Serius, saya tak terpikir untuk membeli Mobil city car yang “kecil” itu. Karena tubuh saya yang besar-lebar (whatever you say), bayangan saya kalau naik mobil seperti itu sama seperti Beruang yang naik sepeda roda satu, geli ngebayanginnya hehe..
Walau beberapa waktu ini, fenomena city car 5-seater yang terjangkau sudah mulai digemari, namun saya tetap merasa belum saatnya. Lagipula, dengan mobil seperti ini, pasti banyak fitur yang dikurangi, itu pendapat saya sebelumnya.
Saya tergoda juga sih sebenarnya, kalau melihat salah satu mobil tersebut, sebut saja, Daihatsu Sirion yang seliweran. Selain bentuknya yang ergonomis, tampilan luar yang bagus, saya suka bagian belakang Sirion. Saya sadar, bagi entry level seperti saya yang sudah malang-melintang ber-motor ria kemana saja, beli mobil perlu pikir-pikir.
Selain bujet friendly, juga yang cocok untuk pemula. Daihatsu merupakan brand yang menurut saya cocok untuk pemula dan berbujet mahasiswa, walaupun sudah kerja untuk cari pengalaman seperti saya hehe.. Selain itu, tagline Innovation for Tomorrow merupakan jaminan produknya inovatif di banding yang lain dong ya.
Nah, kelar kuliah sampai sekarang lanjut S2 dan nyambi menjadi peneliti sosial di sebuah lembaga riset, kebutuhan mobil yang besar sejenis MPV (Multi Purpose Vehicle) tak (belum) saya butuhkan. Belum urgent. Karena saya lebih sering naik motor ke Stasiun Bogor, baru naik KRL menuju Jakarta untuk bekerja. Itupun ngga tiap hari. Sambil kuliah di IPB jadi lebih banyak saya ke Darmaga yang macet Naudzubillah. Motor pilihan tepat, tapi iya sih, kalau hujan, cuciaaan deh gue.
Perlu nih, mobil juga. Tapi memenuhi syarat, Pertama, yang nyaman, cozy biar kalau macet ke kampus ngga gampang bete. Weekend, di Bogor, hari yang berat. Macet dan mobil dari mana-mana. Itulah yang sedikit banyak menggoda saya hmmm mungkin kalau punya mobil yang light bisa juga nih. Parkir di stasiun OK, wiken jalan juga OK, ngga kesannya heboh.
Kedua, Saya tuh orangnya nyantai. Gak punya mobil ya ndak papa. Ngeteng kemana-mana. Kalau punya mobil, pengennya yang gaul, cocok untuk anak muda tapi harga tidak mahal banget dan modif-able. Spesifikasinya bagus, ngga “dikurangi” dan ehm, angsurannya yang masuk akal (baca: masuk bujet). Maklum, masih late-twenties lah kita.
Makanya terus terang, Sirion mobil yang menarik.
Tapi ya itu tadi, masih malas. Kalau pakai city car yang seperti itu, nanti saya kayak Beruang yang naik Sepeda roda satu. Sempit. Gak enak ngeliatnya. Itu alasan ketiga.
Ya, dua alasan diatas membuat saya masih mikir. Sampe sekarang hehe..
Lalu, kesempatan itu datang.
Seorang teman membawa mobil itu. Kebetulan ada field trip dari kampus ke Puncak. Biasa, mahasiswa jurusan perencanaan wilayah memang banyak jalan ke pelosok. Biar nggak teoritis terus, dan bagian dari program di berbagai matkul yang ada.
Kebetulan saya ngikut yang Sirion ini. Wah, sempit nih bakalan, pikir saya. Dalamnya kayaknya gak jauh beda dengan Angkot Bubulak-Kampus Dalam, mobil jenis Carry yang biasa saya pakai kalau ngga pakai motor. Paling-paling modifikasinya yang saya harapkan di mobil ini.
Ternyata, ketika masuk, wah nyaman coy. Ngga empet-empetan. Pas. AC nya dingin, interiornya, terutama dashboard (saya duduk disamping sopir) keren bingits. Ini yang saya suka. Teman yang nyetir pun kayak smooth banget bawanya. Dengan lagu-lagu terkini di Radion KISI FM, kita berangkat. Body teman saya yang nyetir pun hampir segede saya, tapi nyaman banget ngeliatnya.
Anak-anak berebut juga naik. Tapi saya yang duluan hehe.. sengaja, naik ini karena emang pengen tau.
Sekilas Review
Obrol-obrol, emang bener, katanya nyaman en anak muda banget ini mobil. Bujet pas, bawaannya santai, tapi produk mobil Sirion ini nggak ngasal. Serius bro.
Kata teman, dengan 1300 cc, Sirion jadi pilihan dia dibanding yang lain di kelasnya. Dari dia pula-lah saya mengetahui yang namanya Slalom. Sebab, dia beli mobil ini setelah menyaksikan Sirion Slalom tahun 2013 kalau ngga salah. Sudah dua tahun.
Mendengar kemampuan Sirion yang dijajal Slalom dan merasakan sendiri interiornya dan kekuatannya nanjak, ke Puncak bro, rada macet dikit di Gadog. Saya yakin emang cocok nih mobil untuk dibawa ke kampus Darmaga nan macet maupun muter-muter dimacetnya bogor or ngebut ke Jakarta. Ini aja, dari kampus Darmaga, langsung ke Puncak walau macet, ngga kerasa. Goyangannya ngga begitu mengganggu. Saya ampe ketiduran sekitar setengah jam hehe..
Baru deh, saya coba telisik mengenai kemampuan Sirion dari teman saya. Amazing euy, ceritanya. Ngga tau juga sih la wong dia punya mobil ini, jadi tentu agak-agak subyektif kali ya. Hehe.
Makanya, ketika ada kompetisi untuk menjajal kehandalan Sirion, langsung saya tulis nih pengalaman ini. Mana tau, jadi bagian dari 50 bloggers yang berkesempatan menjajal langsung. Teman saya pelit sih, ngga boleh tuker kemudi waktu itu. Ya, wajarlah, tu mobil kayaknya lebih di sayang daripada nyokapnya haha..
Oke deh, mungkin pengalaman saya dengan Sirion baru sebatas ini. Naik bentar, lum jajal dan dapat info dari yang jual eh yang punya, so a bit subjective for sure.
Namun saya punya kesimpulan awal. Kalau di anak kuliah itu di penelitian namanya “hipotesis”. Hihi. Serius amat ya saya. Eniwei, kesimpulannya itu! Ya, keseriusan. Saya pikir, walau Daihatsu dipersepsikan sebagai brand untuk “pemula”, ngga serta merta produknya juga asal-asalan. Serius banget nih men.
Mulai spesifikasinya yang aduhai, mesin DOHC kata teman saya yang bikin mobil ini nggak “mengaum-ngaum” kayak angkot hehe.. Mesin bertenaga, pembakarannya sempurna tapi suaranya halus. Kuat nanjak dan meliuk-liuk di kawasan puncak yang berliku. Hingga interior dan performa (awal) yang saya rasakan.
Dashboardnya bikin saya jatuh cinta. Cool. Bluetooth, MP3, USB sudah ada disana di Head-unitnya, tinggal colok. Kinclong abis. Landscape dari keseluruhan dashboard-nya keren. Kalo udah duduk di dalam kayak gak pengen keluar deh hehe.. bass nya mantab klo denger dari mobil teman waktu itu.
Nah, persnelling-nya yang dibawah dashboard tengah membuat dia lebih lapang sih menurutku, dan itu bikin keren juga. Enak kayaknya ngeliat teman ganti gigi disitu. Belum lagi di dashboard kanan, meter cluster-nya juga mudah dibaca dan ada info konsumsi bahan bakar dan jarak yang bisa ditempuh. Digital pula.
Electrical Power-steering nya ada dan oke banget. Smooth kanan-kiri kalau muter. Makanya saya bilang klo jadi lapang dan nyaman. Setir posisinya juga sangat pas dengan kenyamanan pengemudi dan tuas persneling ada di Dashbord tengah. Leg-room nya lega dan seat height adjustable juga bikin tambah lapang.
Karena dulu ngga foto-foto (mana gue tau ada lombanya. Lagian nanti dibilang norak sama temenku), maka foto ini tak ambil dari web. Ini versi Matic (AT) ya makanya persnelling nya disitu. Kalau yang Manual (MT) masih di bawah. Tapi overall sama saja, tetap lapang n keren. Eniwei, ide persnelling disitu saya acungkan jempol, menurutku itu keren.. ya, walaupun kelemahannya, perlu penyesuaian dulu lah ya. Tapi gak lama kok. Malah dekat ama setir hehe.. jadi kesannya pas ganti2 persnelling itu serasa di dalam film balap-balapan yang ada di tipi.

Dengan spek sedemikian, dan dikabarin juga sih, cicilannya si teman hehe, saya rasa, Sirion menjawab keraguan saya yang Pertama.
Kalau sebelumnya saya sudah membatin bilang keren ke body luar Sirion yang seliweran di jalan terutama bagian belakang sebelum ternyata dapat kesempatan masuk ke mobil temen, nah ini penjelasan singkatnya. Bemper belakang nya yang saya suka, aga berbeda dengan produk lain. Dia agak tinggi penambahan dari main body nya. Dan eksterior ini menambah kesan bukan kayak kayak mobil roti tuh kalau produk lain yang plain aja di belakang hihi..
Udah dilengkapi sensor parkir juga dan lampu-lampu nya mantab. Lampu belakang kombinasinya pas, vertikal red. Spion elektronik juga dan ada tuning-lamp nya untuk belok kiri-kanan dengan aman. Nah, satu lagi, saya suka antena kecilnya di bagian atas loh. Hehe.. bikin gelombang radio or tipi kalau nanti dimodif jelas dan jernih. Antena ini juga bikin tampilan luarnya OK serta bikin ni Mobil makin sporty.
Nih bentuk keseluruhannya.

Kedua, santai en nyaman. Ngga perlu dijelasin lagi nih kayaknya hehe. Oya ada bottle holder di tengah dan dibawah jok ada tray gitu untuk menyimpan pernak pernik yang bisa dibawa misalnya Sendal or Sepatu dibawah jok. Jadi gak usah kelabakan nyari kalau mau turun, tinggal tarik tray dan ambil aja. Nyaman banget kan.
Nah jawaban keraguan saya yang Ketiga, jelas juga. Ngga sempit kok bro. Walau badan saya lebrar ni mobil adjusting lebar gue kayaknya hehe.. Pas, ga ngerasa sempit. Apalagi dengan interior yang sudah nyaman. Penjelasannya kalau untuk sopir, ada di atas, karena dashboard-nya keren dan setir yang adjustable. Selain itu, di bagian tengah muat tiga orang dengan masing-masing ada seat-belt. Again, ini bukti keseriusannya. Ngga asal ada seat-belt tapi di-built lengkap. Kemarin sih malah kita pakai berempat di tengah, ada yang agak langsingan soalnya cuy. Hihi.. off the record ya.
Kelemahannya, paling butuh penyesuaian di persnelling tersebut. Selanjutnya, bakal jatuh cinta kayaknya. Ngumpulin duit nih gue ceritanya hehe.. gak tau kapan tapi yang penting sudah punya pilihan 😀
Selain itu, mungkin masalah luasnya sih kalau kamu family man yang punya keluarga besar kayak iklan di tipi waktu dulu itu yang ada kakek, nenek, kakak, teteh, tante om mau ikut semua hehe.. bagi esmud dan kuliahan sih ini udah pas.
Jadi, dari sekian penjelasan diatas, mudah-mudahan Anda yang baca bisa ikut jajal Sirion dimanapun berada. Kalau saya, berharap banget diundang Daihatsu untuk nyoba. Siapa tau rejeki hehe..
enak ya city car gini… :”) *ngumpulin duit dulu
iya, rekomended nih. lapang juga utk keluarga kecil. Dan kemampuannya itu keren, drifting dia jagonya. Dulu sempat baca juga liputanmu di Slalom 2013 kayaknya emang keren ni mobil.. tinggal pertimbangan kapasitas aja hehe..