Halo! Sudah banyak kan tips trik travelling? Nah saya nggak akan nambahin ya. Ini tips untuk teman-teman yang kebetulan sebagai pelajar atau mahasiswa (student) di negara eropa, karena mungkin, ada beberapa perbedaan dengan apabila teman-teman berstatus sebagai pelajar atau karyawan di Indonesia untuk urusan travelling ini.
1. Persiapkan waktu dan bujet. Ini langkah awal banget. Nah karena waktu sangat terkait dengan kapan kamu libur kuliah, manfaatkan benar-benar, berapa lama dan duit yang akan dikeluarkan bujetnya berapa, jadi kamu bisa perkirakan bisa ke negara mana saja dan dalam waktu berapa lama. Kadang bisa juga merencanakan pas weekend pergi ke negara lain, senin siang udah balik lagi dan sore kuliah, tapi ini biasanya butuh bujet pesawat ya hehe. Ini artinya, bisa nabung dulu sebelum berangkat. Libur semester bisa menjadi start untuk rencana bepergian. Jadi, ada empat bulan ngumpulin duit bulanan ke celengan hehe..
2. Fleksibilitas negara tujuan. Ini terkait dengan harga-harga promo dari pesawat atau bis dimana kita mau pergi. Jika ada harga promo untuk dua bulan lagi ke negara A, ya pergi kesana dulu, jangan ngotot ke negara B, toh bisa diperhitungkan dari A ke B kan hehe..
3. Rute dan Transportasi. Terkait dengan diatas, masalah rute perlu dipikirkan. Jika punya timing satu bulan (tips nomor 1 diatas) dan bujet misalnya hanya 600 Euro hasil nabung 150 Euro perbulan pikirkan naik apa dan lanjut kemana. Biar hemat, rencanakan itinerary (rencana perjalanan) mau ke negara mana saja, kota apa saja dan obyek wisata apa yang must see dan ngga boleh dilewatkan. Usahakan yang dekat dengan negara sebelumnya, karena pasti biaya lebih murah.
4. Akomodasi. Cari hostel (bukan hotel ya) yang murah, cek ketersediaan di website. Bisa juga memanfaatkan couch surfing dimana kalian bisa cari orang yang mau menampung dengan gratis (cek di websitenya ya cara-caranya dan etikanya seperti apa). Range hostel biasanya sih antara 20 – 60 euro, standardnya 30 euro dan biasanya hostel ini nggak sekamar sendirian, mulai dari empat ranjang, sampai enam belas ranjang !
5. Laptop dan Alat Komunikasi. Bagi mahasiswa dan pelajar, alat komunikasi penting sekali, karena siapa tahu, sedang asik-astik travelling eh ada info tugas. Jadi, siapkan sim card kamu untuk bisa menerima sinyal di negara lain. Biasanya sih, kalau operator eropa bisa di-set dan ada semacam tarif khusus dan seterusnya yang bisa diaktivasi. Laptop boleh juga dibawa, karena kadang kita lebih mudah untuk membuka email di laptop, via free WIFI kalau di handphone kita bukan kategori smartphone yang ada wifi nya. Sekaligus, seandainya ada tugas yang perlu dilaksanakan, tinggal buka aja laptop, kerjakan di sela-sela waktu, mungkin sebelum tidur di hostel. Tapi ingat, membawa laptop artinya berisiko, berisiko hilang, berisiko rusak dan cukup mengganggu karena menambah beban.
6. Kamera dan Tas. Tas yang bisa dibawa adalah tas backpack yang bisa diisi laptop. Jangan tas laptop, karena kapasitas tap laptop agak berbeda dengan tas backpack tapi ada laptop containernya. Selain itu, saya sarankan juga tas kecil semacam selempang, hand bag. Atau tas pinggang. Biasanya saya masukkan dokumen2 penting di tas kecil ini, dan dimasukkan ke dalam plastick mini agar kalau ketumpahan sesuatu atau jatuh ke air, tidak basah. Ini sebagai alternative kalau kamu nggak bawa Kamera. Alias pakai kamera handphone.
7. Suvenir? Hmm.. disarankan kalau membeli suvenir, yang kecil-kecil dan nggak berat. Postcard dan gantungan kunci cukup. Jangan mug, hiasan dinding dst. Karena travelling kamu kan nggak ke satu negara terus pulang, tapi mumpung di eropa, palingg tidak sekali jalan bisa tiga negara minimal yang bisa dijelajahi. Ya kan?
8. Manfaatkan Status Pelajar. Lazim di negara di eropa, pelajar itu punya kartu khusus namanya ISIC (International Student ID Card) yang gunanya banyak banget. Bisa dapat diskon diberbagai sarana transportasi juga di toko-toko tertentu. Cek diskon-diskon yg bisa kamu dapat dengan kartu ini. Lumayan kan bisa 20% diskon biasanya jika bepergian dengan kendaraan umum.
9. Bawa Pasport. Walaupun punya Visa Schengen, dan punya ISIC card dan TRP (Temporary Residence Permit/KTP Sementara) di negara kamu kuliah, pasport masih harus dibawa, karena biasanya akan dicek. Nggak mau ada trouble tiba-tiba kan?
10. Asuransi. Biasanya butuh beli asuransi perjalanan lagi, kalau asuransi kamu tidak mengcover di negara-negara lain, ataupun hanya mengcover asuransi kematian kayak kebanyakan mahasiswa (karena asuransi wajib di eropa, nah yang paling murah sih ya cuma beli utk kematian, beda sama kecelakaan, sakit, beli obat dst hehe..)
11. Pakaian. Packing pakaian yang secukupnya aja. Biasanya sih nggak keringetan hehe.. apalagi di musim dingin, kamu pakai jaket kan? jadi pakaian bisa tiga-empat set lengkap.
Oke, mungkin itu saja tips dari saya, kalau ada tips baru, saya akan perbaharui di blog pribadi ya. Salam travelling bujet mahasiswa!