Setelah mengunjungi pertambangan yang luas itu –tapi sangat kecil kalau dibandingkan tambangnya Freeport di Papua– maka hari ketiga ini kami melanjutkan petualangan melihat tambang dari dekat ke PROSES nya.
Tentu, setelah rangkaian pengerukan, bebatuan yang dibawa oleh Haul Truck yang super-besar itu menuju ke pekerjaan selanjutnya, yaitu memrosesnya menjadi mineral berharga yaitu Tembaga. Bentuknya adalah butiran pasir halus yang disebut “konsentrat”.
Nah ditulisan ini, saya memaparkan perjalanan kami ke tempat pemrosesan ini.

Lokasi ini resminya dinmakaan Mill Building Area. Disini bebatuanĀ “ore” yang dibawa oleh haul truck ditumpahkan untuk digiling (grinding) dan dipisahkan batuan yang tak berguna dengan konsentrat tembaganya. Selain mendapatkan tembaga, mineral lain yang didapatkan namun jumlahnya sangat kecil juga emas.
Di dalam, terdapat sekian penggiling yang memecah batuan. Tidak cuma satu. Dengan demikian, ore yang didapat dilakukan pemecahan, penggilingn dan pengambilan konsentrat terus menerus hingga habis. Setelah itu, sisanya berupa semacam lumpur batu tak berguna yang disebut “tailing” segera ditempatkan di laut dalam. Sehingga tidak membahayakan ekosistem.
Sistem kerja di proses ini juga terbilang rapi dan membutuhkan konsentrasi dan disiplin yang tinggi. Limbah tailing dimonitor terus menerus dan sample selalu dicek dan dijaga.




Ruang monitor yang canggih memastikan every detail dan setiap kegiatan yang aman untuk lingkungan, pun aman untuk pekerja yang ada.

Tailing yang ada pun tidak berbahaya sebenarnya. Kami juga mencoba memegang limbah ini dan memang seperti adonan semen or pasir saja.


Proses selanjutnya, tailing ini ditempatkan di laut dalam melalui pipa ke pantai. Pipa ini pun ada tempat kontrolnya, tidak langsung tersalurkan bablas begitu saja. Di laut dalam, tempat yang khusus juga disiapkan. Penempatan tailing ini sangat rapi, berhati-hati dan memenuhi standard internasional maupun standard lingkungan. Tak ada yang perlu dikhawatirkan sepertinya.

Sedangkan konsentrat yang berharga dipindahkan ke gudang konsentrat untuk kemudian menuju ke proses selanjutnya, di-packing ke kapal dan diekspor.



Demikian aktivitas kami di bagian pemrosesan, semoga dengan demikian dapat menjelaskan secara sederhana bahwa proses ini ternyata tidak asal-asalan. Dengan tingkat ketelitian yang tinggi dan dimonitor sedemikian rupa, plus perlengkapan dan peralatan yang canggih, proses ini dipastikan berjalan lancar tanpa kendala. Tingginya “konsentrasi” dan fokus pada pengelolaan hasil tambang yang berwawasan lingkungan ini kita patut apresiasi.
Aktivitas berikutnya, di hari ke-4, kami sudah mulai pindah untuk tidur di rumah masyarakat sekitar tambang, yaitu di Desa Maluk dn Sekongkang. Agar kami mendapatkan juga pengalaman, pelajaran dan perasaan masyarakat mengenai aktivitas pertambangan di Batu Hijau. Jadi, kami akan memastikan bahwa NNT dan tambang Batu Hijau ini benar-benar keberadaannya menguntungkan, tak cuma sisi pemasukan pemerintah/negara tapi juga aspek lain.


1 Comment