Truk Masuk Kampung, Beda Sama Tentara

https://www.unggulcenter.org/truk-masuk-kampung-beda-sama-tentara/

Biasanya dulu ngetop istilah AMD, ABRI Masuk Desa. Di Desa, bahu membahu dengan warga membangun jalan, jembatan, bersawah. Sekarang sejak term ABRI hilang, TNI pun sudah tak lagi masuk desa, sebab khawatir disebut menjalankan Dwi Fungsi ABRI yang diprotes para pejuang reformasi. Ada baik buruk, tapi sudahlah, yang penting TNI kita profesional-lah.

Namun kalau TMK, Truk Masuk Kampung, sudah jelas ini bukan membuat jalan dan jembatan baik, malah merusak. Apa pendapat Anda jika tronton yang biasa dilihat di pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok, tiba-tiba nongol di depan gerbang perumahan? Lengkap dengan acara mutar balik di depan gapura. Tentu bikin macet, bikin ramai. Yang kedua, tapi yang paling penting, tentu bikin jalanan rusak-sak-sak. Lagi dan lagi. Penampakan truk gandeng besar ini bukan khayal, terekam kamera hape saya :

Beda dengan tentara, walau penampakannya sama, garang, gagah dan besar. Tentara di komplek saya didominasi oleh personel Polri BRIMOB (Brigade Mobil). Memang tak pula layak menyebutnya tentara, karena mereka lebih sipil, kalau memang mengacu ke semboyan Polri yang “melindungi mengayomi”.

Sudah menjadi pemandangan sehari-hari, seorang personel, juga seorang ayah, menggendong anak berbelanja ke depan, atau bersama istri tercinta yang sedang hamil memerikasakan kandungannya. Sangat beradab dan akrab. Di depan sana, juga ada perempatan dan komplek POMAD (Polisi Militer Angkatan Darat). Ini juga tentara merangkap polisi. Kondisinya sama, pemandangan tiap hari, bukan arogansi yang saya lihat. Personel Pomad membantu kelancaran perempatan jalan dengan mengatur lalu lintas, yang ramai sekali setiap pagi. Maklum, daerah perempatan Pomad sudah terkenal daerah macet saban pagi. Banyak buruh, anak sekolah, dan orang mau ngantor. Pomad juga perbatasan antara Bogor kota dan Bogor kabupaten. Tidak jauh ada gerbang selamat datang (sekaligus selamat jalan) di Kota Bogor.

Nah, si tronton ini luar biasa. Keluar Tol (ini nih gara2nya) terus masuk jalan kampung, tembus ke Pomad. Waduh, rusak deh. Sebagai warga, saya kadang kesal. Mungkin ada baiknya diberikan portal agar kendaraan yang besar tidak bisa masuk. Tapi sepertinya, lagi-lagi, money talks. Proyek beberapa perumahan di sekitar tempat tinggal saya, karena ada jalan tol baru Bogor Outer Ring Road (BORR) pintu keluar Tanah Baru, banyak perumahan dibangun. Menggusur hijaunya ladang singkong yang sepuluh tahun lalu selalu saya lewati, dengan pemandangan gunung (gunung apa saya ndak tahu).

Mudah-mudahan, proyek perumahan selesai, pelebaran jalan selesai, dan, mau tak mau warga komplek dan kampung sini beradaptasi dengan pembangunan. Menjadi bagian dari sana. Sepertinya, tidak bisa kita memprotes (sudah capek juga sih), hanya berharap pelebaran dan perbaikan jalan diutamakan dan dipercepat. Dan, kalau sudah tidak rusak sepanjang tahun lagi, kalau sudah tidak rusak sampai belasan tahun, sejak tahun 2000 saya tinggal sudah rusak parah jalanannya dan keluhan tukang ojek dan angkot yang mobil dan motor menjadi korban, maka, saya pun, mungkin, akan mencoblos dalam Pemilu. Ya, sudah berapa kali pemilu pilkada, pemilu apapun saya tidak mencoblos, sebagai bentuk protes, dan “haul” kalau tidak akan mencoblos selama jalanan masih rusak dan tidak diperhatikan pemerintah…

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

5 Comments

  1. Tanya ken.. napa.. Truk super macam ini lolos masuk jalan yang bukan utk kapasitas truk sebesar itu.. Kenapa bisa lolos ya? Yang tukang atur lalu lintas kemana aja tuh ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.