Sektor kesehatan dan pertanian merupakan dua perhatian utama Bayer, perusahaan global di bidang Life Science ini. Grup Bayer, sebagaimana yang kita tahu telah hadir sangat lama. Selain produk-produk yang sudah ada bahkan sejak 1920-an, PT Bayer Indonesia sejak 1950-an sudah menjadi kepercayaan dalam hal produk kesehatan. Siapa sih yang tak kenal produk-produk bayer misalnya Tonikum, Redoxon, CDR.
Fact Sheet yang ditunjukkan pada sesi Buka Puasa Bersama Media yang diadakan kemarin, Selasa, 14 Juni 2016 di Hotel Le Meridien, Sudirman menjadi bukti konsistensi Bayer di Indonesia. Membukukan total penjualan senilai RP 3,04 trilyun pada tahun 2015, Bayer bersama beberapa divisinya terkait Pharmaceuticals, Consumer Health dan Crop Science turut mengembangkan kualitas hidup manusia melalui inovasi-inovasi yang ada.
Divisi Pharmaceuticals dari Bayer menggunakan keahlian ilmiahnya untuk membantu masyarakat Indonesia agar tetap seat dan mereka yang memiliki kebutuhan medis khusus.Women’s healthcare Bayer telah bekerjasama lebih dari 30 tahun dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan mendukung brbagai kegiatan kebidanan, salah satunya Duta Sragen Sejahtera. Di bidang General dan Specialty Medicine, produk inovasi dan riset Bayer mengembangkan dukungan untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI).
Divisi Consumer health, sebagai produk non resep dikembangkan melalui pabrik di Cimanggis, Depok. Produk health care seperti Berocca, Supradyn, Saridon, CDR, Redoxon, Aspirin, Elevit dan Canesten diproduksi dan diekspor hingga ke 26 pasar utama di seluruh dunia tahun depan.
Sedangkan di Divisi Crop Science, pabrik bertaraf Internasional dikembangkan pabrik di Surabaya, yang mengelola proteksi pertanian, benih, dan produk lingkungan yang didistribusikan di Indonesia dan sebagian besar diekspor ke Malaysia, Filipina, Taiwan, Australia, Thailand, Tiongkok, Vietnam dan Pakistan. Selain itu Pusat Benih (Seed Growth Centre) sebagai tempat meningkatkan kualitas benih dari perusahaan pelanggan Bayer dengan teknologi perlindungan tanaman yang dimiliki Bayer. Produk-produk Bayer Crop Science meliputi produk di crop protection, benih pertanian dan environmental science.
Selain itu, Bayer bermutar dengan PISAgro (Partnership for Indonesia’s Sustainable Agriculture) dalam mengembangkan bisnis pada rantai suplai beras yang menyediakan insentif bagi petani kecil untuk menghasilkan lebih banyak beras sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara berkelanjutan, dengan model kerjasama publik-swasta dengan target swasembada beras Indonesia. Pelatian praktik bercocok tanam yang baik (good rice farming practice) juga diselenggarakan bersama mitra.
Pada kesempatan bukber bersama media, tiga tokoh sentral Bayer Indonesia hadir dan memaparkan pencapaian selama ini. Mereka adalah Ashraf Al-Ouf, Presdir Bayer Indonesia, Jose Mari Lopez, Head of Consumer Health Division in Indonesia dan Mohan Baby Rajaram Bopana, Country Head Malaysia and Indonesia, Crop Science Division, Bayer.
Bertepatan di bulan Ramadhan yang suci ini, Jay, panggilan Jose Mari Lopez mengatakan bahwa “kita tidak pernah tahu apakah kita sudah memiliki nutrisi harian yang cukup dan lengkap untuk mengatasi tantangan harian seperti polusi, perubahan musim dan stres. Maka dari itu, untuk menghadapi puasa 30 hari, penting untuk memastikan bahwa tubuh Anda memiliki asupan gizi yang memadai untuk mendukung daya tahan tubuh.” Beliau menginformasikan jika Redoxon dengan formula double action 1000 m vitamin C dan 10 mg zinx pada setiap tabletnya dapat membantu memelihara daya tahan tubuh dari tantangan-tantangan tersebut.
Melalui aktivitas inovatif produktif ini, Bayer Indonesia konsisten mengembangkan Life Science di bidang pertanian dan kesehatan guna menjadikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk kepentingan manusia berkehidupan yang lebih baik. Science, for a better life (in Indonesia).




