut sebagian besar komunitas lain, adalah “khas Blogor”. Kopdar di kolam pribadi, tak begitu besar tapi cukup besar bagi kami semua blogger, dan lahan yang cukup untuk nge-lapak dan diskusi dan bersenda gurau. Walau bukan pemancingan, tapi kolam ini selalu diisi dengan ikan-ikan segar dan banyak yang dipancing rame-rame oleh warga Blogor. Pertama kali kopdar mancing, waktu itu kopdar mancing kedua, saya dengan culunnya membawa pancing sendiri, lengkap dengan dua mata kail agar dapat ikan lebih banyak. Prof Syafri yg duduk sambil mancing dibawah payung, ngikik waktu itu, dan mengucapkan candaan selamat mancing mudah-mudahan dapat banyak. Hasilnya, tak dapat satu pun hehe.. akhirnya di kopdar mancing berikutnya sampai terakhir, keempat, pancingan yang ada di lokasi justru membuat saya dapat ikan.. maksimal tiga hehe.. emang ngga bakat.
Kenangan yang Indah, dan khas selalu. Selain itu, beliau selalu menginisiasi pertemuan terutama mengenai suksesi kepemimpinan di Blogor. Mulai dari Restoran Padang hingga jamuan halal-bihalal di rumah asri di bilangan Gunung Batu, Bogor. Selalu menjadi bapak kami. Saya tidak sempat bertemu beliau terakhir kali, seperti teman-teman pengurus baru Blogor, di hari Minggu, 3 Februari kemarin. Itulah terakhir kali, Blogor bertemu dan berpisah dengan beliau..
Prof Sjafri : Menyampaikan “Satu Ayat”
Pernah suatu kali, Prof Sjafri menyentil saya dengan guyonannya di wall facebook, menanggapi status update saya yang rada lucu, yaitu tentang “prinsip jangan berteman dengan Profesor di Facebook” yang ditanggapi Prof Sjafri, “Asal jangan malu-maluin”. Ya, artinya dimana saja, kita harus mencerminkan intelektualitas kita. Begitupun di Facebook, jangan sampai apa yang kita lakukan, kita post menjelekkan nama kita sendiri, karena Facebook adalah milik setiap orang. Pikir yang baik, dan tentu, sebagai sarana intelektualitas, facebook dapat juga dimanfaatkan untuk berdialektika, membagi/share apa yang sedang kita baca dan apa yang kita pikirkan.

Tak hanya via facebook, aktivitas Prof Sjafri di twitter juga mencerminkan “menyampaikan walau satu ayat” yang beliau patrikan ke ingatan semua pengunjung blognya. Beberapa diskusi yang beliau lempar di facebook, kilasan pendapat di status twitter, adalah sumbangsih beliau bagi kita semua. Juga prinsip beliau menulis secara konsisten, tentu harus kita –coba– terapkan. Terakhir, dari twitternya, beliau menginginkan membaca Buku Hitam Putih karya Blogor, serta kangen dengan 40-an pendiri Blogor.. Apakah Anda salah satunya? Hidupkan Mimpi beliau, ngeblog lagi, kumpul lagi, bangun komunitas ini!

Prof Sjafri : Paripurna 4 in 1
Prof Syafri atau Pak Syafri, begitu kami memanggilnya, –saya pribadi selalu memanggil “Prof” agar saya terpacu untuk mengejar “ketertinggalan akademik” saya dan cita-cita saya menjadi pengajar dikemudian hari– adalah Blogger “Professor” terbaik, dan Bapak-nya blogger bogor. Jarang sekali ada kombinasi kecerdasan dengan membuat artikal hampir setiap hari seperti Prof Sjafri, dengan materi yang sangat-sangat mendalam dan bermanfaat! Tak bercerita keseharian, tapi perenungan mendalam dari manajemen SDM dan Mutu SDM, hal yang menjadi kepakaran Guru Besar IPB lulusan University of Sussex di Inggris Raya ini.
Lalu, keahlian beliau dalam puluhan tahun mengajar SDM, dikombinasikan dengan filantropi dan sosial beliau dalam menjaga, mengembangkan dan mendukung Komunitas Blogger Bogor. Hal yang sangat jarang kita dapatkan dari seorang : (1) Profesor, (2) Profesor yang juga Blogger dan (3) Blogger Aktif. Belum tentu tiga hal berbeda ini bisa jadi satu dan melakukan kegiatan keempat, yaitu (4) Aktif di komunitas! Pencapaian Paripurna, paling tidak menurut saya.
Profesor Dr. Ir. Tubagus Sjafri Mangkuprawira, Profesor Blogger, Bapak Blogger Bogor, di hari Rabu, 6 Februari 2013 meninggalkan kita semua dalam damai, setelah tiba-tiba terkena serangan jantung pada acara kampus IPB yang beliau hadiri. Beberapa hari sebelumnya, beliau sempat memberikan berbagai masukan dan diskusi terakhir dengan beberapa tulang punggung komunitas Blogor, seakan sudah merasa waktunya segera tiba.
Hanya pena yang beliau tinggalkan bagi kita, dan kenangan dan wejangan terhadap Blogor, untuk menjadi SDM terbaik, dan sumbangsih bagi ilmu manajemen SDM dan tauladan dalam “perikehidupan blogger”. Biarlah beliau “Paripurna” juga di jalan-Nya. Kembali kepada-Nya dengan singkat, damai dan tak menyusahkan banyak orang. Inilah yang selalu kita inginkan ketika kembali keharibaan-Nya, dalam keadaan chusnul khotimah. Selamat Jalan Prof!
Professor 4 in 1, atau mungkin millions in 1. Begitu banyak kebaikan beliau yang membekas padahal pertemuan saya dengan beliau hanya sesaat. Selamat jalan prof…