Oktober Saat Pesta, Saat Semangat.
Bulan Oktober rasanya momen yang tepat bagi Pesta Blogger dilaksanakan. Ya, event tahunan ini serasa pas karena pada bulan yang sama, ada Hari Sumpah Pemuda. Hari dimana dikumandangkan persatuan negeri ini dibawah bangsa yang satu, tanah air yang satu, dan bahasa yang satu. Sedangkan Pesta Blogger adalah event gathering nasional tahunan yang biasanya didahului serangkaian event di berbagai daerah bertajuk “blogshop”.
Cocok, karena spirit blogger adalah semangat pemuda, generasi muda bangsa ini. Dan kali ini pun, beberapa event blogshop telah digelar, didahului yang pertama di Makassar.
Blogger ber-pesta. Tentu konotasinya jangan negatif. Pesta ini diartikan ajang kumpul dan bersenang-senang sesama blogor. Walau belum lama nge-blog, saya berpositif saja, Pesta ini mengesankan hal yang lebih ke informal, fun dan tanpa “ja’im”. Tentu kurang sip kalau disebut Seminar, Konferensi atau.. Gala. Walau demikian, “haha hihi” di pesta ini tentu sudah direncanakan matang dan ada kejutan-kejutan yang kita sangat harapkan setiap tahunnya. Tentu pesta bisa dijadikan positif, dengan “melaporkan” berbagai kegiatan-kegiatan roadshow blogshop yang tentu sangatlah positif. Layak rasanya, event puncak diartikan sebagai pesta dari sisi positif.
Keragaman dan Plus
Lalu, apa ya kejutan tahun ini? Rara, sang ketua panitia dalam press conference (preskon) nya beberapa waktu lalu di Jakarta mengatakan bahwa kali ini, tajuknya adalah “Pesta Blogger Plus” dengan tema “Merayakan Keragaman”. Acara puncaknya Oktober, dan para blogger sudah ramai-ramai memasang bannernya. Termasuk saya.
Keragaman dan Plus. Dua hal yang berkaitan. Itu yang menjadi isu utama Pesta Blogger 2010 ini. Plus artinya berlebih. Keragaman artinya ada bermacam-macam. Jelas, maksudnya adalah blogger ini adalah bagian dari dunia netizen. Blogger juga ngeblog, nge-twit. Mungkin bukan alay-ers hehe.. sebab setau saya, alay-alay itu hanya hobi update status, bukan nulis. Lalu, yang “begini-an” ini masuk mana? Masuklah ke “Plus” nya tadi. Bukan blogger, tapi senantiasa ngaskus, masuk juga di “Plus”nya. Jadinya, keberagaman. Keberagaman latar belakang blogger, wilayah geografis dunia nyata si blogger, dan yang berikutnya, keberagaman antar komunitas online.
Blogger, punya blog dan mengupdate blog. Komunitas-komunitas lain juga playgroundnya internet, walau tak harus punya dan update blog. Yang suka facebook kenal si “Alay” yang suka twitter kenal si “Unyu-unyu” dan yang punya blog kenal si “BW” dan yang punya milis kenal si “OOT”.
Benar, Era jejaring sosial meruntuhkan ekspansi blog sehingga di tahun 2009 sudah banyak blog yang tidak diupdate lagi. Semua update status. Atau bermain microblogging di plurk dan twitter. Saya rasa, tahun ini, para blogger panitia merespons perkembangan jaman dengan memasukkan unsur “plus” sehingga menggaet banyak komunitas dunia maya (netizen) lain. Bisa meriah. Dan kalau melihat siklus jejaring sosial yang naik turun, biasanya 2 atau 3 tahun kejayaan sebuah jejaring dan akan down. Jadi mungkin lebih banyak lagi komunitas yang bisa “digarap”. Misalnya koprol dan seterusnya.
Bisa jadi juga, malah blogger yang “bangkit” lagi karena kekosongan media jejaring sosial yang fresh, jika ternyata terjadi. Mungkin ada teknologi baru terkait blog, tren dan berbagai hal yang sulit diramalkan di era yang serba cepat dan serba bolak balik ini.
Memang fase rising dan declining nya blog pasti ada. Semua produk seperti itu. Siklus. Dalam pemasaran, ini sudah lazim. Tinggal bagaimana seorang blogger menunjukkan militansinya, dan melalui tahap seleksi alam yang sudah diprediksi oleh banyak kalangan selalu dan pasti akan terjadi di berbagai bentuk media. Salah satunya blogging. Seleksi-lah yang akan menunjukkan blogging sampai kapan dan sekuat apa sih, para blogger ini mempertahankan legacy “pesta blogger”. Saat ini, faktanya memang perlu ada “plus” karena dari sisi blogger sendiri, harus diakui, menurun baik kualitas maupun kuantitasnya secara signifikan. Biar pestanya tetap “rame” maka perlu juga komunitas lain. Saya rasa kekhawatiran itu pasti ada. Apalagi kalau mesti kita lihat dari sudut pandang sponsor. More people, more fun. dan lebih banyak produk sponsor ter-deliver dengan baik ke calon konsumennya.
Namun inti dari blogging yaitu “menulis” catatan menjadi tidak begitu relevan. Ada komunitas yang masih nyambung dengan blog, seperti komunitas Kompasiana, Politikana, dan online dan atau citizen journalism lainnya, ada juga komunitas forum seperti Kaskus, KG-ers, serta newsdotcom lainnya, juga milis-milis Jalansutera, marketing-club, serta komunitas lain seperti Android Indonesia, Id Blackberry, komunitas Mig33 dan lain-lain tentu boleh join. Jadi pesta bersama.
Nah, mungkin kalau mau dicari kekurangannya, adalah misi blogging sebagai ajang untuk menulis agak turun, tapi memang fenomena tulisan-tulisan singkat via microblogging semacam twitter masih menghiasi. Kontinuitas pembicaraan dan timeline twitter masih bisa menjadi hal yang mengasikkan utk dibaca, juga dikomentari.
Keragaman Menuju Sinergi dan Kesamarataan
Kelihatannya memang “sumringah”. Jadi, saya sudah akan mengucapkan selamat tinggal kepada Pesta Blogger, sebab, dengan dicanangkannya gong “Plus” ini, mungkin tahun depan menjadi PB2011 Plus Plus, dan 2012 menjadi akhir dari Pesta Blogger. Sama halnya dengan film Hollywood yang terkenal itu. Kiamat. Sebab, ketika yang “plus” ini malah lebih besar, maka kegiatan-kegiatan roadshow dalam rangka PB yang selama ini ada harus dipikir ulang. Workshop penulisan, membuat blog dst akan diganti internet sehat, membuat account di media sosial, juga netiket. Arah dari perkembangan komunitas online sedemikian besar. Tidak bisa seseorang mengklaim dirinya blogger sejati dan menolak berbagai jejaring sosial lainnya. Sama saja mengkhianati eksistensi maya.
Alhamdulillah, sesuai dengan deklarasi “PLUS” tadi, Panitia Pesta Blogger sudah menjadikan ajang “Blogshop” lebih berwarna. Misalnya, adanya pertemuan dengan komunitas online lain, tak hanya blogger dan termasuk menjadi bagian dari pesta blogger plus ini. Bahkan di Makassar, komunitas Linux (sistem operasi) pun diundang. Wah, ini baru namanya antarkomunitas, dan ini baru party!
Jadi, seperti prediksi saya, nanti kedepannya wujud Pesta Blogger bisa berubah. Dan menurut sebuah teori, ketika terjadi perubahan dan perkembangan, mungkin, nanti pada suatu saat event tersebut akan segera berubah. Mungkin mengubah nama langsung menjadi “Pesta Komunitas Maya”, “Pesta Netizen” dan lainnya yang menarik dan representatif. ( Walau demikian, keberadaan event seperti “social media day” perlu dipertimbangkan sebagai benchmarking dst). Lalu, teori selanjutnya, kemungkinan ada party inside party, dimana “pesta blogger” versi baru nantinya adalah salahsatu acara party di dalam party yang lebih besar. Wallahu’alam namanya juga pendapat dan berdasarkan teori.
Mengapa demikian? Sebab, ketika kita bilang kalau blogger adalah sama dengan komunitas lain di internet, dan menjadi bagian tak terpisahkan, sudah selayaknya acara ini diganti. Blogshop pun, penamaannya mungkin berubah, misal workshop saja. Back to basic. Dan seterusnya, yang sekali lagi, ini sepertinya tergantung dari panitia tahun depan. Dan jumlah komunitas –non bloggers yang menjadi panitia tahun depan tentu memengaruhi dari sisi acara-acara. Kita lihat nanti, apa benar terjadi sinergi, perkembangan ke arah kebersamaan komunitas, atau mesti tetap dipimpin bloggers sebagai lokomotifnya.
Judul Pesta blogger plus, menurut saya, kalau mengacu dengan sesama komunitas online, dan tidak merasa lebih hebat dan lebih baik, ya sama saja mengatakan Maia n Friends, atau Bondan Prakoso feat Fade2Blac, atau bahkan Batman & Robin, juga Upin Ipin dan kawan-kawan. Disana masih ada tokoh sentral dan tokoh tambahan atau sidekick. Mungkin karena sudah jadi brand maka masih dipertahankan. Tentu bukan hal yang sulit sekedar berganti judul event. Bisa jadi, panitia akan lebih berwarna dan beragam. Sesuai dengan tahun ini, merayakan keberagaman, dan tahun depan keberagaman itu bersinergi.
Jadi, secara alamiah, kalau memang mengatakan adanya “kesamarataan” status sosial di dunia maya, mungkin, tahun depan, mungkin tahun depannya lagi, saya rasa judul ini berubah. Tak masalah, karena spiritnya tetap sama. Muda, generasi muda, dan kalau tetap dilaksanakan di bulan Oktober, tentu merayakan juga Hari Sumpah Pemuda, yang merupakan hari PERSATUAN dalam merayakan KERAGAMAN.
Selamat datang masa baru jagat maya!
Blogger tamat?
Lalu, blogger mau kemana? Just blogging, mencurahkan isi pikiran, tanpa perlu bedol desa ramai-ramai menjadi menulis di media lain. Menjadi jurnalis warga yang punya pemikiran tanpa disetir. Dan blog akan bertahan selama internet bertahan. Catatan-catatan ini akan menjadi sejarah, menjadi bacaan orang lain dan menjadi bagian dari sejarah penulisnya. Blog is a web log. That’s the bottomline.
president@unggulcenter.org
Wahh seru sekali pasti..
Pengen banget bisa ikutan kumpul sama komunitas blogger ..
Daku tinggalkan jejakku disini….
visiting you with smile 🙂
smile back 🙂
mantab tulisannya, aku bisa g ya..
pasti bisa!
indonesia banget …berbeda beda namun tetap satu lah …
salam ti dulur dekeut.
mas…bisa kenal labih jauh ma kamu ga..???aku pengen lebih intensif tanya2 ke kamu tentang nge-blogging…aku baru kemaren sore nyoba ngblog…awalnya aku malah gaptek banget, temen-temenku aja pada ga percaya ne aku punya blog. even, hmmm…rada malu juga si ngomongnya, facebook ku aja dibuatin!!!saking malesnya ngadepin tuts sama monitor yang nyediain banyak klikan yang aku seringmumet dibuatnya. tapi, alhamdulillah, sekarang dah ga segaptek itu. bahkan jadi makin semangat buat terus update ilmu buat ngutak atik blogging.masih banyak banget yang pengen aku ngerti in tentang blogging. tapi selama ini aku belajar otodidak ajah. dan ga punya temen buat sharing. awal aku bloggin tu kebetulan baru-baru ini aku ngajar ketrampilan bahsa inggris. nah, na ak butuh media yang bisa mostingin materi aku yang bakal aku ajarin minggu depane dan bisa diakses kapanpun. biar anak-anak tak suruh belajar dulu di media tersebut trus minggu depan tinggal dibahas. nah aku ga sengaja aja tahu tentang blog. ya dah aku otak atikin sendiri. eh, ternyata jadi. sekarang aku dah punya 3 blog. mas, aku pengen belajar lebih jauh tentang blog. bisa kan mas ne aku minta bantuanmu????i’d so appreciate for your help….
silakan, dengan berbagai media yang ada.
Indonesia jaya..
Oke Mobi, saya akan coba yaa
Hai Unggul Center, Kami selaku wakil dari myGamma (Buzzcity) mengucapkan selamat atas kemenangan Anda pada kompetisi Writing Contest “Merayakan keragaman” di acara Pesta Blogger 2010 kemarin.Mungkin pada acara PB+ 2010 kemarin kami tidak sempat memperkenalkan produk layanan gratis kami yaitu Mobilizer maka kami berharap agar Anda mau mempertimbangkan kesempatan untuk bisa berbagi dengan kalangan pembaca dari media lain, yaitu kepada sejumlah pengguna ponsel dari Mobile Internet tentunya.
Anda bisa melihat versi mobile Anda yang telah terdaftar di http://buzzcity.mobi/unggulcenter. Silahkan hubungi kami untuk info login berikut intro dan panduan lebih lanjut.
Kami ucapkan selamat sekali lagi untuk blog Unggul Center dan sukses untuk konten-konten kedepannya.
Salam,
Tim Mobilizer
Sayang kurang berbobot tulisan sayah.. hmm tapi rada kecewa masih kalah sama yang nulis khusus buat lomba hehe.. ya tulisannya bagus sih, tapi imho, kalau ngeblog jangan khusus utk lomba (3 bulan ga ngeblog, 1st blog lomba.. abis tu hibernasi lagi hehe..)
no offense..
trims all..
Selamat ya writing contestnya juara 2 ya, mantepp:D
Congrat for your winner, keep spirit for blogging…
Selamat…regard from Aceh.
Tulisan yang menarik.
Sy mencoba bertahan tetap nge-blog sejak 6 tahun yang lalu. Tiga tahun terakhir ‘krasan’ di wordpress.
Menurut saya nge-blog tidak bisa digantikan dengan microblogging. Blog akan tetap eksis dalam jangka waktu yang lama, seperti halnya millist yang tetap ada sampai sekarang.
Selamat berpesta….!!!!
(sebenarnya pingin ikut juga, tapi tidak memungkinkan)
Kapan yaa bisa ngeblog aktif?
Gpp yang penting semangat masih ada!
Selamat berpesta!!!!
blog is a web log, ya ajang untuk mencurahkan ide / pikiran kita dalam dunia maya, ya via blog ini. 😀
dunia maya, dunia alternatif… 🙂
Lebih tepatnya kayaknya kalo disebut Pesta Netizen y kang, biar kesannya lebih menyeluruh..
dengan membaca tulisan ini, saya merasa ilmu perblogan saya benar-benar minim. tulisan ini mencerahkan saya.
salam persahablogan
keren2…jatuhnya kan jadi nettizer hihihih….atau ms media sosial :p
Saya kok ya melihat fenomena ‘plus-plus’ sebagai sebuah bentuk ‘menyerah’ dari sebuah eksklusifitas blogger. Gempuran socmed memang demikian gencar, tapi sebaiknya blogger pun harus mampu mempertahankan eksistensinya tanpa dipengaruhi yang lain.
mantap kali ulasannya. memang mestinya panitia PB juga tidak boleh terjebak dengan comfort zone-nya. Kalau suatu saat nama PB harus diganti, misalnya, maka semua harus berlapang dada menyambutnya 😀
ayo! harus jadi yang terbaik nih!
Benar Mas, seleksi alam akan berlaku. BTW tulisannya enak dibaca dan runut. *jempol*
Smoga bertengger di puncak klasemen, he he.
@chandra Iya, bisa aja, dan kita bayangkan betapa serunya kalau banyak party di dalamnya. Anggap aja, Ulangtahun massal hehe.. boleh dong.. bukan sunatan saja yang boleh massal hehe..
Emang selama ini di Pesta Blogger itu acaranya ngapain aja, sih? Macam reuni akbar kalo di sekolah, atau universitas, ya? Kayanya ada banyak kontroversi. Hihi.. ketauan gak pernah dateng ;p
wah rame! acaranya bisa kamu liat2 di http://www.pestablogger.com aja
jika pesta blogger diganti jadi pesta netizen, pendapat saya pribadi jadi kurang seru hehe
bikin banyak pesta aja biar seruu 🙂
blogger jaman sekarang mungkin beda dengan blogger jaman dulu
jumlah jaman sekarang blogger bisa berkali2 lipat dibandingkan jaman dahulu
bukankah FB dan Twitter dan social media lainnya merupakan micro blogging hehe
salam ngeblog my friend 🙂
BEnar juga ya! udah gak relevan lagi kalau pake nama PB. Cocoknya PN (pesta netizen). 🙂
wah, keduluan posting ==a
salam kenal
salam kenal juga!
Yes! Pemikiran yang kritis dan matang. Blogger mau kemana? Inilah natural selection untuk menunjukkan mana yang blogger, blogger musiman, dan blogger yang networker!
ya. kalau kita jadikan blogging sebagai “media perjuangan”, tentu tidak akan lelah dan tidak akan berhenti, untuk semakin memperbanyak jaringan, memperbanyak pertemanan dan merapatkan barisan!