Hidangan Khas Manado yang kita ingat, pasti soal ikan laut. Ya, jika Minahasa bagian tengah merupakan pegunungan dan danau, ekosistem Minahasa di pesisir, termasuk di Manado dan Sulawesi Utara pada umumnya sebenarnya adalah Laut dan sumber daya nya terutama Ikan. Di tulisan pertama, saya menyantab puas masakan air tawar dan pegunungan serta penganan khas Minahasa di SINI. Kali ini, kita berlanjut ke bawah, ke arah Manado yang kaya sumberdaya laut dan pesisir. Ya, sembari menjelajah Pesisir Bahowo menuju Manado. Ini ceritanya.
Kita tentu mengenal ikan cakalang dan ikan tuna, atau ikan kue (bobara) dari daerah ini. Semua ikan laut yang besar-besar. Ikan cakalang merupakan ikan terbang yang menjadi khas di Sulawesi Utara. Ikan tuna atau cod dan ikan goroppa (kakap) juga merupakan produk laut yang bergizi. Biasanya, dimasak menjadi lauk atau dibakar dengan dabu-dabu sebagai bumbu dan cocolan-nya. Sedaap!


Di hari kedua, kami ke Pasar Tomohon. Pasar ekstrim kalau kata orang. Sebab, dijual beragam bentuk “menu” bakar-bakaran. Yang dibakar adalah anjing, kucing, tikus hutan, juga kelelawar. Wuih ekstrim! DI tempat ini kami juga blusukan. Pengetahuan tentang camilan Minahasa diuji. Grup yang ada mencari penganan minahasa di pasar ini. Mulai nasi jaha, kue kenari hingga disuruh membeli kolombi (siput danau) dan dabu-dabu. Seru abis, sembari memoto kegiatan pasar yang ramai karena hari Sabtu, merupakan “hari pasar”.
Selesai dari Tomohon, rombongan media dan blogger sudah ke Manado. Agenda hari ini, adalah ke Bahowo di pesisir pantai mangrove yang indah, snorkeling disana dan menikmati sajian hidangan khas Manado lainnya yang enak. Makan siang, lengkap dengan beragam lauk pauk yang menurut saya enak banget nih di Bahowo.




Bahowo merupakan tempat LSM Manengkel Solidaritas bersama warga masyarakat lokal menanam mangrove dan juga menjualnya, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami menuju lokasi mangrove yang luas, dan ikut menanamnya dengan ceria. Sebagai wujud kontribusi untuk lingkungan.
Yap, karena dengan lebatnya tanaman mangrove di garis antara pantai dan laut, mencegah abarasi air laut. Yaitu mengikis daratan. Karena konstruksi mangrove yang lebat dan berakar di daerah rawa dan payau membuat tanah lembek ini mampu menahan air laut yang terus menerus menerpa daratan dan menyebabkan daratan tersapu air.
Di Manado, selesai snorkeling unik dengan rakit menuju pinggir laut yang asyik dan pengalaman yang menarik melihat ikan warna warni dan terumbu karang yang cantik, kami menginap di Hotel Lion. Di tepi pantai yang sudah direklamasi. Malamnya, saya bergegas ke Jembatan Soekarno yang happening di Kota Manado dan menikmati pisang goreng manado dan wedang “saraba” bersama muda-mudi Manado, menikmati Pantai Malalayang. Kabur sih, bertemu dengan Pak Yaolie dari Relawan TIK Sulawesi Utara yang dengan hepi mengajak saya dan Kak Didik, salah satu peserta jelajah gizi yang merupakan relawan juga untuk berjalan-jalan di malam minggu Manado yang ramai.



Setelah menanam Mangrove dan interaksi dengan masyarakat sekitar, saatnya, Snorkeling!

Esok pagi, sebelum pulang, sarapan kami di sebuah restoran Bubur Manado, dan siangnya, mencicipi Nasi Kuning Manado yang unik, dibalut dengan daun janur kuning. Lengkap dengan ikan orek-orek yang dimasukkan di dalamnya. Enak banget nih.




Hidangan khas manado yang kami makan di malam sebelumnya, di restoran City Extra (entah kenapa namanya seperti ini) dimana ada suguhan tari budaya Maengket dari mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sam Ratulangi Manado. Di resto ini, ikan bakar, menu hidangan manado lainnya di satu meja kami santap dengan lahap.
Sambil makan malam, ada pengumuman-pengumuman. Salah satunya, saya dari tim hore dadakan yang kami beri nama “dabu-dabu” yang merupakan hidangan khas manado dan minahasa pada umumnya berhasil menang lomba vlog juara kedua. Yaaay! Senangnya!

Hari ketiga rasanya ngga mau pulang dulu hehe.. Icip-icip Nasi Kuning Manado dan Belanja-belanja Ikan Asap menjadi menu hari ini sebelum bergegas ke bandara. Trims Minahasa, Manado, Sulawesi Utara atas suguhan kenikmatan duniawi nya yang bergizi, unik, lezat dan juga pemandangan alam yang membuat gizi itu semakin diserap oleh tubuh yang bahagia dan rileks!

Hidangan Khas Manado yang enak itu masih berasa di lidah hehe.. Oya selain tulisan ini, ada pula tulisan sejenis yang saya post di laman Nutrisi Untuk Bangsa yaitu INI dan INI yaa.. Nikmati menunya dan kalau nge-cess dan lapar setelah baca, saya ngga tanggung loh!























haduh pengen nyoba semuanya deh, hehehe