Istilah pinggiran memang cukup umum. Selain secara tekstual, Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang dalam hal ini Papua dan Papua Barat (selanjutnya kita sebut Papua) memang berada pada batas-batas provinsi yang langsung berbatasan dengan negara tetangga. Secara kontekstual, daerah KTI khususnya Papua juga tertinggal jauh dari Kawasan Barat Indonesia (KBI).
Saudara-saudara kita yang tinggal di Provinsi muda Indonesia ini memang membutuhkan banyak percepatan pembangunan. Untuk itulah, saat reformasi dan hingga pemerintahan yang sekarang, pemerintah mencanangkan percepatan pembangunan dan bahkan membentuk kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Namun tentu tidak cukup. Selain masih seumur jagung dan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, pembangunan tak lantas berhenti menjadi tanggung jawab satu aktor saja yaitu pemerintah. Masyarakat dan pihak swasta pun harus turun tangan untuk mempercepat pembangunan agar ketimpangan tidak semakin lebar namun semakin menyempit.
Pihak swasta dalam hal ini salah satunya adalah KORINDO. Korporasi ini tak hanya bergerak dalam produksi kelapa sawit, perkayuan dan βwind towerβ namun juga mendedikasikan diri dalam hal konservasi, hak asasi manusia dan pengembangan ekonomi selama 48 tahun.
Sebagai perusahaan yang memahami tanggung jawab sosialnya, KORINDO memiliki program mandat Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan tanggungjawab perusahaan terhadap masyarakat.

Di Papua, KORINDO membuktikan peran swasta yang signifikan membantu. Selain peningkatan perekonomian melalui Divisi Perkebunan Kelapa Sawit di Papua, salah satu program KORINDO adalah membantu menggerakkan masyarakat asli papua (Orang Asli Papua/OAP) terutama kaum wanita untuk menanam sayur mayur.
Warga OAP di Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Merauke sudah merasakan peran KORINDO dalam penyediaan lahan dan juga bibit sayuran kangkung, sawi terong, bayam dan jagung manis. Misalnya lahan yang dipakai untuk budidaya tanaman di Kampung Aiwat, Distrik Subur, Kabupaten Boven Digoel yang lluasnya 10m x 10m yang akan diserahkan kemudian untuk dikembangkan oleh masyarakat sendiri.
Panen perdana masyarakat pada September 2018 yang lalu bahkan dihadiri langsung oleh Managing Director KORINDO Papua, Mr Yi Jong Myeong yang menunjukkan kepedulian KORINDO dari pucuk pimpinan hingga petugas lapangan.
Dalam hal ini, KORINDO juga membimbing dan mendampingi langsung proses pengelolaan dengan melakukan edukasi bercocok tanam yang baik dan benar sehingga panen raya dirasakan berhasil.
Program lain misalnya pembangunan Jembatan Kali Totora di Desa Prabu-Asiki, Kabupaten Boven Digoel. PT Korindo Abadi yang bagian dari KORINDO Group meresmikan jembatan pada jumat, 28 September 2018 yang disambut antusias warga karena dapat menunjang moda transportasi dan meningkatkan perekonomian daerah di pedalaman Papua.

Selain itu, soal kesehatan pun tak luput dari program KORINDO. Tunas Sawa Erma (TSE) yang merupakan bagian dari kontribusi KORINDO Group membuat Klinik Kesehatan Asiki di Papua. Hal ini karena perusahaan yang beroperasi di Papua ini melihat langsung kesulitan masyarakat dalam mendapatkan akses kesehatan.
Berbeda dengan kontribusi CSR perusahaan lainnya, KORINDO membuat klinik yang merupakan infrastruktur penting. Saat ini, Klinik Asiki telah menjadi pusat layanan kesehatan dengan total 14 ribu peserta dengan bangunan dan layanan yang modern dan tenaga medis yang profesional.
Oleh karena itulah, dengan dedikasi di lima pilar CSR nya, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Lingkungan, Kontribusi KORINDO group mendapat ganjaran Padmamitra Award. Padmamitra Award adalah penghargaan tertinggi yang diberikan negara kepada dunia usaha atas kontribusi dan perhatiannya terhadap kondisi sosial masyarakat.Β Kementerian Sosial Indonesia merasakan kontribusi KORINDO membantu sekali dalam peningkatan percepatan pembangunan di KTI pada umumnya dan Papua pada khususnya.

Kontribusi KORINDO dalam CSR ini juga sejalan dengan statistik dampak ekonomi pada daerah-daerah dimana KORINDO beroperasi. Dengan demikian, kita berharap KORINDO dengan aktivitasnya senantiasa mengedepankan kontribusi sosial selain ekonomi kepada masyarakat lokal sehingga pembangunan KTI berjalan lebih cepat dengan adanya KORINDO di Papua.
Sukses selalu untuk program CSR Korindo.
Semoga makin berkembang dan banyak lagi hal bermanfaat yang bisa dibagikan.
bener banget mas wilayah sana emang masih banyak banget ketertinggalannya soal pembangunan ini ya, semoga CSR nya bisa memberikan manfaat yang besar untuk perkembangan wilayah Papua dan Kawasan Timur Indonesia
Semua perusahaan zaman skrng emang diminta berkontribusi buat masyarakat ya mas. Salut buat Korindo yang menggarap Indonesia Timur khususnya Papua. Moga CSR-nya membawa manfaat besar buat masyarakat di sana π
Korindo ini keren bgt yah programnya, pembangunan merata dan yg tinggal di provinsi muda gglagi tertinggal π
Korindo ini keren bgt yah programnya, pembangunan merata dan yg tinggal di provinsi muda gglagi tertinggal
Wah alhamdulillah ya warga Papua benar-benar didampingi oleh KORINDO dalam proses memajukan daerahnya. Semoga bisa terus berkembang, ya.
Wuah Korindo keren sih. Semoga makin banyak daerah yang terjangkau oleh Korindo. Dan semoga banyak yg terinspirasi oleh Korindo. Hohooo
Btw aku baru tau istilah KTI. Taunya ya Karya Tulis Ilmiah, hehe
aamiin, senang seklai lihat foto mama yang sedang ada di tengah tananman jagung itu, hijau dan bahagia
Keren sih ini KORINDO. Mereka mulai membangun dengan mengembangkan di sektor lingkungan hidup. Betewe, kepanjangan KORINDO itu Korea Indonesia kah apa gimana?
Iya korea indonesiaa ^^