Laptop, Loyalitas dan Perasaan…

https://www.unggulcenter.org/laptop-loyalitas-dan-perasaan/

Tadinya sih judulnya Realita,Cinta dan Rock n Roll hehe..

Nggak sih, ini curcol mode nya Unggul Center. Jadi harap maklum kalau tulisannya rada kurang serius akibat dari sedang males dan sedang betenya Unggul center. Ya UC juga manusia, perlu menumpahkan keluh kesah hehe,,

Alkisah, empat tahun sudah bekerja disebuah lembaga konsultansi edukasi dan IT. Lembaga yang memiliki nilai-nilai luhur, visi misi yang luar biasa dan membuat jalan bekerja ini menjadi jalan perjuangan yang penuh cinta kepada bangsa. Kepada nasib bangsa ini. Dalam kurun waktu itu, pahit manis dirasakan sudah. Walau belum pernah tertawa terbahak-bahak,  saya yakin suatu saat tawa bahagia akan datang. Yang penting sabar dan terus berjuang. Dan anggap semuanya proses belajar. Memang, kalau mau kaya, kata salah satu bos di lembaga ini, kamu jangan bekerja disini. Ya betul. Bahkan ada anekdot, kalau ada orang nanya kerja dimana, para karyawan disini biasanya jawab.. “belum, masih di (nama lembaga)”..

Alkisah selanjutnya, gubrak, pada saat presentasi dan memoderatori sebuah acara, dalam rangka tugas negara, adaptor laptop jatuh dan pecah separuh. Teknisi yang nyenggol. Oke, lega juga karena rusaknya pada saat bertugas, sedang kerja, ya Insya Allah diganti mungkin yach.

Oke, sudah dianggarkan, dan diminta beli. Lalu, tik tok tik tok, sudah 2 pekan belum juga ada kabar. Akhirnya diajak keliling cari adaptor di berbagai toko. Eh, dibelikan adaptor abal-abal, generik, whatever you want to say. Alias bukan bermerk semula Dell. Alasannya mahal. Bisa Rp 300rb untuk adaptor itu. Lalu, dibelikanlah saya adaptor laptop berharga kurang dari 100rb rupiah.

Terus terang, agak kecewa. Memang, loyalitas penting. Saya mengerjakan tugas-tugas kantor dengan laptop pribadi. Kerjaan dibawa ke rumah dibawa kekantor dan seterusnya. Awalnya fine-fine saja. Lama-lama, baru tahu kalau rekan lain kebanyakan laptop nya diberikan/dipinjemkan oleh kantor. Belakangan ini malah makin banyak divisi yang pakai laptop dari kantor. Ngiri? tidak sama sekali. Hanya saja, apakah adaptor pun, harus dibelikan yang murah? Dibawa 100rb padahal harga laptop 4 jutaan bisa juga dibelikan untuk dipakai. Hmm.. apa laptop saya istirahatkan saja lah, minta ganti dari kantor. Sebab, jangan salah, semua barang elektronik ada umurnya. Semakin banyak dan sering dipakai, ya umurnya berkurang. Jadi, mengapa sulit sekali ya mendapatkan duit untuk beli adaptor? hehehe..

Yasud.. kalau mikirin laptop mah gak kelar-kelar. Mikirin perasaan, ya mbok ya kontribusi untuk stafnya boleh lah.. hanya 300rb untuk ngerjain pekerjaan kantor. Nah kalau adaptor ga ada, lama-lama batere abis dan saya gak bisa kerja dong..  Mudah-mudahan besok adaptor bisa dibelikan. Kalau nggak, ga masalah. Saya aja yang beli sendiri yang asli di Harco katanya ada.  Sebenarnya bukan masalah harga dan duitnya. Hanya merasa, bagaimana ya, karyawan pun perlu diberikan perhatian. Jangan terlalu pelit untuk hal-hal seperti ini. Toh dipakai juga untuk kerja. ngasilin uang buat perusahaan… bicara loyalitas, ya manut saja. Diganti or tidak ya saya beli aja pakai uang sendiri deh besok. Ya, antara laptop dan loyalitas disitulah hubungannya. Laptop dikorbankan umur hidup nya untuk bekerja dari pagi hingga malam. Lalu, antara laptop, loyalitas dan perasaan? Ya perasaannya agak kecewa. Atau, saya ganti aja request anggarannya. Laptop pensiunkan untuk kerjaan kantor, dan minta PC or laptop dari perusahaan dengan spek yang bagus.

Anyway, tulisan ini nggak akan merubah situasi dan kondisi. Cuma curcol aja. So, besok, saya akan beli adapter sendiri deh.. mudah2an ketemu jodohnya laptop ini di Harco besok.. kabarnya gudangnya notebook accessories juga disana.

Salam laptop, loyalitas dan perasaan…


About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

8 Comments

  1. Nah, lain kali harus hati2 merawat benda milik sendiri, jangan taruh di tempat yang mudah keinjek ato kesenggol orang lain. 🙂

  2. usul saja, itu juga kalo boleh. bisa nggak link WKF yang ada di Intellectual from Bogor diganti dengan wongkamfung.boogoor.com? yg di wongkamfung.wordpress.com sdh tdk diupdate soalnya. makasih kang 😉

  3. Ah, Bung Unggul gak cocok jadi anggota DPR rupanya… udah jelas dirugikan kok masih mau keluarkan duit sendiri. Perjuangkan terus dong haknya untuk dipenuhi… he he. (Ah, seandainya tiap orang bersedia untuk peka, bukan pekak…)

  4. Kang Unggul bisa aja judulnya 🙂

    Salam persohiblogan

    Maaf karena kesibukan membuat saya sulit BW.
    Baru sempet nih, itu pun sekedar sapaan sembari lewat. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.