Peringatan hari bumi pada tanggal 22 April merupakan momentum bagi banyak pihak untuk menyadarkan kita semua akan arti bumi dan lingkungan hidup agar kita rawat dengan baik.
Palang Merah Indonesia didukung oleh Palang Merah Amerika (American Red Cross) dan pemerintah Kabupaten Bogor dan Jakarta Utara serta masyarakat peduli ciliwung gelar “ruwat bumi”. Adapun kegiatan ini melalui susur sungai dan aksi bersih sungai Ciliwung untuk menggugah kesadaran masarakat pentingnya menjaga Ciliwung dan ekosistemnya.
Apalagi, Ciliwung merupakan sumberdaya vital bagi kita semua. Sungai ini merupakan satu dari 13 sungai besar yang melintasi Jakarta dan wilayah penyangga. Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung saat ini memprihatinkan. Aliran sungai menyempit, terhambat gunungan sampah, kotor gersang dan tercemar.
Susur Ciliwung di Bogor diawali dengan pembukaan oleh perwakilan pemerintah kabupaten bogor, camat, wakil ketua DPRD dan unsur-unsur muspida Bogor. Juga hadir perwakilan dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang menyumbangkan bibit ikan 260.000 ekor untuk dilepas di DAS Ciliwung. Apalagi, ekosistem Ciliwung di hulu seperti Bogor sudah mulai tercemar. Walaupun masih bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan.

Setelah itu, kami langsung menuju perahu karet dengan ditemani para relawan PMI Bogor yang bertugas mengendalikan perahu bersama semua yang ikut.

Kegiatan di Susur Ciliwung ini tak hanya berperahu, namun berhenti di beberapa titik untuk melakukan pembuatan lubang biopori yang sudah dilakukan pada pagi harinya secara serentak, melihat kebun percontohan taman vertikal dan unit pengolahan sampah serta ikut melihat berbagai edukasi penyadaran mengenai pentingnya menjaga sungai untuk masyarakat sekitar sungai.




Di perjalanan, ikan-ikan benih dilepas di Ciliwung serta bebebrapa titik kami memungut sampah dipinggiran sungai sebagai simbolik untuk pelestarian sungai. Yap, soalnya sudah terlalu banyak sampah yang tak bisa dengan cepat dihabiskan!
Kegiatan ini seru sekali, berakhir sekitar pukul 12.00 di titik terakhir. Kami para blogger kemudian pamit untuk beristirahat melaui jalan darat.


Rekan-rekan lain seperti relawan PMI dan unsur seperti BNPB dan masyarakat peduli ciliwung juga beristirahat sambil makan siang. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan, danĀ kami, blogger akan mendukung sekuat tenaga!



Bloggers tak hanya bisa nulis di belakang meja, namun mencari pengalaman untuk dituliskan, dengan kegiatan bermanfaat. Salah satunya, kita tak ragu untuk ikut susur ciliwung dan berada dekat dengan alam, baru kemudian mengabarkan kepada dunia aktivitas ini.
