Selalu perhatikan apa yang anak Anda beli! Mungkin itu tindakan paling preventif untuk ini. Apa sebab, karena beberapa hari ini beredar lagi penganan jajanan anak yang sulit dipercaya. Bukan Permen Narkoba yang sering kita dengar, dan UC belum pernah lihat, namun ini konsep inovasi gila dari penjual yang tak bertanggung jawab dan mengejar profit setinggi-tingginya.
Kotak Kado, nama snack itu biasanya berupa kotak kecil seharga seribuan. Beredar banyak sih di warung-warung. Isinya emang random, biasanya peluit dan permen. Anak saya memang tak pernah saya didik beli jajanan seperti itu, dan pernah saya cek isinya sih peluit dan permen. Namun kata anak saya isinya beda-beda. Ini mungkin yang membuat banyak anak-anak membeli karena mengharap “kejutan” dari isinya. Alhamdulillah, sejak saya larang sih, anak saya tak pernah beli jajanan model begini yang ngga jelas.
Di sebuah status path, saya kaget, ada yang menemukan benda aneh. Selain isi macem-macem produk yang random seperti kartu, juga ada produk bernama Susu Mas. Isinya katanya susu. Namu dikemasaannya disediakan “tempat”nya yang mana anak akan mengisi dengan susu dan meminumnya dengan cara diemut dari ujungnya. Dari ujung benda yang mungkin orang dewasa terbelalak. Kondom bekas. Disulap sebagai kantong karet untuk susu.

Entah, pastinya karena banyak kondom bekas yang terbuang, dipungut dan seterusnya. Dipakai untuk wadah karet minuman itu. Si peng-upload foto mengatakan menemukan dari penjual di depan sekolah. Sebuah random dari “Kotak Kado“. Salah satu isinya bungkusan produk seperti snack dengan judul ” Susu Max Moccachino“. Isinya, itu! Saya belum pernah melihatnya, namun foto ini mungkin memiliki makna untuk kita orang tua lebih berhati-hati!

Jadi, waspadai jajanan anak di warung, dan kalau perlu, larang saja anak membeli seperti ini. Kita bekali mereka snack yang bergizi dan dan makanan dari rumah. Saat ini, menurut info sudah ada penelusuran dari pihak YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) dan kementerian kesehatan untuk menemukan fakta dari beredarnya foto tersebut.
Namun demikian, hoax atau bukan, kita hanya punya satu aksi saat ini, yaitu Waspada!