Di hari ke-6, tiba-lah saatnya melihat kontribusi tanggung jawab sosial (CSR) NNT kepada masyarakat sekitar. Saya juga bertanya-tanya, apa sih yang dilakukan NNT untuk masyarakat, selain menyediakan peluang kerja? Ini dia ternyata.
Hari ini kami berkunjung ke beberapa lokasi, yaitu Kebun Buah Naga, Bank Sampah dan terakhir ke sentra pembuatan jaring dari kulit kelapa atau yang disebut coco-net. Semua usaha masyarakat ini dibantu NNT.
Sebenarnya ada banyak lagi aktivitas CSR selain itu, misalnya di bidang pendidikan dan penyuluhan dimana sebelumnya saya tulis tentang kemandirian sekolah disini. Juga beberapa UKM binaan lain. Namun karena keterbatasan waktu, kami hanya dapat berkunjung ke tiga lokasi ini.
Kebun Buah Naga
Kebun ini luas sekali, dan dikelola masyarakat secara partisipatif. NNT menjadi fasilitator dan penyokong modal melalui dan CSR. Diharapkan, panen buah naga ini akan lambat laun meningkatkan perekonomian regional, apabila strategi pengelolaan dan penjualan di tingkatkan. Serta buah yang banyak khasiatnya ini menjadi komoditas unggulan Sumbawa bahkn NTB. Karakteristik buah yang berjenis KAKTUS ini cocok dengan lahan dan iklim NTB yang panas.


Bank Sampah
Apa sih maksudnya bank sampah? Maksudnya, kita bisa menjual sampah plastik misalnya dari kantong kresek dan ditukerkan di Bank sampah dengan pulsa. Ini ide yang keren. Siapa penyedia pulsa? NNT melalui dana CSR nya. Maju terus bank sampah Lakmus.


Jaring Sabut Kelapa untuk Reklamasi Coco-Net
Tempat yang ketiga juga asik. Disini kami suprise sekali, bahwa tali jaring reklamasi yang dipakai untuk menahan agar bibit pepohonan tidak jatuh dan teralir ke bawah bukan-lah tali tambang biasa. Namun tali yang dibuat dengan memanfaatkan sabut/kulit kelapa. Asyiknya, masyarakat yang membuat. NNT membeli dari hasil masyarakat ini. Pada saat kami tiba, hari sudah mulai sore, namun di dalam masih banyak ibu-ibu penduduk yang memintal jaring. Beberapa teman pun ikut mencoba dan memotret kegiatan ini. Wah, positif sekali!


Sebelumnya, saya sempat bertanya-tanya, macam apa ya yang dilakukan NNT. Kalau untuk pendidikan sih, pastinya. Jelas itu. Nah, ke masyarakat, bagaimana. Alhamdulillah, NNT tak memberi ikan, tapi memberi kailnya. Usaha masyarakat dalam kebun buah naga bisa menjadi komodit yang baik, serta UKM-UKM yang ada akan mandiri di kemudian hari dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak hanya berharap jadi karyawan NNT.
Mudah-mudahan, suatu saat disuatu waktu di depan sana, saya dapat kembali melihat Maluk, Sekongkang dan Sumbawa Barat pada umumnya. Untuk mengetahui, ketika tambang selesai, apakah usaha masyarakat selesai. Mudah-mudahan Pemerintah Daerah memiliki strategi jangka panjang untuk antisipasi ini. Sebab, saat ini donatur dan fasilitator masih NNT. Sabut untuk reklamasi, dan Bank Sampah, modalnya didukung NNT. Termasuk kebun yang ada. Semoga!