Pastinya kita sudah mengetahui soal produk Pertalite, Premium dan Pertamax sebagai bahan bakar bensin, juga Solar dan Bio Solar dari PERTAMINA. Ke-tiga produk ini menjadi konsumsi BBM sehari-hari masyarakat pengguna kendaraan bermotor. BUMN Pemerintah yang dulunya adalah akronim dari Pertambangan Minyak Nasional ini memang di era reformasi tampak garang unjuk gigi. Apalagi kalau bukan demi harkat bangsa dan daya saing produk Indonesia di dunia internasional.
Bertandang ke GIIAS Expo 2016 alias Gaikindo International Auto Show di ICE BSD beberapa waktu lalu, saya terpukau dengan megahnya space Pertamina di lobby utama ajang bergengsi ini. Kebetulan, pada saat itu ada Talkshow ringan sekitar satu jam membahas produk baru Pertamina yang katanya super banget.


Yup, produk gebrakan terbaru dari Pertamina adalah PERTAMAX TURBO. Ini bukan sembarang produk baru, namun produk BBM premium yang di-klaim terbaik dari perusahaan nasional kebanggan bangsa ini. Betapa tidak, produk Pertamax Turbo sudah diujicoba di level eropa dan digunakan dalam ajang balap bergengsi di Eropa. Pertamax Turbo sudah digunakan di empat balapan yakni di Monza-Italia, Silverstone – UK, Paul Richard-Perancis, dan Spa Francorchamps – Belgia. Ini bukti bahwa Pertamax Turbo telah diakui sebagai bahan bakar dengan performa yang sangat baik dan ramah lingkungan, karena bisa mengurangi emisi gas buang menjadi lebih baik.

Ihwal Pertamax Turbo bukan ajang uji-coba semata. Namun merupakan buah dari kolaborasi dengan pabrikan mobil terkemuka, Lamborghini. Pertamax Turbo ini sebagai tindak lanjut dari kerja sama Pertamina sebagai technical partner Lamborghini. Kedua pihak bersama-sama mengembangkan Pertamax Turbo sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermesin bensin dengan teknologi terbaru.


Lamborghini Blancpain Supertrofeo European merupakan ajang perdana Pertamax Turbo buktikan performanya. Yap, pada awal Januari 2016, di Srikuit Vallelunya, Italia, Pertamax Turbo unjuk gigi. Pasca tampil sebagai BBM Lamborghini, Centro Petroli Roma (CPR) mendistribusikan BBM ini selaku mitra Lamborghini ke seluruh sirkuit di eropa.
Jadi, seperti apa sih speknya?
Kebetulan, di ajang GIIAS 2016 ini saya dapat mengenal lebih dekat dengan Pertamax Turbo. Kalau untuk mencoba kan belum bisa ya soalnya lokasi penjualan masih terbatas, saat ini baru di 8 SPBU erhubung bahan bakar yang satu ini bukan bahan bakar biasa, jadi gak dijual di semua pom bensin. Pada tahap awal, hanya ada 8 SPBU yaitu : SPBU COCO Yos Sudarso, Jakarta Utara, SPBU COCO Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, SPBU COCO Cikini, Jakarta Pusat, SPBU COCO Abdul Muis, Jakarta Pusat, SPBU COCO Pramuka, Jakarta Timur, SPBU COCO Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, SPBU COCO MT Haryono, Jakarta Selatan, dan SPBU COCO Pondok Indah, Jakarta Selatan. Bogor mana bogor! hehe..
Sebagai bahan bakar untuk kendaraan bermesin bensin (BBM Bensin) merupakan hasil pengembangan dari produk Pertamax Plus yang memiliki Research Octane Number minimal 98 serta dilengkapi Ignition Boost Formula (IBF). Baca ulang, bro, 98! RON 95 aja dah bagus banget.
Jelas, dengan teknologi mesin yang semakin canggih, BBM nya pun harus ngikutin. Mesin berfitur supercharger, turbocharger menjadikan tekanan kompresi mesin kendaraan semakin tinggi, sehingga diperlukan bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi. Nah menurut Talkshow kemarin, Pertamax Turbo memenuhi kriteria yang dibutuhkan. BBM ini meningkatkan driveability kendaraan sehingga lincah bermanuver, akselerasi mesin menjadi lebih bagus karena torsi yang dihasilkan lebih tinggi, meningkatkan kecepatan maksimal (top speed) kendaraan, meningkatkan tenaga mesin kendaraan dan menyempurnakan pembakaran bahan bakar pada mesin, sehingga cocok digunakan bagi kendaraan dengan perbandingan kompresi lebih dari 12.
Dalam bahasa Pak Yus, salah satu pakar bahan bakar dari ITB yang hadir disesi talkshow yang hadirkan pula Rio Haryanto, pembalap GP asal Indonesia kemarin, ada tiga hal soal BBM yang mesti diperhatikan. Durability, Fuel Economy dan Performance. So ini kriteria ideal, dan ini ada semua di Pertamax Turbo. Bravo!

Kelemahan dari Pertamax Turbo mungkin slow motion dalam negeri nya. Karena sudah terbukti di Eropa, maka lambat laun perlu secepatnya merata di Indonesia. Masa, kita sendiri yang punya produk, ngga kebagian mendapatkan produk terbaik yang diakui dunia ini? Apalagi konsumen yang sudah biasa dengan Ron 95, Pertamax versi Plus Plus ini tentu tak masalah.
Sisi harga, ngga usah dibahas banyak, so pasti lebih mahal toh. Namanya kualitas terbaik. Namun bagi pengendara dengan tunggangan badak besi bermesin canggih, maka ini pilihan terbaik. Ya, daripada pake produk luar, cintailah ploduk ploduk Indonesia!
Oya selamat ultah Indonesia, Dirgahayu Indonesia ke 71 dan Pertamax Turbo ini kado yang cukup indah dari Indonesia untuk Indonesia. Mari kita buktikan performanya, juga buktikan cinta tanah air dan produk nasional kita yang kompetitif. Hajar bro!