Mendorong Aplikasi Budaya Telat Ala Indosat

https://www.unggulcenter.org/mendorong-aplikasi-budaya-telat-ala-indosat/

Biasanya, tak lama setelah event, para blogger akan menulis. Kali ini, pada event ICITY Gathering yang digelar Indosat pada hari Sabtu, 7 Februari 2015 ini saya akan menulis hal yang berbeda. Menggelitik dan membuat kita merenung (nasib) hehe..

Event ini bertajuk “Digital Community Hangout” Forum ICITY. Forum ICITY berfungsi sebagai Online Support Community yang didayai oleh komunitas pengguna Indosat. Menawarkan solusi, bantuan dan informasi (tips, trik, testimoni, pengalaman pribadi) seputar gadget, layanan Indosat, minat serta aktivitas komunitas. Forum ini merupakan crowd sourcing platform pertama di Asia Pasifik, dapat diakses melalui web atau handset dengan alamat http://icity.indosat.com.

ICITY (kadang diplesetkan menjadi ICT), mengajak komunitas pengguna Forum Indosat Icity, yang diklaim sebagai “Forum Berbasis Solusi Pertama di Indonesia” dan para blogger undangan, untuk hadir. Inti acara adalah launching “Web 3.0” nya forum icity. Kamu bisa segera join disana untuk diskusi panjang lebar. Tak hanya ngomongin gadget dan teknologi, tapi juga banyak hal. Mulai travel, sport maupun keseharian, dengan bank solusi yang dibentuk secara mengalir –diverifikasi oleh admin—sehingga apa yang kamu obrolin jelas juntrungannya. Ada solusinya dari user juga. Menarik.

Undangan jelas sekali, pukul 15.00 WIB. Dengan semangat 45, dari Bogor, saya sejak siang berangkat, spare waktu biar tak telat. Apalagi, Indosat yang katanya sudah dijual ke asing ini tentu punya budaya yang juga lekat dengan komunitas internasional. Disiplin.

Jadi, saya yang telat sekitar 15 menit, cukup untuk mengutuk diri sendiri. Dengan mempertimbangkan “budaya telat” nya kita (orang Indonesia) kira-kira setengah jam lah ya. Oke-lah consider situasi Jakarta maka maksimal 1 jam. Tapi telat bukan telat sengaja, hanya keadaan (ngeles mode : ON).

Lagipula, kata pepatah, burung yang bangun lebih pagi mendapatkan rejeki lebih banyak. Ihwal ini sudah menjadi kelaziman. Beberapa event malah menstimulasi datang lebih dulu untuk mendapatkan benefit misalnya 50 pendaftar or yang datang pertama mendapatkn A B dan C ketimbang yang telat.  Saya tidak yakin lagi ini jadi konsen Indosat sejak isu yang saya tulis dibawah ini terjadi.

 

 

Masuk ke venue di kantor pusat Indosat di Medan Merdeka Barat, persis di depan patung kuda, saya masuk dengan tergesa. Naik ke lantai 4 dimana event dihelat, segera saya mendaftar di Meja Registrasi.

Bukan kali pertama saya, yang sudah memakai nomor Indosat sejak sepuluh tahun lebih ini hadir. Event-event sebelumnya –hampir- selalu hadir. Kalau dapat info. Karena saya memang user, antusiasme saya lebih tinggi ketimbang event yang digelar provider lain.

Di registrasi, menulis nama dan tanda tangan (saya lupa nulis nomor Indosat ngga ya. Biasanya nulis.) Maka sebentuk goodie bag diberikan. Isinya buku berjudul “Srikandi Merah Putih” dan dua suvenir.

Masuk ke lokasi acara, ngobrol dulu ngalor ngidul dengan beberapa blogger yang sudah ada disana. Tak terasa hampir jam 4 sore. Lalu acara dimulai.

Panduan apik MC mengantarkan kami terhanyut dengan tiga orang pembicara. Cerita mengenai Indosat ICITY membuat saya serta merta membuka Handphone dan mendaftar di forum icity. Done.

2000 solusi dan 8 juta view loh di icity. Cucok nih !
2000 solusi dan 8 juta view loh di icity. Cucok nih !
Paparan data yang sangat menarik. Insightful.
Paparan data yang sangat menarik. Insightful.
Mba Hera Laxmi membawakan presentasi. Dulu saya sempat ketemu beliau di Blogger Nusantara pertama di Sidoarjo. Mungkin beliau lupa. Etapi kalau beliau juga bagi voucher utk yang bisa nebak blog nya apa, saya pasti duluan karena "lempar monyet" nama yang unik dan ada di kartu nama beliau beberapa tahun lalu ketika saya minta.
Mba Hera Laxmi membawakan presentasi. Dulu saya sempat ketemu beliau di Blogger Nusantara pertama di Sidoarjo. Mungkin beliau lupa. Etapi kalau beliau juga bagi voucher utk yang bisa nebak blog nya apa, saya pasti duluan karena “lempar monyet” nama yang unik dan ada di kartu nama beliau beberapa tahun lalu ketika saya minta. Sayang bagi-bagi hadiahnya dimonopoli MC dan stand up comedy. ^0^

Selain itu, suguhan stand up comedy oleh Lukman Baihaqi yang bercerita mulai dari dongeng legenda Indonesia sampai Susu anak menambah suasana hangat di tengah dinginnya AC ruangan. Apalagi saya duduk di depan.

stand up comedy sebagai penutup gath
stand up comedy sebagai penutup gath

Bagi-bagi voucher 100 ribu menjadi penyemangat teman-teman. Well, seperti biasa, saya jarang mendapatkan kesempatan menang. Mungkin sudah di-saraf saya, perlu perjuangan dulu semacam Lomba Blog atau nulis review hehe. Walaupun, menurut saya, terlalu banyak KUIS yang bag-bagi voucher. Mending tarik via Fishbowl saja diambil yang banyak. That will ensure the luck.

Dalam hidup ini, saya percaya dengan Hak dan Kewajiban yang harus dilaksanakan jika sudah jadi ketentuan. Nah, sempat ada obrolan kecil –dan karena event sebelumnya ada sisipan perdana 4G INDOSAT (beda event sih), mengenai tidak ada voucher di goodie bag. Hehe.

Ngarep dot com sih tapi ya kalau memang ada ya ada. Ngga ya ngga. Jelas sih menurut saya. Gitu aja. Jadi, saya menjustifikasi kalau event kali ini, voucher untuk  Nomor Indosat saya bernapas lebih lama hanya bisa didapat pada kuis-kuisan, which is I really don’t focus on that. Hak kita adalah apa yang diberikan saja dalam kantong goodie bag dan mengikuti acara dengan nyaman.

Suasana Gathering
Suasana Gathering

Selesai acara, kami pulang. Di luar pintu masuk, mungkin karena asyik ngobrol juga setelah acara selesai, sekitar 18.30 WIB meja registrasi sudah kosong. Ini penting, karena selanjutnya, saya akan tulis mengenai hal yang membuat saya “merenung” dan tersenyum kecut. Here come the issue.

Ya, berawal dari kontek-kontek mengenai teman-teman yang mendapat hadiah voucher dari kuis di acara, beberapa tahun hari kemudian, saya lumayan kaget.  Karena teman-teman bilang, sebenarnya SETIAP peserta mendapat voucher juga loh. 50rb. Wah, ini nih. Nilainya memang kecil, tak seberapa. Tapi karena saya percaya hak dan kewajiban, tentu ini hak saya dan teman-teman.

How come? Saya bertanya. Ternyata –entah benar tidak, kata seorang teman, SPG di meja registrasi kelupaan. Oh really? Nah yang “beruntung” adalah yang datang telat. Jadi dapat voucher di registrasi.

Oh No!  ternyata Indosat memang “Indonesia banget” ya. Mendorong budaya telat agar dapat hak nya. Hehe. Indosat memang ada unsur luar negerinya, member of Oradoo. Tapi unsur kata “Indo” nya adalah budaya telat. Dan afirmatif pula dengan itu.

Uniknya, tak ada upaya untuk memberikan hak tersebut ke peserta yang jelas sudah terdaftar di registrasi awal. Pun registrasi kosong melompong ketika acara selesai. Ah, another “budaya”. Datang telat, pulang duluan. Dan ini berlaku di official Indosat (ngga perduli saya itu SPG “karyawan” Indosat atau bukan, tapi faktanya terjadi hal itu).

Dengan “nilai-nilai IT” pun, dimana mudah sekali untuk misalnya mengirimkan voucher ke tiap handphone peserta teregistrasi, ataupun “manual” dengan memberikan ke peserta yang sudah sangat apresiatif dengan datang tepat waktu, bahkan sebelum acara di mulai, Indosat tak lakukan itu. Cuek Bebek.

Saat ini, saya hanya bisa tersenyum saja, oh lain kali saya mesti datang telat, agar mendapatkan benefit “maksimal” hehe. Saya rasa, hebat sekali cara Indosat mendukung “budaya telat”. Dan ini jadi pelajaran untuk kita semua yang “Indosat Mania” agar bertingkah laku sesuai kulturnya Indosat. Telatlah maka Kau lebih beruntung.

Karena ini ajang ICT (icity), maka tak salah jika judulnya “Aplikasi Budaya Telat ala Indosat” hehe. Aplikasi disini bukan program aplikasi tapi pengejawantahan nilai-nilai yang dijunjung tinggi Indosat. Bravo! Mari kita telat bersama event Indosat.

Again, it is not about the price. Saya rasa jelas, value nya memang ada di networking dan pengetahuan yang didapat di forum ini. Berkopdar dengan teman-teman dan mengenal teman baru. Juga mendapatkan info-info penting dari presentasi. Mudah-mudahan dapat share presentasinya sih.

Overall, acara ini asyik. Saya suka.

Namun, ada sisi lain yang rada janggal, yang bisa dimaklumi tapi tak elok untuk korporasi sekelas Indosat. Well, #AkuMahApaAtuh Cuma Blogger biasa. #Etapi kalau ada orang Indosat yang baca, saya hanya berharap perbaikan di event ke depannya. Namanya blogger, saya lebih nyaman “bicara” di blog dan ini seratus persen opini pribadi. So kalau ngga merasa perlu untuk didengarkan ya leave it hehe..

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

5 Comments

  1. Kirain budaya ngaret sudah hilang kalo udah ditangan asing, hehe…
    Jangan jangan SPG-nya sewaan dari luar, sehingga sengaja gak dibagiin tuh voucher. Lumayan kan haha…

  2. yeah, kadang yg secuil bikin keinget, apalagi sekelas Indosat

    harusnya jadi pelajaran untuk event berikutnya, hal detail harus diperhatikan. klo gini berarti ada indikasi panitia eventnya ga siap, tuh buktinya acara ngaret dan yg awal ga keperhatikan, pulang duluan pula :D. eh yg pulang duluan, ga tau jga ya, klo acaranya close jam 18.30, ya tinggalinnya jam 18.45 lah, spare waktu klo ada complain atau barang ketinggalan kan

  3. Lagi2 seorang blogger merasa terzalimi, kasus2 seperti ini tidak bisa dibiarkan Om. Btw, tulisannya keren banget. Udah kebayang gimana rasanya naik ke lantai IV pasti capek banged. Memang enak di ibukota ya, ada aja eventnya. Ngga kayak di daerah, sepi sekali. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.