Prajawangsa City. Ini adalah rencana hunian berbentuk apartemen yang menurut informasi awal, akan jadi primadona para milenials. Wah, siapa itu milenials? Milenials adalah mereka-mereka yang dalam batas umur tertentu, dimulai lahir tahun 1980-an hingga yang lahir 90an 2000an yang mendominasi remaja dan anak muda sekarang ini. Walaupun batas milenials ga begitu jelas, ada karakteristik milenials yang begitu kerasa.
Karakteristik yang serba ingin cepat, mengedepankan gaya hidup leisure dan pengalaman, misalnya hobi selfie dan jalan-jalan, menabung nya untuk jelong-jelong bukan beli tanah hihi. Rada ga benar sih, bukan membeli barang-barang dan properti seperti hunian. Bukan dipikiran mereka banget deh.

Soal ini, kebetulan UC mendapat kesempatan untuk dengerin info soal Prajawangsa city ini. Tertarik datang, karena ada praktisi keuangan seperti Ahmad Gozali yang beken dengan bukunya “Habiskan Semua Gajimu” dan ahli transportasi Yoga Adiwinarto, Country Director ITDP (Institute Transportation and Development Policy).
Tentu selain dari dari perwakilan Synthesis Development selaku pengembang Prajawangsa City yang telah sukses dengan proyek-proyek properti lain seperti Kalibata City dan Bassura City, diwakili oleh Asnedi, property Consultant Synthesis yang sudah belasan tahun di dunia properti. Selain itu, tambahan narasumber siang itu adalah dari pihak Bank Mandiri yang bekerjasama sudah lama dengan Synthesis soal kredit KPR.
Acara yang dipandu oleh Jodi “Bejo” ini menarik perhatian tak hanya undangan yang hadir, tapi juga pengunjung mal bassura yang menjadi venue pelaksanaan acara.

Dimulai dari paparan soal ruwetnya sistem transportasi dan gaya hidup Jakarta, Yoga dari ITDP menjelaskan bahwa saat ini konsep kota yang “compact” dan ramah pejalan kaki lah yang dibutuhkan, bukan melakukan ekspansi ke pinggiran dan berakibat makin meluasnya jejaring kota besar. Menyebabkan komuter yang banyak, dan sulitnya gaya hidup sehat berjalan kaki dan bebas polusi, terutama di Jakarta dengan penyanggah Jabodetabeknya.


Padahal, kota-kota di dunia mulai mengadopsi konsep smart city yang kecil dan kompak. Kedepan, seharusnya pekerjaan dan tempat tinggal dapat berjarak dekat, tidak perlu ke luar kota demi hunian. Hal ini akan mendorong gaya hidp sehat berjalan kaki. Konsep ini menurut Yoga akan diterapkan loh kedepannya di Jakarta.

Kemudian, Ahmad Gozali menyoroti pola hidup milenials yang cenderung konsumtif di perjalanan dan jasa-jasa. Bukan kepemilikan properti untuk masa depannya. Padahal, yang hobi memfoto dirinya sedang berada di sebuah tempat wisata dalam waktu sepuluh tahun kedepan akan gigit jari ketimbang mereka yang saat ini memfoto rumah kecil yang dicicilnya. Nah loh, dengerin tuh.


Lalu, hubungannya dengan properti apa? Ternyata, banyak survey dan pendapat yang menyatakan generasi milenials akan sulit membeli rumah. Akan tidak punya tempat tinggal karena kenaikan gaji dan inflasi tidak seimbang dengan harga properti yang semakin meningkat.
Lalu, harus bagaimana? Investasi. Okelah, intinya harus punya properti sendiri kan ya, selain invest di emas, atau bisnis. Tapii, milenials oke punya duit, bisa nabung tapi mereka banyak bekerja kreatif. Bisa punya duit darimana aja, tapi ga ada slip gaji. Menurut Ahmad Gozali, kendala mereka ini terkait bingung. Yap, bingung milih rumah atau apartemen. Bingung soal legalitas karena mereka masih anak muda. Lalu karena banyak teman, ya kebanyakan referensi malah bikin bingung. Belum lagi soal persyaratan bank.
Nah terkait dengan ini, inilah yang UC bilang kata orang Prajawangsa City itu favoritnya milenials. Sebab, legal documents yang biasanya dibutuhkan seperti slip gaji, menurut info dari Bank Mandiri, tidak perlu, diganti dengan bukti pembayaran cicilan cash dengan rutin saja. Satu masalah kelar kan?

Yang lainnya, soal cicilannya memangnya bagaimana. Prajawangsa City ternyata punya skema yang menarik. Modal 5 Juta bisa dapat apartemen dan ngontrak gratis selama 3 tahun. Wow kan? Gimana sih ini intinya?
Begini, dengan 2 jutaan perbulan ngontrak di Jakarta, bagi milenials, itu dekat dengan kantor. Namun duit 2 jutaan pan ilang ya. Buat si empunya kontrakan. Kenapa ngga keluar duit sekalin 5 juta tapi bisa dapat apartemen. Buat kamu. Tentu menarik kan.
Lalu, selama nyicil 5 juta tersebut, kan butuh biaya masih, untuk ngontrak. Disini uniknya, kamu bisa dapat kamar apartemen GRATIS loh oleh Syntesis Development pengembang Prajawangsa city. Nginepnya di tengah kota yaitu di apartemen Bassura. Mayan banget kan? Tiga taun, sampe Prajawangsa city, apartemen kamu terbangun. Jadi ngga rugi kan kalau dibandingkan mengontrak?
Lokasi Prajawangsa city ini bakalan dibangun di Apartemen Prajawangsa City yang akan dididirikan di kawasan Jakarta Selatan, tepatnya di Jalan Raya Bogor, 15, km dari exit tol Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kawasan ini strategis karena dekat dengan kawasan perkantoran di kawasan Jalan TB Simatupang. Jadi, apartemen ini punya nilai jual yang tinggi.

Kemudian, soal fasilitas, baik fasilitas apartemen itu sendiri yang lumayan lengkap kalau melihat maketnya, juga fasilitas umum seperti fasilitas pendidikan yayasan Sudirman, Slamet Riyadi dan Pangudi Rahayu juga asilitas Kesehatan seperti Rumah Sakit Pasar Rebo, Harapan Bunda, Bina Waluya dan sejenisnya.
Fasilitas transportasi, dekat dengan kawasaan perkantoran serta nanti akan tersedia shuttle bus dan terminal. Selain semua fasilitas, apartemen ini juga menganut konsep ramah lingkungan dengan ruangan terbuka hijau (RTH) yang representatif.
Penawaran menarik ini bisa kamu diskusikan lebih lanjut ke yang paling ngerti, yaitu marketingnya Prajawangsa city ya. Datang saja ke Marketing Gallery Prajawangsa City di JI. Pedati Selatan No. 8 Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Atau 021 2287 8800 / 085890412489 (WA) dan cekidot juga websitenya di www.prajawangsacity.id untuk nanya-nanya paket milenials “AsyiknyaDibayarin”!
Wow! Bakal jadi trend yah hidup dan tinggal di apartemen kaya di film-film Korea. 😍
Bolak balik baca tentang Prajawangsa City, dulu pernah liat pameran unitnya dan takjub sama unitnya yg paling gede, mbayangin punya huwaaaa, moga2 ada rezeki kelak bisa beli jg 😀
Wah mantaps nih konsepnya ya, beneran daripada ngontrak kan sayang uang ilang 🙂
Jadi kepengen pindah kesini karena sarana dan prasarana pendukungnya tersedia dengan cukup. Hunian yang baik memang yang memberi kenyamanan kepada seluruh anggota keluarga
Menarik nih acaranya. Konsep smart city
Konsep smart city kesannya kayak ribet, padahal kalau terwujud jadinya keren banget..
Hunian pilihan generasi now memang karena semakin terbatasnya lahan untuk hunian tapak. Pengembang seperti Prajawangsa juga mempermudah ya untuk yang ingin tinggal di apartemen