Jangan Cukur Jenggot dan Brewok!

https://www.unggulcenter.org/jangan-cukur-jenggot-dan-brewok/

Mungkin ini gak berlaku buat semua orang ya hehehe..

Alkisah, duapekan lalu kira-kira, ada angin apa saya lupa. Yang pasti tiba-tiba jadi pengen tampil klimis. Mungkin terinspirasi band SM*SH (tentu tidak!) atau surat undangan untuk pernikahan prince William dan Kate sudah tiba (al mustahill..) saya cukur abis tu brewok jambang dan jenggot. Setelah bercermin dan bergaya sedikit, hmm.. jadi cubby dan mirip foto saya jaman esempe, kecuali bekas2 jerawat yang ada di pipi (dulu pas esempe wajah saya mulus bersih kayak bayi loh).

 

Nah, kisah berikutnya, pekerjaan kantor. Oke. Pusying, jenuh, mumet. Kepala jadi beneran pusing. Biasanya, itu terjadi kalau rambut saya sudah mulai gondrong. Mungkin, asap dari kepala tak langsung tembus keluar jadinya kepala panas dan menimbulkan pusing hehe..

Diputuskan untuk cukur rambut. Biasanya, sekedar merapikan. Kali ini, pun niatnya sama. Sore hari, langsung ke pangkas rambut dari kantor. Sekitar jam setengah 6 sore.

Masuk, Alhamdulillah, tidak ngantri. Duduklah dengan rileksnya ditempat duduk khusus untuk bercukur. Biasanya pencukur menanyakan, mau seperti apa. “Pendek, rapiin tapi rata ya” begitu saya jawab. Artinya tentu bukan SM*SH alasan saya utk bercukur hehe..

Alunan musik perjuangan (serius!) terdengar dari radio di sudut ruangan. Entah mengapa, lagu perjuangan jaman penjajahan, alias lagu-lagu keroncong, lengkap dengan “Sepasang Mata Bola” nya Ismail Marzuki. Ruangan AC, menambah kengantukan saya disore hari.. Estimasi setengah jam, pas magrib kelar ni.

Beberapa jurus, mungkin 15 menit, saya ketiduran. Ya, bisa kok. Tampang bantal seperti saya ini bisa tidur dimana saja. Tidur ayam-ayam istilahnya. Mata tertutup, setengah tidur walau merasakan alam sekita. Kali ini sambil duduk dan kondisi kepala sedang diutak atik dan leher tak sedang menyender.

Ada yang aneh, kok gerusan alat cukur sepertinya dalam sekali. Pas saya buka mata, oalah, kepala saya sudah cepak.  Tak biasanya terjadi. Baru saya sadar, kalau baju saya bertuliskan ARMY dan barusan sebelum saya yang cukuran anggota Brimob. Memang, komplek kami banyak orang brimob (brigade mobil) alias polisi elit yang berkurikulum militer. Mungkin dikiranya saya salah satu anggota.

Ini tak akan terjadi kalau jambang dan jenggot tak saya cukur. Biasanya tidur, bangun sudah rapi. Sekarang tidur, bangun udah cepak. Karena bagian cambang udah dibabat abis sampai diatas telinga, yang menurut saya itu jadi jelek dan kayak orang bego saya langsung bilang. “A’, botakin aja ya”. Sekalian pikir saya.

Alhasil, orang botak keluar dari tempat tukang cukur. Ya daripada potongan rambut jadi lucu kayak Mike Tyson. Mending botak biar sekalian.

Jadi, kalau Anda bercukur di sekitar komplek saya, jangan tidur. Atau, jangan cukur jenggot dan brewok biar pencukur tau bahwa Anda bukan brimob atau tentara.

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

10 Comments

  1. Hahahahaa..tnyata kamu pake kaos tulisan ARMY itu penyebabnya.. jgn2 plus celana loreng n jaketnya pulak? hehehehe..

  2. numpang ngakak dulu om 😀 hahaha

    kirain jangan cukup jenggot dan brewok karena sunnah nabi, eh ternyata 😀 hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.