Bukber-nya Blogger Reporter Indonesia (BRID) di Warung Daun Cikini, persis di depan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa 7 Juli 2015 merupakan momen yang gado-gado. Suka-cita, canda-tawa, namun juga penuh keseriusan, dalam arti bahwa ajang meetup BRID ini tak hanya hura-hura, tapi ada misi untuk mempertegas integritas para reporter-blogger ini yang harus berada di jalan yang “terdepan mengabarkan”.
Oleh karena itulah, saya berbangga dapat hadir dalam ajang ini. Karena artinya, saya dianggap satu keluarga dengan teman-teman BRID. Karena tempat sangat terbatas, maka perlu integritas dan perjuangan untuk dapat hadir loh. Membuktikan bahwa kita layak karena selain mengisi keanggotaan, tentunya harus “berprestasi” dalam arti melakukan berbagai liputan dengan ciamik.
Bukan diskriminasi guys, tapi malu hati dong kalau ngaku BRID tapi ngga pernah meliput event? Hehehe..
Baiklah, ini dia Seru-Syahdu nya Bukber BRID :
SERU
Kehebohan memang slalu di picu oleh rombongan emak-emak haha.. suda karakternya kali ya. Walau demikian, yang pria juga heboh, bertemu sesama BRIDers, blogger-blogger yang kawakan dan terkenal di dunia maya maupun nyata. Saya ngga perlu sebutkan nama satu persatu, karena semuanya penting, semua terkenal, semua heboh.

Mungkin, Mas Hazmi Fitriyasa alias Hazmi Srondol perlu saya sebut. Yup, beliau-lah founder yang saya kenal sejak lampau, selain Rosid dan Teh Ani Berta. Saya salut dengan mas Hazmi, dengan visi misi perjuangannya. Saya ingat ngobrol di event Indosat, sambil berjalan kaki, membahas perkembangan blogger sebagai jurnalis dan politik pada saat itu. Rosid dengan skill teknisnya yang oke punya, dan Teh Ani berta yang saya kenal, jauh sebelum beliau menjadi “profesional”. Ingat sekali saya bertemu teh Ani di pemancingan blogor. Selalu bersahaja dan ramah. Hingga sekarang.
Mereka ini, istilahnya, Admin BRID. Belakangan, Ahmed dan Pak Syaifudin pun saya kenal baik. Lalu, kemarin, ketemu dengan Kang Arul doktor komunikasi yang karena ngajar di UIN mau ngga mau slalu dijadiin ustad. Alias, disuruh pimpin doa penutup, doa pembuka, kultum dan lain-lain hihi… Ternyata, beliau blogger yang keren, kultumnya sangat bergizi dan berisi, cocok dan pas dengan BRID. Karena beliau blogger, jelas, beliau tahu bagaimana cara ngobrol dengan Blogger!
Bangga rasaya bisa mengenal tokoh-tokoh di balik BRID ini yang bersahaja.
Makanannya enak, menu nya oke banget, dan menu silaturahminya pun jelas tuntas dan bikin saya, sekali lagi gembira dan bangga. Ya, Mas Hazmi mengawali pembukaan dengan menjelaskan kembali mengapa kita ada di BRID. Mengapa BRID ada. Menu makanan oke punya, enak enak, apalagi disantap bersama-sama makin nikmat.
Setelah mas Hazmi, kemudian testimoni BRID dari mba Nunik, mba Haya dan juga Ipan dari Garut dan Dede, blogger baru, baru 1 bulan kata beliau, yang juga suami mba Icha yang juga hadir hari itu. Hmm jarang loh pasangan blogger. Rada tabu apa gimana saya ngga tau. Tapi mungkin karena memang jarang ada dua sejoli yang sama-sama suka nulis, dan suka berada di satu komunitas. Mungkin males ketemu 4L Loe Lagi Loe Lagi. Malah pengen “bebas” hihi.. gue banget tuh ya. Tapi yang ini beda, Hihi caiyo mas dede! jadi blogger aja, wartawannya hobi aja dibalik hehe.

Kemudian berbagai games, livetwit dan obrol-obrol bernas dari para bloggers. Banyak yang saya temukan, mulai Mas Choerul Huda dan Teddy yang maestro blogger otomotif, Arie Goiq si maestro blogger hotel, hingga berbagai bentuk blogger lain dengan karakter khasnya. Misalnya blogger traveleler, blogger tekno, buzzer, reviewer produk, penulis buku, dan yang sering menang lomba hehe.. dari Bogor sendiri, ada 5 orang yang pulangnya kita bareng jalan kaki ke stasiun Gondangdia. Sambil jalan malam itu lah, tentang kasus IM2 kembali saya ceritakan ke teman-teman. Disinilah letak syahdunya bukber BRID ini.
SYAHDU
Seperti saya bilang, di BRID ngga hanya hura-hura. Harus peduli sesama dan penuh integritas. Di awali dengan kisah dari Bu Amy, istri dari pak Indar Atmanto, direktur IM2 yang sekarang masuk bui karena pemerintah yang tak paham regulasi. Kasus ini karena dianggap IM2 melanggar dan korupsi karena gak ijin dalam pakai frekuensi 3G untuk layanannya. Padahal dia sewa ke Indosat dengan sah.
Menurut Onno W Purbo, tidak ada keharusan sebuah Internet Service Provider (ISP) untuk memiliki ijin frekuensi 3G. Sebuah ISP dapat menyewa, secara sah, bandwidth ke operator 3G tanpa perlu ijin frekuensi 3G. Jadi pola bisnis IM2 maupun 300+ ISP lain di Indonesia sesuai dengan UU Telekomunikasi maupun praktek usaha telekomunikasi yang ada. Tidak ada hukum yang di langgar apalagi melakukan tindak pidana korupsi.
Nah, jika kamu BRIDers sejati, dan belum tahu, belum tandatangan petisi dari Kang Onno utk bebaskan Pak Indar dan memberikan kepastian hukum kepada ISP yang terancam juga DISINI mari tandatangani bro. Tunjukkan BRID mu!
Suasana menjadi syahdu dikala Bu Amy meminta dukungan BRID untuk memberitakan tentang ini, memberikan informasi dan kebenaran. Serta tentu yang utama, mendoakan Pak Indar, suami beliau segera keluar. Bu Armi juga memberikan oleh-oleh sarung untuk semua BRID yang hadir sebagai wujud permohonan kepada kami. Tenang bu, ketika bersimpuh di hadapan-Nya, kami tentu berdoa, terucap maupun tak terucap, setiap saat untuk kejelasan kasus ini dan pembebasan yang tidak bersalah.


Selain itu, dukungan dari Yenny Wahid yang mendadak hadir (setidaknya bagi kita peserta bukber) juga membuat kami memiliki energi. Karena Yenny ternyata teman akrab bu Ami sejak lama dan mendukung kita semua. Mas Hazmi, terimakasih sudah menjadi bagian BRID, mari kita kabarkan hal yang baik, yang menjadi pandangan kita dan menjadi pengalaman kita. Independen, tetap, namun mencerahkan, harus.

My Finest Hour!
Akhirnya, di sesi terakhir, kuliah Kultum terserah antum dari Kang Arul yang seru abis. Saya yang duduk dipojokan karena nyari colokan pun sangat konsen dan nga mau berpaling dari mendengarkan. Bahkan gak sempat live twit hehe. Gak pengen juga sih banyak-banyakan, saatnya saya ngobrol sama sohib sohib yang kece di BRID langsung, ngga main gadget.
Inti dari kultumnya adalah BRID kepanjangan lain diberikan beliau yaitu Berani, Respek, Inspiratif, dan Develop (membangun diri dan lingkungan). Berani, jelas, harus karena ini urat reportase yang jujur. BRID harus berani ungkapkan di blognya apa yang terjadi. Khas blogger, apa adanya. Respek, artinya walau begitu, harus juga menghargai karya orang lain. Tidak copas, tidak menghina dan SARA. Keberanian dan Kebenaran, harus pula disampaikan dengan cara yang baik.

Inspiratif, menginspirasi banyak orang. Tulisan reportase harus bernas, memberikan manfaat bagi orang lain sehingga memberikan efek balik berupa nama yang baik, sebagai Blogger REPORTER. Integritas disini sangat diperlukan untuk memeroleh respek dari orang lain, dengan kita respek duluan terhadap orang lain.
Terakhir, pengembangan diri. Selalu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan, secara internal. Secara eksternal, juga mampu mengembangkan lingkungan. Lingkungan yang ada idealnya akan ikut membaik seiring dengan aktivitas yang kita lakukan di BRID. Dengan demikian, bukan mimpi, apabila BRID sanggup menjadi think-tank, kritikus sekaligus pemberi solusi bagi banyak permasahalah berbangsa dan bernegara.
Mencerahkan bukan? Eh, tapi kang Arul membawakannya ngga seserius tulisan saya diatas ya. Santai banget kok kemarin, kalau ngga ya sama aja kayak ceramah di Masjid, ngantuk. Kalau kemarin ngga, seru, lucu dan malah banyak tepuk tangan dan ketawa riang! Se-riang kalau kita menang lomba gitu deh hehe..
Ngomong-ngomong tentang hadiah kuis, lomba, livetwit dll. Ngga usah lah di omongkan. Kan hari itu kita bersantai bersama, bukan berada di event “luar” yang mungkin butuh “persaingan” dan butuh “brand recognition” dari follower. Hari itu, bagi saya, adalah My Finest hour, kalau meminjam istilah dari Winston Churcill, PM Inggris legendaris di era Perang Dunia II.

Cukup dengan ngobrol, ngalur ngidul, cerita sana sini, ke sesama blogger. Jalin keakraban offline. Ngga banyak mantengin gadget, (boleh sih tapi ngga sering2 amat) karena silaturahmi BRID akan sama aja dengan di dunia maya, kalau si maya kita bawa-bawa ke dunia ngobrol silaturami dan bukbernya BRID. Saya emang buka laptop di awalnya, buat kerjaan yang lum kelar. Pas sesi kultum, wah sayang banget kelewat, langsung tak masukin laptop ke tas kembali. Kalau menang kuis, lomba, misal twit dan testimoni tentang BRID, dll waaaah, itu anggap bonus, seru-seruan aja!

Trims BRID!





