#Day4 Nasi Sate dan Pijit di Perempatan Newmont

https://www.unggulcenter.org/nasi-sate-dan-pijit-di-perempatan-newmont/

Hari keempat, Rabu, 21 Januari adalah kesempatan untuk keluar sejenak dari komplek pertambangan Newmont batu hijau, Sumbawa, NTB. Sebenarnya, hari keempat dan kelima adalah jadwal kami untuk menginap di rumah masyarakat, sekedar merasakan atmosfer perkampungan dan mencari banyak hal unik dan menarik.

Namun, Rabu ini saya memilih untuk mengikuti jadwal ke environment PT NNT (Newmont Nusa Tenggara) yang kebetulan berada di Benete. Di sini ada power plant alias pembangkit tenaga listrik yang juga merupakan pangkalan untuk konsentrat yang sudah jadi menuju ke Kapal yang bersandar untuk diekspor.

Cerita tentang pemecahan ini dan tentang aktivitas Rabu ini saya ceritakan di post yang lain.

Di post ini, saya ingin bercerita sejenak mengenai aktivitas di Terminal. Kebetulan, antara site tambang dengan bagian environment dan power plant dipisahkan oleh jalan umum. Seperti perempatan, tapi sebenarnya hanya dua-arah, karena arah utara selatan jalan adalah area NNT yang membutuhkan akses serta ijin untuk memasuki kawasan tersebut. Di utara tambang, di selatan pelabuhan khusus NNT.

perempatan lokasi newmont dengan jalan utama umum.
perempatan lokasi newmont dengan jalan utama umum.

Di perempatan ini pulalah akses menuju pelabuhan Benete bagi karyawan Newmont dan ke arah tambang. Karena sekalian mengantar salah satu teman kami yang konsultan, Ivan kembali ke Jakarta via pelabuhan Benete, maka saya dan dua teman menunggu di terminal agar tidak bolak balik dan berkesempatan untuk sarapan.

Akhirnya, kami di terminal. Disana beberapa penjual nasi dan lauk pauk ada disana. Satu dengan meja apa adanya, dan satu lagi ada gerobaknya. Pagi itu, pukul 7 WITA. Tak banyak, karena memang hanya terminal bus. Atau memang bukan jam ramainya. Yang pasti, penjual ala nasi uduk ini hanya dua pedagang dan ternyata memang sudah mau habis. Hmm.. Selidik sedikit, ternyata memang mereka siapkan sekitar subuh dan berjualan hingga jam 8 an sampai habis. Biasanya memang habis.

Memilah ini itu, misalnya lauk yang dibungkus berupa leher ayam yang dibumbui dan ikan, akhirnya kami melihat nasi yang sudah dibungkus dengan sembulan tusuk sate di nasi yang sudah dibungkus ini. Pilihan kami ke nasi ini. Hmm setelah dibuka, memang sate ayam beberapa biji, dengan beberapa lauk lain. Termasuk kerupuk yang dibungkus. Kami langsung berselera.

Satenya Maknyusss banget. Sayang cuma tiga biji perbungkus. Soalnya sudah dibungkuskan ke dalam setiap bungkus nasi, tidak ada yang bisa bebas diambil kecuali beli nasi lagi hehe..  Bungkusan lain yang hanya berupa lauk, isinya lauk leher ayam pedas. Hmm.. saya kurang suka leher ayam, kecuali terpaksa waktu makan mie ayam gerobak yang murah-murah itu, kan ayamnya dicacah leher, sayap kaki dan yang sejenis hihi..

lauk leher ayam pedas di bungkus
lauk leher ayam pedas di bungkus

Selain itu, kami tergiur untuk melihat lauk pauk di gerobak pedagang sebelah. Di gerobak ini, beberapa juga menarik hati. Kami menambah beberapa lauk seperti daging pedas dan ikan pedas. Setelah itu, sambil makan dengan meminjam piring dan sendok, kami bersantai.

Nasi bungkus pagi ini di terminal benete
Nasi bungkus pagi ini di terminal benete

Tak lama, datang seorang kakek tua menawarkan pijat. Beliau mengajak kami untuk pijat dan beliau juga menebak-nebak penyakit yang kami derita. Ngeri euy, hehe… Paha kami dan leher kami dipencet dengan satu jari dan beliau, Pak Ahmad namanya. Sakiiit!!

Lucu juga mendengar dia cerita mengenai aktivitas pijat. Beliau mengatakan dengan mantab penyakit kami misal sakit dan keseleo hehe.. ya, semuanya ngga banyak benernya sih, tapi eniwei kalau mau pijat silakan datang ke terminal, di pojok tempat pijatnya. Dia juga hanya ada pagi. Kalau siang katanya di Maluk atau Siliwangi. Ya gitu deh, dengan titip pesan untuk disampaikan ke “bos” kami, beliau berharap ada pelanggan.

Makan nasbung di terminal sambil dirayu pijat oleh bapak Ahmad hihi..
Makan nasbung di terminal sambil dirayu pijat oleh bapak Ahmad hihi..

Tak lama, Pak Arie, karyawan Newmont yang setia menemani kami ke berbagai tempat datang. Beliau orang Dept Komunikasi Internal nya NNT. Lalu kami segera menuju ke titik tujuan yaitu Environment Marine Department di Benete.

Cerita selanjutanya di post lain yaaa

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.