Banyak sekali hal yang ingin kita lakukan pada saat lebaran. Baik itu saat mudik di kampung halaman, atau bagi yang tidak mudik, saat memanfaatkan waktu senggang yang dulu padat dengan aktivitas. Idul Fitri atau kita sebut Lebaran merupakan momen yang membahagiakan bagi kita semua.
Nah, rencana sambut Ramadhan dan Mudik Lebaran pasti indah. Saya misalnya, mau hemat nih bulan puasa, kan ngga makan siang. Kenyataannya, pengeluaran pas Ramadhan malah lebih besar! Apa sebab? Untuk Takjil saja kita kadang kalap. Belum lagi buka puasa bersama dan menu Sahur yang dibeli sebelumnya. Bujet-nya berkali lipat dari makan tiga kali sehari!
Selain itu, menjelang Lebaran, ibu-ibu mulai deh belanja kebutuhan pakaian anak, membuat rendang dan gulai daging serta ketupat, juga persiapkan berbagai hadiah dan oleh-oleh untuk mudik. Bapak-bapak sama, sudah memikirkan cicil mobil untuk dibawa lebaran atau sewa, atau membeli tiket kereta dan pesawat. Ujung-ujungnya, Puasa, Mudik dan Lebaran merupakan satu kesatuan yang costly loh.
Eh tapi, ngga apa-apa kan setaun sekali, sudah 10 bulan cari rejeki, 2 bulan ini amblas ya ngga apa-apa karena ada nilai lain yaitu kebersamaan keluarga dan bersimpuh di kaki orangtua.
Betul sih. Tapi apa iya, apa yang dikumpulkan selama hampir setahun hanya untuk habis dalam dua bulan berikutnya. Kan sayang ya. Ada kebutuhan seperti anak sekolah, properti, asuransi dan lain sebagainya yang “ngga keliatan” tapi ada dan mesti dipersiapkan.
Jadi, kalau bisa menghemat, tentu bermanfaat.
Ngga sekedar hemat, namun memang pas kebutuhannya. Jika memang harus keluar uang ya keluarin, ngga apa-apa. Hanya memang, untuk kebutuhan yang tepat. Bagaimana caranya, sedangkan Lebaran dan Mudik sudah dekat!
Jadikan resolusi lebaran. Resolusi lebaranku, adalah CERMAT(I). Terinspirasi dari situs keuangan yang banyak tips mengenai pengelolaan finansial nihh.. Cermati nama web nya. Keren, inspiratif nih. Nah, saya sekarang coba mencermati segala kebutuhan yang akan dikeluarkan dan kembali ke Ibukota dengan “Selamat” hehehe..

Mencermati semua kebutuhan yang ada dalam pikiran ngga cukup membayangkan. Kita harus write it down ke kertas untuk dicoret-coret dan ketemu bujet kasarnya. Dengan semangat 45, yuk, ambil blocknote dan kita coba cermati dengan CERMAT.
Nah, apa nih? Ini dia! Ini singkatan yang saya buat sendiri untuk mengingatkan diri, segala sesuatu harus cermat dalam kebutuhan di era-nya mudik ini. :
- Cek Ulang Kebutuhan.
- Eliminir yang tidak diperlukan atau tidak urgent.
- Ricek alias cek ulang listnya.
- Manfaatkan sumber daya yang ada.
- Atur pengeluaran.
- Terapkan dengan konsisten dan/atau Ikuti rencana yang sudah dibuat.
C-E-R-M-A-T atau C-E-R-M-A-T-I. Karena T dan I nya termasuk hal yang bisa paralel.
Ini list pertama kebutuhan mudik yang saya buat. List sederhana ya untuk contoh. Aslinya sih saya pindakan lebih detil dengan tabel yang rapi. Nggak seperti ini yang hanya beberapa item. Tapi gapapa untuk ilustrasi hehe.. Okeh, ada beli oleh-oleh untuk orangtua dan kerabat, pesangon THR si Teteh asisten rumah tangga, sampai ke siapin angpaw untuk ponakan, beli tiket pesawat.

CEK ULANG KEBUTUHAN (C)
Saya baca lagi, sepertinya beberapa di list bisa dilewatkan. Apalagi, saya pernah menemukan tips bagaimana memanfaatkan uang THR dengan baik di internet. Pertama, prioritaskan untuk hari raya. ‘Kan memang namanya Tunjangan Hari Raya toh? Nah setelah itu, sisanya dipakai untuk menabung, investasi, dana darurat dan juga sisihkan untuk yang membutuhkan. Kamu sendiri yang tahu berapa besar kamu harus masukin uang di kotak amal masjid tiap hari dan tiap sholat jumat.
ELIMINIR YANG TIDAK PERLU/URGENT (E)
Dari listing saya, ternyata membeli baju lebaran tidak perlu. Karena baju yang ada masih kondisi bagus. Membelikan orang tua sarung dan busana muslim lebih prioritas. So, bisa dibuang dari daftar. Selain itu, sepertinya telat untuk beli tiket pesawat murah. Tips ini nggak kebaca sih dulu hehe. Saatnya ke alternatif, yaitu kendaraan sendiri.
Dengan 5 orang anggota keluarga, daripada habis 10 juta hanya untuk pesawat PP maka berkendara salah satu pilihan. Mudik naik Mobil. Saya sudah coret nih Pesawat. Juga bisa coret pengeluaran baju lebaran. Di kampung pun, mobil sangat bermanfaat untuk hemat bujet jalan-jalan. Menyetir bisa gantian. Dari Bogor-Jakarta-Merak, adik saya, dan setelah naik kapal laut, dari Bakauheni-Lampung-Palembang giliran abangnya ini. Agak ragu sedikit, tapi karena saya kebetulan sudah baca tips ini semakin yakin deh.

RICEK (R)
Cek ulang list rencana pengeluaran tersebut. Wah ternyata, saya butuh memasukkan Dana Darurat dalam perencanaan keuangan. Sebagaimana saya pernah baca artikelnya di salah satu situs menarik tentang berbagai solusi keuangan, dana ini penting untuk apabila sakit, ataupun membayar tagihan. Ya, ini yang kelupaan. Kelamaan di kampung, tagihan-tagihan mending diselesaikan dulu. So, ada masuk list dana darurat untuk perjalananan dan di lokasi mudik, serta pengeluaran untuk tagihan yang bisa dibayar sebelum mudik.
MANFAATKAN SUMBERDAYA YANG ADA (M)
Begitu banyak keinginan membeli oleh-oleh. Eh ternyata jika dicek, dikulkas dan lemari masih ada berapa barang yang bahkan belum dibuka. Hasil dari hadiah, pembelian yang bonus dan seterusnya. Aha, ada berbagai mainan kado anak saya yang tidak dibuka, paket parcel dari relasi. Kado mainan ini bisa untuk ponakan, dan paket parcel langsung aja dibuka untuk bekal diperjalanan. Nggak perlu banyak mampir beli makanan. Mobil sebagai Sumberdaya aset yang ada juga jadinya bermanfaat. Hampir seminggu di kampung, nggak perlu sewa mobil dan pinjem ke sanak family.
ATUR PENGELUARAN (A)
Nah, setelah semua fixed lengkap dan ciamik, sudah mulai nih itung-itung. Saya harus atur kapan keluar uang riil untuk semua itu. Untuk mobil, akhirnya sewa, maka perlu dibayar di muka. Bensin uangnya disiapkan di kantong. Berbagai kebutuhan di lokasi mudik, kampung saya yang juga kota sebenarnya tapi nun jauh di Sumatera, bisa memakai kartu kredit. Kebutuhan dadakan yang disiapkan pun, bujetnya ada, namun cash nya tidak ada. Ini akan dikeluarkan dari kartu kredit jika diperlukan. Mudah-mudahan sih nggak perlu saat mudik ini.

Oya, sedikit info, bagi yang masih bingung mengenai kartu kredit mana yang terbaik, saya pernah ulas di blog mengenai situs yang ada fasilitas perbandingan credit card ini. Bisa kamu baca-baca juga.
TERAPKAN DENGAN KONSISTEN (T) DAN IKUTI RENCANA YANG ADA (I)
Aha, ini yang susah. Disiplin. Sudah dibuat capek-capek rencananya, tapi kenyataan jauh diatas kertas. Jadi saya akan berusaha nih, untuk konsisten di perencanaan yang ada. Ya, minimal 10% saja penyelewengan dananya terjadi hehe.
—
Tips CERMAT(I) ini berlaku untuk segala macam rencana yang kamu inginkan. Contoh diatas adalah simulasi dari sedikit oret-oretan saya menjelang mau mudik, jadi kasus nya bisa berbeda dan contoh solusinya berbeda misal di bagian mana yang dicoret mana yang ditambahkan atau dikurangi dari sisi anggaran rupiahnya. Sumberdaya yang ada, di setiap orang juga berbeda. Apa yang bisa dimanfaatkan agar hemat.
Jadi, nggak ada salahnya, menjadi bagian dari Resolusi Lebaran tahun ini. Kalau saya, biar ngga tekor alias “Bangkrut” kayak tahun lampau. Seakan-akan kita hidup banting tulang hanya untuk habis di masa puasa-lebaran. Ritual yang sulit ditinggalkan, karena orangtua kita mengharapkan anaknya yang merantau pulang setahun sekali.



Dengan CERMAT ini, maka setelah lebaran pun, insya allah akan bisa diterapkan konsisten, dalam kehidupan sehari-hari di masa depan. Nanti tahun depan, yuk kita cek seberapa tips CERMAT ini bermanfaat dalam satu tahun terakhir. Ini resolusi lebaranku!

jadi kangen pulang kampung ni