Meiji Jingu atau Kuil Meiji adalah salah satu destinasi wisata “religi” terkenal di Jepang. Bertempat di Tokyo, tidak jauh dari Taman Yoyogi, saya tiba disana dengan naik kereta bawah tanah jepang. Saya waktu itu kalau gak salah turun di stasiun Sangubashi atau Harajuku, agak lupa, yang pasti setelah dari Meiji saya kemudian jalan kaki menuju Harajuku.
Kuil ini lumayan luas, dengan beberapa tempat ritual untuk bersembahyang.Yang menarik, kuil ini sangat terpelihara. Berada di tengah-tengah kota Tokyo yang modern, Jalan menuju kuil ini juga asri. Ribuan pohon menemani perjalanan saya dari gerbang, masuk menuju Kuil Meiji. Di kanan kiri hutan rimbun.
Memasuki kuil, Beberapa teman ada yang juga berdoa di kuil ini, sedangkan saya tertarik memotret sekeliling. Kebetulan sekali, ada prosesi pernikahan loh di Meiji Jingu ini. Sesuatu seremoni yang kata teman-teman sangat jarang terjadi.
Di depan kuil, ada semacam tempat menggantung berbagai ornamen kayu. Saya tertarik mendekat. Ternyata itu adalah papan yang diisi pesan dan harapan. Doa yang ditulis di papan. Nama papan ini adalah “ema”. Artinya kuda. Konon, dulu persembahan masyarakat untuk Kuil adalah kuda. Sekarang tentu sudah berubah.
Kamu boleh menulis segala harapan pada papan Ema ini kemudian gantungkan di tempat khusus ini. Adapun untuk mendapatkan papan Ema ini kamu harus merogoh kocek 500 Yen atau sekitar 50 ribu rupiah.
Papan-papan ini digantung dan akan didoakan oleh pendeta Shinto pada sat Mikesai, atau doa di pagi hari.
