Waspada Perang Yakuza di Jepang!
Memang, Jepang terkenal dengan rendahnya angka kejahatan dan korupsi. Berdasar data OECD, Jepang merupakan negara terendah kedua dalam hal angka kejahatan pembunuhan, setelah Islandia (Iceland). Hanya 0.5 persen per 100.000 penduduk.
Namun, cerita legenda Yakuza sampai hari ini masih menghantui. Sejak jaman dahulu kala, yakuza adalah grup penjahat terorganisir yang bergerak sebagai klan-klan keluarga selayaknya mafia Italia. Uniknya, keluarga Yakuza beroperasi secara “legal” bahkan dapat kita temukan nama dan no telepon mereka di Yellow pages, dan mereka pun dengan bangga memiliki kartu nama bisnis sebagai seorang anggota Yakuza keluarga tertentu.

Saat ini, menurut the Economists, terdapat 53.500 orang anggota Yakuza di Jepang. Mereka melakukan aktivitas seperti penyelundupan obat-obatan, human traffiking (penyelundupan manusia), dan sejenisnya. Dengan aktivitas seperti ini, tak jarang antar Yakuza sendiri berantem memperebutkan wilayah dan harta. Keluarga terkuat dan terbesar adalah Yamaguchi-gumi dengan 10.400 anggota yang tersebar di 44 prefectures (semacam provinsi) di Jepang per-tahun 2014. Belum termasuk 24.400 “Semi-anggota” sehingga mencatat 43,7 persen dari organisasi kejahatan terorganisir di jepang.
Kondisi demikian membuat pemerintah khawatir akan adanya perang geng antar Yakuza di Jepang. Seperti yang baru-baru ini terjadi, di fasilitas pemandian Air Panas di iida, Nagano. Seorang anggota Yakuza berumur 43 tahun tewas ditembak di luar pemandian umum tersebut pada tanggal 6 Oktober 2015 yang lalu. Disinyalir, pria ini bertekad untuk keluar dari Yamaguchi dan menyeberang ke klan lain.
Tak berapa lama, sebaliknya, seorang bos dari klan Yamaguchi-gumi, Tatsuyuki Hishida ditemukan tergantung di kamarnya setelah sebelumnya disiksa. Polisi menyatakan kejadian ini adalah pembalasan atas kematian sebelumnya dan akan memicu perang antar geng Yakuza yang lebih besar.
Sebelumnya, diakhir 80-an tercatat 25 anggota Yakuza tewas dan 70 terluka akibat insiden tawuran antar geng Yakuza. Beberapa tahun lalu kembali merebak kasus kekerasan geng ini dimana dua geng Yakuza di selatan Pulau Kyushu bentrok terbuka di jalanan dengan membawa senapan mesin dan granat tangan saling serang.

Oleh karena itu, pemerintah Jepang saat ini sedang siaga akan bentrok masal yang dipicu Yamaguchi-gumi ini. Serta siap melakukan berbagai tindakan untuk mencegah kembali terjadinya perang antar geng Yakuza yang tentu akan memakan korban jiwa dan juga merugikan fasilitas umum.
Jadi, jika Anda berada di Jepang saat ini, waspadalah!
Wkwkwk januari baru mau k sana… Mdah” ga ad apa” dah slama d sana….
waduh ngeri juga ya gan
ngeri ueyyyyy, jadi mikir kalo mau ke jepang…
Semoga pemerintah Jepang dapat mengantisipasi bentrok antar yakuza agar tidak terjadi.
mantap gan, di tunggu kunjungan baliknya
serem serem gan kelakuan geng yakuza mah , makasih gan info nya izin share blog agan hehe
siappp
kalo saya di jepang saya mau nonton naruto bang hehe, ketemu sama Mashasi Kashimoto hehe
untuk perang dunia Shinobi sudah berakhir ya hehe..
ngeri euy perang antar geng hanya memperebutkan wilayah sesama gank yakuza kaya di film-film semoga di indonesia tidak demikian
iya ngeri bulan november ini nih siaga keamanan..